Tuesday, December 8, 2009

LAPORAN PRAKTIKUM FILUM MOLLUSCA DAN ECHINODERMATA

0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kita sebagai makhluk ciptaannya patut bersyukur dengan apa yang telah di ciptakannya. Di bumi ini, keanekaragaman hewan sangat beragam jenisnya. Oleh karena itu, kita perlu mengklasifikasikannya untuk mempermudah dalam memepelajarinya. Klasifikasi bertujuan untuk memepermudah mengenal objek yang beranekaragam dengan cara melihat/mencari persamaan dan perbedaan ciri dan sifat pada objek tersebut. Keuntungan yang diperoleh dengan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang dipelajari serta mempermudah dalam penaman nama ilmiah
Dalam klasifikasi terdapat kingdom/dunia animalia (hewan). Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti : mollusca dan echinodermata. Kata mollusca berasal dari bahasa latin mollis yang berarti lunak. Oleh sebab itu, mollusca disebut hewan bertubuh lunak. Tubuh mollusca berbentuk bulat simetris dan tidak bersegmen. Hidup di air laut, tawar dan di darat. Sebagian besar jenis mollusca memiliki cangkang (mantel), yaitu lapisan jaringan yang menutupi organ-organ viseral dan membentuk rongga mantel. Cangkang mollusca tersusun atas zat kapur yang berguna untuk melindungi diri. Namun ada yang tidak memiliki cangkang. Filum ini di bagi menjadi beberapa kelas yaitu: Amphineura / Polyplachopora, Gastropoda, Scaphopoda, pelecypoda dan cehalopoda. Dalam kelas Cehalopoda merupakan hewan yang kakinya berada di kepala. Kaki ini dikenal dengan nama tentakel atau lengan yang berfungsi untuk menangkap mangsa contohnya adalah cumi-cumi. Dalam kelas scahopoda seperti bekicot hidup di air laut dan tubuh dilengkapi tentakel kecil yang bernama kaptakula. Selain filum mollusca ada juga filum echinodermata, echinodermata berasal dari bahasa latin echinos (duri) dan derma (kulit). Oleh sebab itu, echinodermata disebut hewan berkulit duri. Echinodemata merupakan hewan yang tidak memilik segmen. Kulit tubuh berduri dan tersusun atas lempeng-lempeng zat kapur. Gerakan Echinodermata dilakukan dengan kaki amburakal. Hewan ini banyak hidup di perairan laut.Berkembang biak secara seksual dan pembuahan berlangsung di air. Dan memiliki daya regenerasi. Filum ini terbagi atas kelas asteroidea seperti bintang laut, Echinoidea seperti bulu babi, Ophiuroidea seperti bintang ular, Holothuroidea seperti teripang dan Crinoidea seperti lilia laut.


B. TUJUAN

1. Mengamati morfologi dan anatomi hewan dari filum moluska kelas cephalopoda.
2. Untuk mempelajari morfologi dan anatomi spesies dalam filum echinodermata.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Filum Moluska
Moluska berasa dari bahasa latin yaitu mollus yang berarti lunak. Oleh karena itu ciri utama hewan yang tergolong filum ini tubuhnya lunak, pada bagian anterior terdapat kepala, kaki terletak di bagian ventral, dan bagian dorsal berisi organ-organ visceral. Anggota filum molluska antara lain remis, tiram, cumi-cumi, octopus dan siput. Berdasarkan kelimpahan spesiesnya, molluska memiliki kelimpahan spesies terbesar disamping anthropoda (Kastawi, 2003: 181).
Menurut brotowijoyo (1996:111), molluska bertubuh lunak, non metameris, pada dasarnya bersifat bilateral simetris, dan terbungkus dalam rumah berkapur yang berasal dari sekretnya sendiri.
Moluska berasal dari bahasa latin berarti lunak. Moluska merupakan salah satu kelompok terbesar dan terpenting dalam dunia hewan. Anggota filum moluska mencapai 100.000 spesies. Ilmu yang mempelajari moluska dinamakan Malakologi (Karmana, 2007.hal 210)
Moluska (filum mollusca, dari bahasa latin : molluscus : lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Kedalamnya termasuk semua hewan lunak maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya (http://id.wikipedia.org).
Mollusca merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di air laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan disekitar rumah kita (http://id.wikipedia.org).
Tubuh moluska diselubungi lapisan sel yang dinamakan mantel. Mantel terletak di bawah cangkang. Kebanyakan hewan moluska hidup di laut, mulai dari bagian yang dangkal sampai bagian laut yang dalam. Beberapa spesies moluska hidup di air tawar, misalnya siput yang hidup di sawah-sawah atau di sungai (Karmana, 2007. hal : 210).
Tubuh tidak bersegmen, simetri bilateral, tubuhnya terdiri dari kaki maskular, dengan kepala berkembang beragam menurut kelasnya. Kaki dipakai dalam beradaptasi untuk bertahan hidup di substrat, menggali dan member substrat, atau melakukan pergerakan (http://id.wikipedia.org).
Filum moluska pada umumnya memiliki bentuk tubuh simetri bilateral, relative bulat, dan pendek. Sietem pencernaanya sudah lengkap. Mulutnya dilengkapi gigi yang terbuat dari zat kitin. Anusnya terbuka dan terletak dalam rongga mantel. Hewan ini memiliki hati dan kelenjar ludah. System peredaran darah pada moluska terdiri atas jantung atau pembuluh darah. System peredaran darahnya merupakan system peredaran darah terbuka. Jantung terdiri atas satu atau dua atrium dan satu ventrikel (Karmana, 2007. hal : 210).
Respirasi pada moluska menggunakan insang atau paru-paru. Selain itu, moluska memiliki ginjal sebagai alat ekskresinya. System saraf memiliki 3 ganglion, yaitu ganglion serebralis yang terletak di atas mulut, ganglion pedalis pada kaki, dan ganglion visceralis berada dalam tubuh.
Organisme ini dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan betina. Akan tetapi, beberapa spesies merupakan organisme hermaprodit.
Filum moluska terbagi atas 3 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Cephalopoda.
Kelas Gastropoda merupakan kelas terbesar dalam filum mollusca adalah yang memiliki lebih dari 40.000 species yang hidup, sebagian besar gastropoda adalah hewan laut, tetapi banyak juga sepesies air tawar. Bekicot dan Slug telah beradaptasi dengan lingkungan darat (Campbel, 1999:224)
Menurut Brotowijoyo (1996: 142), Gastropoda hidup dalam ruang bungkal yang terdapat radula. Gastropoda juga hidup di air tawar dan darat.
Siput darat atau Achatina tercakup di dalam sub clasis pulmonata dari claiss gastropoda yang merupakan kelompok mollusca yang sangat besar. Siput darat berbeda dengan gastropoda slainnya, pertama, dalam hal pernapasan, ia sudah tidak memiliki Ctenidia, yaitu semacam insang dan fungsinya telah diganti oleh bagian pillium yang tipis dan kaya dengan pembuluh pembuluh kapiler-kapiler darah, kedua mengenai system nervosium, ganglia yang utama terkkumpul membentuk bangunan serupa cincin mengelilingi esgophagus, tanpa jaringan pengikat di dalamnya (Radiopoetro, 1996: 354)
Menurut Suwignyo (2005: 132), Bentuk cangkang siput pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde. Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apex. Sumbu kerucut disebut columella. Gelung terbesar disebut body whorl dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut spire. Di antara bibir dalam dan gelung terbesar terdapat umbilicus, yaitu ujung culumella yang berupa celah sempit sampai lebar dan dalam. Apabila umbilicus tertutup, maka cangkang disebut imperforate.
Kelas cephalopoda adalah hewan moluska yang memiliki kaki atau alat gerak pada kepala. Tubuh memiliki kepala yang relative besar dengan dua buah mata. Pada bagian pusat kepalanya terdapat mulut yang dikelilingi oleh lengan yang memiliki alat hisap. Cephalopoda memiliki empat pasang lengan berukuran panjang yang dinamakan tentakel (karman.2007,hal:212).
System pencernaan pada cephalopoda terdiri atas mulut,esophagus yang bulat, lambung, sekum, usus halus, rectum dan anus. Repirasi dilakukan dengan menggunakan insang. System ekresinya diatur oleh sepasang ginjal. System saraf terdiri atas sepasang ganglion dalam rongga otak sekitar taring (Karman.2007.hal:213)
Bentuk tubuh bivalvia simetri bilateral dan memiliki cangkang berupa katup yang terbelah dua sehingga hewan ini dinamakan bivalvia. Bivalvia tidak memiliki kepala tetapi memiliki kaki yang berbentuk pipih. Oleh karena itu, kelas bivalvia juga dinamakan Pelecypoda (Yunani, Pelecys =kapak kecil, podos= kaki) (Karmana,2007.hal:214).
Bivalvia bernapas dengan menggunakan insang. Cangkang kelas bivalvia terdiri atas tiga lapisan, yaitu bagian luar (periostrakum), lapisan tengah (prismatic), lapisan yang paling dalam (nakreas). Cangkang berperan sebagai eksoskeleton yang berfungsi melindungi tubuh yang lunak. Cangkang pada bagian ventral dan pada bagian dorsal tebal membentuk tonjolan yang dinamakan umbo. Pada bagian dorsal terdapat engsel yang diikat oleh jaringan ikat yang dinamakan ligament. Cangkang dapat menutup atau membuka, digerakkan oleh otot aduktor (Karman,2007.hal:214).
System pencernaan makana terdiri atas mulut dengan dua bibir, esophagus yang pendek, lambung, usus halus, rectum, dan anus. Sistem peredaran darah memiliki jantung yang terdiri atas dua atrium dan satu ventrikel. System saraf memiliki 3 buah ganglion, yaitu gamglion pedalis, visceralis, dan serebralis. Terdapat pula alat keseimbangan berupa statokis. Alat reproduksinya memiliki sepasang gonad (Karman,2007.hal:215).

B. Filum Echinodermata
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani echin yang berarti duri dan derma yang berarti kulit. Jadi, echinodermata adalah hewan yang kulitnya berduri atau disebut juga hewan berduri (Karmana, 2007. hal : 233)
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencangkup bintang laut, teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hamper semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode kambrium awal dan terdiri dari 7000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah (http://wapedia.mobi).
Echinodermata dalah binatang bekulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik (http://e-smartschool.com).
Bentuk tubuh dewasanya adalah simetri radial, sedangkan larvanya berupa simetris bilateral. Larva dapat berenang dengan bebas yang disebut bipinaria. Kulitnya terdiri atas lempengan-lempengan kapur dengan duri-duri kecil pada permukaanya. Echinodermata merupakan hewan pemakan sampah di laut sehingga laut menjadi bersih. Pergerakannya dengan system ambulakaral atau system pembuluh air. Mereka memiliki kaki buluh yang disebut kaki ambulakral (Sudjadi, 2004.hal42
Bentuk tubuh Echinodermata simetri radial, memiliki rangka dalam berupakan zat kapur dengan tonjolan duri dipermukaan. Hewan ini dapat hidup di laut mulai dari pantai sampai kedalaman kurang lebih 100.000 m. Hidup bebas, gerakannya lambat dan tidak ada yang hidup parasitic. Beberapa spesies hidup menempel (sesil) (Karmana, 2007. hal :233).
Bentuk tubuh hewan dewasa simetri radial, sedangkan larvanya bertubuh simetri bilateral. Tubuhnya memiliki tiga lapisan, organ tubuhnya bersilia, tidak memiliki kepala, otak atau bersegmen. Alat gerak berupa kaki tabung atau kaki ambulakral. Epidermis yang padat menutupi bagian endoskeleton mesodermal tubuhnya. System pencernaanya sangat sederhana dan ada yang tidak memiliki anus.
System peredaran darah belum jelas dan masih sederhana. Sementara itu, respirasi dilakukan menggunakan insang atau papula yang merupakan tonjolan dari rongga tubuh. System saraf Echinodermata terdiri atas saraf berupa lingkaran atau cincin yang melingkari mulut dan saraf radial menuju tangan.
Individu jantan dan betina sudah dapat dibedakan. Gonad relative besar dengan saluran yang sederhana. Ovumnya berjumlah banyak dan mengalami fertilisasi di laut. Larva berukuran mikroskopis, bersilia, transparan, dan biasanya bereng bebas.



BAB III
METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Praktikum filum Moluska

• Dissecting set
• Bak preparat
• Jarum pentul
• Cumi-cumi
2. Praktikum filum Echinodermata

• Mikroskop
• Pinset
• Loupe
• Spesies Echinodermata
• Herbarium basah

B. Cara kerja

1. Praktikum filum Moluska

• Baringkan cumi-cumi dengan mengarahkan bagian ventralnya kea rah atas.
• Bukalah rongga mantelnya dengan pinset, kemudian guntinglah melalui tengah-tengah mantelnya kea rah posterior tubuhnya.
• Rentangkan mantel yang telah dibuka kea rah masing-masing.
• Gambarkan morfologinya, beri keterangan dan buat klasifikasinya.
• Gambarkan anatominya dan beri keteranganya.

2. Praktikum filum Echinodermata
• Ambilah spesies dari Echinodermata yang ada di laboratorium yang telah diawetkan.
• Amatilah bagian-bagian morfologi dari tubuh hewan Echinodermata.
• Gambarlah spesies Echinodermata yang diamati kemudian berikan keteranganya yang lengkap serta tuliskan klasifikasikannya.



BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Praktikum Filum Moluska






2. Praktikum Filum Echinodermata






B. Pembahasan
1. Pengamatan pada filum Moluska
Setelah melakukan pengamatan pada cumi-cumi (loligo sp), dapat diketahui morfologi hewan tersebut dengan jelas. Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala cumi-cumi terlihat besar dan dikepalanya terdapat dua mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi mata pada moluska tidak memiliki kelopak mata. Pada saat pengamatan matanya terlihat sudah agak terlihat pucat karena mungkin cumi-cumi yang diamati sudah agak lama matinya. Selain mata yang terdapat di bagian kepala yaitu mulut yang terdapat di bagian tengah-tengahnya, mulutnya tersebut dikelilingi oleh 10 tentakel, 2 tentakel yang panjang berfungsi untk menangkap, menarik, dan memasukkan makanan kedalam mulut serta berfungsi untuk berenang. 8 tentakel pendek berfungsi untuk membantu memegang makana tersebut. Pada setiap ujung tentakel terdapat alat penghisap (sucker) yang bentuknya bintik-bintik mirip seperti jerawat. Di sisi kiri dan kanan tubuhnya terdapat sirip yang penting untuk keseimbangan tubuh. Seluruh tubuh cumi-cumi terbungkus oleh mantel. Di bagian punggung, mamtel melekay pada badan, sedangkan pada daerah perut tidak melekat, sehingga terbentuk rongga yang disebut rongga mantel. Di bagian bawah dekat dengan mulut terdapat lubang sifon yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dari anus dan kabut tinta dari kantung tinta dan berfungsi untuk mengeluarkan air dari rongga mantel, yang berguna untuk pernapasan dan membantu pergerakan.
Setelah mengamati bagian fisik dari cumi-cumi, selanjutnya pengamatan dipusatkan pada bagian dalam (anatomi) dari tubuh cumi-cumi. Yang tadinya bagian posteriornya pada saat pengamatan morfologi cumi-cumi di letakkan dibagian bawah tetapi pada pngamatan anatomi cumi-cumi di balik, posterior diletakkan dibagian atas yang bertujuan memudahkan dalam pembedahan tubuh cumi-cumi. Pembedaha tubuh cumi-cumi dengan menggunakan guting yang dimulai dari ujung dekat kantung tinta. Setelah tubuh cumi-cumi terbuka, terlihat organ-organ dalam. Organ dalam cumi-cumi sangat lengkap. Terdapat kantung tinta yang berwarna hitam, berisi racun tinta dan kantung tinta bermuara ke lubang sifon. Dibagian bawahnya kantung tinta terdapat oesofagus. Pada cumi-cumi, pernapasan dengan menggunakan insang yang terletak dekat dengan kantung tinta. Insang pada cumi-cumi terdapat satu pasang yang bentuknya seperti sisir. Cumi-cumi termasuk hewan hermaprodit, di dalam tubuhnya terdat testis dan ovarium. Testis dan ovarium terletak di atas insang sebelah kanan. Testis bebtuknya lonjong dan memanjang yang terhubung dengan kantung sperma, sedangkan ovarium berbentuk membulat dan terlihat bintik-bintik. Di bagian atas organ-organ tersebut terdapat cangkang dalam yang bentuknya seperti ujung pedang. Organ-organ lain seperti kancing, ganglion steilate, kelenjar nidam, jantung, hati, serta organ pencernaan, baik yang terlihat oleh pengamat maupun yang tidak terlihat, tidak sempat diamati karena kurangnya pengetahuan dari pengamat tentang nama dan letak dari organ-organ dalam cumi-cumi. Berikut ini adalah klasifikasi dari cumi-cumi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Chepalopoda
Subkelas : Coloidea
Superordo : Decapodiformes
Ordo : Decapoda
Family : Loliginidae
Genus: Loligo
Spesies : Loligo indica

2. Pengamatan pada filum Echinodermata

• Pengamatan pada Bintang laut
Bintang laut merupakan hewan dari filum Echinodermata dari kelas Asteoidea. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Dikeliling duri, di antara papilla terdapat duri kecil yang dinamakan pedicelaria. Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral). Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.
System pencernaan terdiri atas mulut, lambung, pylorus, dan 5 pasang kelenjar hati (berada dalam lengan), usus halus, dan anus. Sementara itu system saraf tersusun membentuk cincin disekitar mulut. Berikut ini adalah klasifikasi dari bintang laut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Asteroidea
Ordo : Astericeae
Family : Asterideae
Genus : Asterias
Spesies : Asterias forberi

• Pengamatan pada Lilia laut
Lilia laut merupakan hewan dari filum Echinodermata dari kelas Crinoidea. Lilia laut jika dilhat sepintas seperti tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Lilia laut juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili.
Ciri lainnya mulut dan anus hewan ini terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit, tetapi memiliki system saraf yang berupa cincin pusat dan saraf menuju masing-masing lengan. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Lilia laut juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain. Jenis lainnya adalah Antedon tenella, dengan tubuhnya kecil-kecil, bentuk piala disebut calyx (kaliks) tanpa tangkai. Berikut ini klasifikasi dari lilia laut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinidermata
Class : crinoidea
Ordo : Ptilocriceae
Family : Ptilocridea
Genus : Ptilocrinus
Spesies : Ptilocrinus pinnatus

• Pengamatan pada Bintang ular laut
Bintang ular laut tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Badannya berbentuk cakram bulat kecil. Lengannya lebih langsing dan lebih panjang dari pada lengan bintang laut. Lengan bintang ular laut lebih mudah patah dan berfungsi untuk memasukkan makanan kedalam mulut. Mulutnya terdapat di permukaan oral. Bintang ular laut tidak mempunyai anus dan sekum. Madreporit terdapat di permukaan oral. Bintang ular laut sudah dapat dibedakan antara jantan dan betina. Berikut ini adalah klasifikasi dari bintang ular :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Ophiuroidea
Ordo : Ophiophocea
Family : Ophiophodea
Genus : Ophiopholis
Spesies : Ophiopholis guleata

• Pengamatan pada Dolar pasir (Sand Dollar)
Sample hewan dari kelas Echinodea yang diamati yaitu Dollar pasir (Sand Dollar). Bentuk tubuh dolar pasir berbentuk lempengan bulat tipis seperti uang logam. Jika dilihat dari atas dan bagian bawah tubuh dollar pasir terlihat garis-garis seperti jari-jari pada ban sepeda. Dilihat dari anteriornya, dolar pasir dibagian tengah-tengah dari tubuhnya terlihat lubang yang disebut dengan anus. Dan didekat anus terdapat lubang kelamin dan madreporit.
Dibawah ini klasifikasi Dollar laut (Sand Dollar) :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Echinoidea
Ordo : Echinarae
Family : Echinaraidea
Genus : Echinara
Spesies : Echinara chinius

• Pengamatan pada teripang
Teripang memiliki tubuh yang lunak, memanjang dengan garis oral ke aboral sebagai sumbu. Pada tubuh teripang terdapat kulit yang mengandung osikula yang halus. Kulit tubuhnya terdiri atas kutikula yang menutupi epidermis yang mengandung osikula, selapis otot melingkar dan lima berkas otot memanjang ganda. Teripang dapat bergerak dengan cara memanjang dan memendekkan diri dengan otot tersebut. Tubuh teripang tidak memiliki lengan. Di bagian anterior terdapat 10-30 tentakel disekitar mulutnya. Teripang meletakkan diri pada bagian dorsal sebelah atas. Dibawah ini klasifikasi dari teripang :
Klasifikasi : Teripang
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Holothuroidea
Ordo : Thyroiceae
Family : Thyroidea
Genus : Thyroine
Spesies : Thyroine biaccus



BAB V
KESIMPULAN

Dalam klasifikasi terdapat kingdom/dunia animalia (hewan). Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti : mollusca dan echinodermata. Moluska berasa dari bahasa latin yaitu mollus yang berarti lunak. Oleh karena itu ciri utama hewan yang tergolong filum ini tubuhnya lunak, pada bagian anterior terdapat kepala, kaki terletak di bagian ventral, dan bagian dorsal berisi organ-organ visceral. Anggota filum molluska antara lain remis, tiram, cumi-cumi, octopus dan siput. Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala cumi-cumi terlihat besar dan dikepalanya terdapat dua mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi mata pada moluska tidak memiliki kelopak mata. Cumi-cumi memiliki 10 tentakel, 2 tentakel yang panjang berfungsi untk menangkap, menarik, dan memasukkan makanan kedalam mulut serta berfungsi untuk berenang. 8 Tentakel pendek berfungsi untuk membantu memegang makana tersebut. Pada setiap ujung tentakel terdapat alat penghisap (sucker). Terdapat kantung tinta yang berwarna hitam, berisi racun tinta dan kantung tinta bermuara ke lubang sifon. Cumi-cumi termasuk hewan hermaprodit, di dalam tubuhnya terdat testis dan ovarium. Testis dan ovarium terletak di atas insang sebelah kanan.
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencangkup bintang laut, teripang, dan beberapa kerabatnya. Bentuk tubuh Echinodermata simetri radial, memiliki rangka dalam berupakan zat kapur dengan tonjolan duri dipermukaan. Hewan ini dapat hidup di laut mulai dari pantai sampai kedalaman kurang lebih 100.000 m. Hidup bebas, gerakannya lambat dan tidak ada yang hidup parasitic. Beberapa spesies hidup menempel (sesil). Filum Echinodermata memiliki 6 kelas yaitu kelas Asteroidea (bintang laut), kelas Crinoidea (lilia laut), kelas Ophiuroidea (bintang ular), kelas Echinoidea (landak laut), kelas Holothuroidea (teripang).


DAFTAR PUSTAKA

Oman, Karmana.2007.Cerdas Belajar Biologi kelas X.Bandung:Grafindo
Sudjadi,dkk.2004.Biologi sains dalam kehidupan.Jakarta:Yudhistira.
http://didik-abd.blogspot.com
http://wapedia.mobi
http://e-smartschool.com
http://id.wikipedia.org
http://google.com

Sunday, December 6, 2009

Laporan Praktikum Filum Protozoa

4 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Lebih dari sejuta spesies hewan masih hidup saat ini, dan terdapat kemungkinan bahwa setidaknya sejuta organisme baru akan diidentifikasi oleh generasi ahli biologi masa depan. Hewan dikelompokkan sekitar 35 filum, namun jumlah sebenarnya bergantung pada perbedaan pandangan para ahli sistematika. Hewan menempati hampir semua lingkungan di bumi, tetapi anggota terbanyak sebagian besar filum adalah spesies akuatik. Lautan, yang kemungkinan merupakan rumah bagi sejumlah besar filum hewan. Fauna air tawar sangatlah banyak , tetapi tidak sekaya keanekaragaman fauna laut.
Kebanyakan istilah dalam Zoologi itu berasal dari bahasa Latin atau Yunani. Contoh analisis asal kata adalah sebagai berikut : proto (Yunani) artinya ‘pertama’ dikombinasikan dengan zoa (Yunani) artinya ‘hewan’ , jadi protozoa adalah nama untuk hewan-hewan yang paling primitive. Anggota protozoa terdiri atas makhluk hidup eukariotik sederhana yang memiliki cirri-ciri hewan. Misalnya, mampu bergerak berpindah tempat dan mencerna makanan. Dahulu, para ilmuwan menganggap protozoa sebagai hewan yang pertama kali terbentuk di permukaan bumi. Namun, dalam perkembangannya ternyata anggapan tersebut sudah tidak tepat. Meskipun demikian, penggunaan istilah protozoa masih dipertahankan untuk suatu pengetahuan.
Protozoa merupakan makhluk hidup uniseluler, jumlah anggotanya banyak dan bersifat heterogen. Berdasarkan stuktur tubuh dan alat geraknya, filum protozoa dikelompokan menjadi 4 kelas, yaitu Rhizopoda, Flagellata, Cilliata, Sporozoa. Protozoa dapat ditemukan dimana-mana sehingga dikatakan bersifat kosmopolit. Oleh karena itu, salah satu alasan dari diadakanya praktikum ini untuk mengetahui filum protozoa yang ada di beberapa air yang biasanya banyak terdapat protozoa.

b. Tujuan

Untuk mempelajari morfologi dan cirri-ciri spesifik dari hewan phylum Protozoa.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal. Hewan-hewan itu mempunyai struktur yang lebih mejemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protoza merupakan organisme sempurna. Karena sifat struktur yang demikian itu, maka berbagai ahli dalam zoology menamakan protozoa itu aseluler tetapi keseluruhan organisme dibungkus oleh satu plasma membran (Brotowijoyo, 1986. hal: 60).
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu phylum dari kingdom protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dalam menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria (http://e-dukasi.net).
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari kingdom protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain Membrane plasma, Sitoplasma,Mitikondria.
Protozoa berasal dari kata protos berarti pertama dan zoa = zoo berarti hewan, jadi protozoa adalah binatang yang pertama kali ada (Soemiadji, 1986 hal: 32).
Diantara jenisnya ada yang hidup bebas di alam dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Jenis yang hidup bebas banyak terdapat di tempat yang becek, genangan air dan kolam, tidak terbatas di air tawar tetapi juga di air asin (Soemiadji, 1986hal:32).
Filum protozoa merupakan hewan yang tubuhnya terdiri atas satu sel. Nama protozoa berasal dari bahasa latin yang berarti “hewan yang pertama” (proto = awal, zoon = hewan ). Hewan filum ini hidup di daerah yang lembab atau berair, misal : di air tawar, air laut, air payau, dan tanah, bahkan di dalam tubuh orgnisme lain. Protozoa ada yang hidup bebas, komensal maupun parasit pada hewan lain. Hewan ini ada yang secara individu (soliter) dan ada pula yang membentuk koloni (Kastawi, dkk.2003, hal: 20).
Menurut Radiopoetro (1996 hal: 144) sampai sekarang hewan-hewan yang termasuk dalam organisasi tingkat protoplasma ini, tergabung dalam Philum : Protozoa (protos = pertama, awal : zoon = hewan). Sering juga disebut bahwa protozoa ini adalah hewan unicellular, sedang parazoa atau Metazoa adalah multicelluler . hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh satu organisme protozoa dapat disamakan dengan 1 cel parazoa atau metazoa.
Euglena adalah hewan bersel satu berwarna hijau, karena berklorofil, merupakan suatu marga dari hewan-hewan mastigophora. Hidup dalam kolam dan sering membuat lapisan permukaana air yang berwarna hijau (Brotowijoyo 1986 hal:60).
Euglena berbentuk seperti kumparan yang panjangnya bervariasi dari 25-100 mikron. Mempunya sebuah flagellum pada ujung anterior yang dimulai dari kerongkongan. Kedalam kerongkongan itu bermuara pada suatu tempat penampungan (reservoir). Kedalam reservoir itu bermuara beberapa vakuola kontraktil kecil. Dekat reservoir tersebut terdapat srigma merah (dianggap sebagai mata) (eu + Gr. Glene, biji mata). Dalam tubuh hewan biasanya terdapat sejumlah besar kloroplastid. Dalam sitoplasma disimpan karobohidrat sebagai makanan cadangan berupa butir-butir paramilum. Inti tunggal dan di tengah-tengahnya terkumpul kromatin (Brotowijoyo, 1986 hal: 61).
Pada lapisan entoplasma terdapat butir hijau daun, sehingga hewan ini dapat menyelenggarakan proses fotosintesis dengan menghasilkan zat tepung (amilum) (Kastawi, dkk. 2003 hal: 26).
Hewan euglena dapat bergerak maju ke depan secara spiral rotasi dengan menggunakan flagellumnya atau merayap pada suatu dasar tanpa menggunakan flagellumnya atau secara euglenoid. Euglenoid artinya bergerak dengan cara mengerutkan tubuh, kemudian agak membulat dan akhirnya memanjang lagi seperti semula (Kastawi, dkk. 2003 hal: 26).
Sebagian besar hewan ini mendapatkan mekanannmya dari hasil fotosintesis, berarti mendapatkan makanan dengan cara holophitic. Tetapi bias juga secara saprozoik, berarti menyerap makanan melalui seluruh permukaan tubuhnya, dan makanan ini berupa partikel-partikel hancuran makhluk yang telah mati (Kastawi, dkk.2003 hal: 26).
Banyak jenis amoeba yang hidup mandiri, antara lain Amoeba proteus, namun ada yang hidup parasitis dan menyebabkan penyakit disentri pada manusia dan hewan (anjing dan kucing), yaitu Entamoeba histolityca (Brotowijoyo, 1986 hal: 64).
Ukuran Amoeba berkisar antara 200-300 mikron, bentuknya selalu berubah-ubah. Sitoplasma dibagi menjadi dua bagian, yaitu ektoplasma yang jernih, dan endoplasma yang lebih keruh. Inti sebuah, pipih, bulat. Selalu ada satu vakuola kontraktil dan banyak vakuola makanan (Brotowijoyo, 1986 hal: 64).
Amoeba bergerak dengan cara mengalirkan penjuluran protoplasma yaitu pseudopodia. Proses penjluran itu nampaknya adalah pencairan sementara bagian luar endoplasma yang kental (plasmagel). Karena pencairan itu terjadi plasmosol. Jika kemudian plasmosol iti dikentalkan kembali, maka penjuluran protoplasma itu tertarik kembali, dan begitu seterusnya (Brotowijoyo, 1986 hal: 64).
Menurut Kastawi dkk (2003 hal: 28) amoeba ada yang dibungkus cangkang atau tanpa selubung cangkang (telanjang). Amoeba telanjang dari genus Amoeba dan Pelomyxa bentuknya asimetris dan bentuk ini selalu berubah. Sebaliknya amoeba bercangkang memperlihatkan simetris bagian luarnya (cangkangnya).
Sitoplasma terbagi dalam ekto dan endoplasma, pseudopodia ada yang tipe lobopodia (pada amoeba telanjang) atau tipe filopodia (pada amoeba bercangkang). Pada lobopodia, penjuluran lebih besar dan mengandung ekto dan endoplasma, sedang pada filopodia lebih kecil dan hanya tersusun dari ektoplasma (Kastawi, dkk. 2003 hal: 28).
Cangkang berasal dari sekresi sitoplasma berupa silica atau khitin, atau materi dari luar yang melekat. Amoeba melekat pada dinding dalam cangkang dengan perantara penjuluran protoplasma. Cangkang selalu memiliki bidang terbuka untuk penjuluran sitoplasma, dan karenanya bentuk cangkang sering mirip helm/topi (Kastawi, dkk.2003 hal: 28).
Marga paramecium mempunyai rambut atau bulu getar pada seluruh permukaan tubuhnya. Bentuk tubuhnya seperti sandal (cenela). Ukurannya kira-kira 250 mikron panjang, bentuk agak silindris. Dibagian oral terdapat celah berbentuk spiral dan berakhir pada kerongkongan yang panjangnya hampir separuh panjang tubuh. Ektoplasma tipis, mengandung banyak trikokista, yaitu alat pelindung diri yang dapat mengeras. Di tengah-tengah tubuh terdapat makronukleus, dan satu atau dua mikronukleus. Biasanya ada dua vakuola kontraktil dan banyak vakuola makanan (Brotowijoyo, 1986 hal: 67)
Paramecium caudatum adalah kelompok protozoa yang sering dijumpai di periran air tawar, misalnya sawah, kolam dan air yang mengenang. Bentuknya menyerupai sandal, bagian anterior tumpul dan yang posterior meruncing. Permukaan tubuhnya agak lentur namun bentuk tubuhnya sudah tetap dan bagian ini disebut pellicle. Seluruh permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar yang disebut cillia, berfungsi sebagai alat gerak. Didaerah pertengahan tubuhnya terdapat bentuk lekukan yang ujungnya diakhiri degan bentuk kantung, ini disebut gulet. Bentuk kantung bila terlepas dari gulet akan menjadi vakuola makanan. Sitoplasma dibedakan menjadi dua yaitu bagian luar adalah ektoplasma dan bagian dalam disebut endoplasma. Dibagian ektoplasma terdapat bentukan menyerupai akar yang disebut trikosit. Fungi trikosit untuk melindungi diri dari terhadap serangan lawan dan juga untuk menambatkan diri pada hewan lain waktu mengambil makanan. Paramaecium caudatum mempunya dua inti, yaitu mikronukleus dan dan makronukleus. Fungsi makronukleus untuk mengatur proses metabolisme, sedangkan mikronukleus untuk perkembangbiakan. Setiap sel paramaecium caudatum mempunyai dua vakuola berdenyut, bentuk dan letaknya berbeda dengan vakuola yang dimiliki Amoeba proteus, tetapi fungsinya sama yaitu untuk eliminasi dan mengeluarkan air dari sitoplasma (Soemadji, 1986 hal: 308).


Berdasarkan klasifikasinya protozoa dibedakan menjadi lima kelas yaitu :
1. Kelas Mastigopora (flagellata)
Hewan-hewan yang termasuk dalam kelas ini mempunyai satu atau lebih flagella (bulu cambuk). Contoh dari hewan ini adalah Euglena viridis, adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Philum : Protozoa
Sub Philum : Sarcomastigophora
Kelas : Phitomastigophora
Family : Euglenoidae
Genus : Euglena
Species : Euglena Viridis

2.Kelas Sarcodina (Rhizopoda)
Rhizopoda bergerak dan makan dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Hewan-hewan kelas ini Amoeboid, yaitu bentuk tubuhnya tidak tetap (selalu berubah-ubah). Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba proteous, adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Philum : Protozoa
Sub phylum : Plasmoderma
Class : Sarcodina
Subclass : Rhizopoda
Ordo : Amoebima
Family : Amoebioae
Genus : Amoeba
Species : Amoeba proteaus
3. Kelas cilliata (Ciliophora)
Hewan-hewan anggota kelas ini mempunyai ciliata (rambut getar) untuk bergerak atau mencari makan. Hidupnya mandiri atau sebagai komensal dalam saluran pencernaan herbivora dan sebagainya. Ciliata hdup dalam kolam alam. Contoh dari kelas ini adalah Paramaecium caudatum, adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut :

Kingdom : Animalia
Philum : Protozoa
Sub phylum : Ciliophora
Class : Ciliate
Subclass : Holotricha
Ordo : Hymenostomatida
Family : Paramecidae
Genus : Paramaecium
Species : Paramaecium caudatum

Euglena banyak dijumpai di kolam-kolam dan sering memberikan warna hijau pada air kolam. Hal in disebabkan hewan tersebut memiliki kloroplas didalam tubuhnya (Kastawi, dkk. 2003 hal. 25)
Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan terang. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena berwarna hijau. Contohnya Euglena viridisz (http://www.edukasi.net/mol/mo_full.php?moid=134&fname=bio_106_kb2 _hal27 b.htm)
Amoeba banyak terdapat di lumpur-lumpur , dibagian dasar kolam, sawah, sungai, danau, atau tempat-tempat lain yang berair dan banyak mengandung sisa-sisa organisme (Kastawi, 1986 hal: 4)
Hewan Euglena bergerak maju kedepan secara spiral rotasi dengan menggunakan flagellumnya atau secara euglenoid. Euglenoid artinya bergerak dengan cara mengkerutkan tubuh, kemudian agak membulat dan akhirnya memanjang lagi seperti posisi semula (Kastawi, dkk. 2003 hal. 26)
Reproduksi Euglena viridis secara aseksual yaitu dengan pembelahan longitudinal dan dimulai pada ujung anterior (Brotowidjoyo, 1995 hal: 61).
Euglena membuat makanan sendiri dari makanannya sendiri dari makanan yang larut di sekitarnya, jadi hewan tersebut bersifat autotrof . kemampuan membuat maakanannya sendiri hanya berlangsung bila ada cahaya matahari (Brotowidjoyo, 1995 hal: 61).
Amoeba bergerak dengan cara mengalirkan penjuluran protoplasma yaitu pseudopodia. Proses penjuluran itu nampaknya adalah pencairan sementara bagian luar endoplasma yang kental (plasmagel). karena pencairan itu terjadi plasmosol. jika, kemudian plasmosol itu dikentalkan kembali, maka penjuluran protoplasma itu tertarik kembali, dan begitu seterusnya (Brotowidjoyo, 1995 hal: 64).
Amoeba bernapas dengan cara mengambil oksigen melalui permukaan tubuhnya dengan cara difusi. Sari makanan dioksidasikan dengan oksigen, yang akhirnya menghasilkan energi (Kastawi, dkk. 2003 hal: 29)
Perkembangbiakan Amoeba dengan cara membelah diri, yaitu dimulai pembelahan inti, kemudian diikuti oleh sitoplasmanya . Pembiakan ini berlangsung jika keadaan memburuk akan membentuk kista. Pembentukan kista ini dimaksudkan agar terus dapat hidup meskipun keadaan memburuk. Keadaan hidup demikian disebut “hidup latent” (Kastawi, dkk. 2003 hal: 29)
Paramaecium bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan transversal. Makronukleus membelah secaara amitosis, lalu satu atau beberapa mikronukleus membelah secara mitosis, semuanya berlangsung dalam membrane nuklearis. Secara seksual dengan konjugasi, yaitu didahului dengan pertukaran inti antara dua individu (Brotowidjoyo, 1995 hal: 67).
Paramaecium bergerak maju sambil mengadakan rotasi yang arah perputarannya bila dilihat dari belakang berlawanan dengan arah jarum jam. Pergerakan tersebut terjadi karena perpaduan antara gerak cilia tubuh seperti system dayung dan gerak cilia pada oral grove yang sangat kuat (Kastawi, dkk. 2003 hal: 36)



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

a. Alat dan Bahan

1. Alat-alat
• Pinset
• Mikroskop
• Obyek glass/ Cover glass
• Benang/ Agar gelatin
• Pipet

2. Bahan-bahan
• Kultur protozoa
• Air rendaman jerami
• Air rendaman kol
• Air selokan


b. Cara kerja
1. Ambil 1-2 tetes air rendaman jerami, teteskan pada obyek glass, lihat dibawah mikroskop. Amati dan kemudian gambar apa yang terlihat serta keterangannya.
2. Bandingkan dengan gambar yang dad dan lengkapi keterangannya.
3. Kerjakan langkah 1, untuk air kolam dan air sawah.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil Pengamatan

NO. OBYEK RHIZOPHODA FLAGELLATA CILLIATA SPOROZOA
1. Air rendaman jerami
Ada
Ada

Ada

Tidak ada

2. Air rendaman kol
Ada


Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

3. Air selokan


Tidak ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada


b. Pembahasan

 Pengamatan Dalam Sampel Air Rendaman Jerami

Setelah melakukan pengamatan dengan sample air rendaman jerami ditemukan banyak organisme diantaranya Paramecium sp, Amoeba sp, Euglena viridis, dan juga terdapat Anelida. Paramecium Yang ditemukan berbentuk oval seperti sandal dan bentuknya tidak berubah-ubah. Menurut Pustekkom (2008), Paramecium sp merupakan Protista menyerupai hewan yang ditumbuhi rambut getar (sillia), hal tersebut sama persis dengan Paramecium yang ditemukan dalam pengamatan, tubuh Paramecium yang dalam pengamatan di bagian tubuhnya banyak terlihat bulu-bulu agak halus. Pada tubuh paramecium, anterior tampak terlihat tumpul sedangkan ujung posteriornya meruncing dan pada bagian luarnya terdapat selaput pembungkus bersifat elastis yang disebut pelikel. Ukuran tubuh paramecium kira-kira antara 120 sampai 300 mikron. Pada bagian ektoplasma terdapat semacam alat pertahanan tubuh terhadap mangsanya. Di sebelah bawah bagian interior terdapat celah mulut yang dilanjutkan ke arah lebih dalam membentuk mulut sel dan berlanjut sampai kebagian kerongkongan. Dibelakang celah mulut terdpat anus yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa pencernaan makanan. Selain itu, paramecium juga memiliki duo vakuola (vakuola makanan dan vakuola kontraktil) dan memiliki dua nukleus (Makronukleus dan Mikronukleus).
Pengamatan dalam air rendaman jerami juga ditemukan Amoeba sp. Amoeba yang terlihat dengan mikroskop tersebut bentuknya yang asimetris dan selalu berubah-ubah. Amoeba mempunyai kaki semu sebagai alat gerak sekaligus untuk menangkap makanan.
Selain itu, dalam air rendaman jerami juga ditemukan Eulena viridis. Dalam pengamatan Euglena terlihat jelas bergerak dengan cepat dengan tubuhnya berbentuk seperti daun dan dibagian anteriornya terdapat seperti ekor yang disebut bulu cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak. Menurut Brotowijoyo (1986 hal :60) Euglena adalah hewan bersel satu berwarna hijau karena berklorofil. Tetapi dalam pengamatan Euglena yang ditemukan dalam sampel air rendaman jerami tidak terlihat berwarna hijau. Hal ini mungkin tejadi mungkin karena keterbatasan mikroskop cahaya yang dipakai.
Organisme lain yang ditemukan dalam sampel air rendaman jerami antara lain Anelida, serabut-serabut seperti alga berfilamen, dan karena kurangnya pengetahuan pengamat sehingga tidak dapat menentukan apakah bentuk-bentuk lain yang tidak bergerak itu termasuk organisme ataupun hanya kotoran-kotoran saja.

 Pengamatan Dalam Sampel Air Rendaman Kol

Dalam pengamatan dengan sampel air rendaman kol ditemukan Amoeba sp, dan ditemukan seperti alga-alga berfilamen. Amoeba yang ditemukan bentuknya hampir sama dengan yang ditemukan dalam air rendaman jerami, bentuknya yang asimetris, tidak tetap dan selalu berubah-ubah. Entah kebetulan atau gimana, dalam pengamatan air rendaman kol, Amoeba yang ditemukan lebih banyak bila dibandingkan dengan Amoeba yang ditemukan dalam air rendaman jerami.

 Pengamatan Dalam Air Selokan

Dalam pengamatan dengan sampel air selokan ditemukan Paramecium sp dan Alga-alga yang berfilamen. Paramecium yang ditemukan di air selokan bentuknya sama dengan paramecium yang ditemukan dalam air rendaman jerami. Bentuknya yang oval seperti sanda, tidak berubah-ubah dan seluruh permukaan tubuhnya terdapat silia (bulu getar). Bedanya hanya terlihat pada ukuranya saja. Dalam air selokan paramecium terlihat lebih besar bila dibandingkan dengan paramecium yang di temukan dalam air rendaman jerami. Hal ini mungkin karena di air selokan zat organiknya lebih banyak bila dibandingkan di air jerami. Atau kemungkinan juga kedua paramecium yang ditemukan dilain tempat tersebut berbeda jenisnya.



BAB V
KESIMPULAN

Protozoa berasal dari kata protos berarti pertama dan zoon berarti hewan. Anggota protozoa terdiri atas makhluk hidup eukariotik sederhana yang memiliki ciri-ciri hewan. Protozoa merupakan makhluk hidup uniseluler, jumlah anggotanya banyak dan bersifat heterogen. Protozoa dapat ditemukan dimana-mana sehingga dikatakan bersifat kosmopolit. Berdasarkan stuktur tubuh dan alat geraknya, filum protozoa dikelompokan menjadi 4 kelas, yaitu Rhizopoda, Flagellata, Cilliata, Sporozoa.
Dalam sample air rendaman terdapat Paramecium sp, Amoeba sp, Euglena viridis, dan ditrmukan cacing jenis anelida. Dalam sample air kol ditemukan Amoeba dan alga-alga berfilamen, sedangkan dalam sampel air selokan ditrmukan Paramecium dan alga-alga berfilamen. Patamecium yang ditemukan bentuknya oval seperti sandal dan bemtuknya tidak berubah serta di seluruh permukaan tubuhnya banyak terdapat bulu yang disebut bulu getar. Para mecium yang ditemukan dalam air selokan ukuranya lebih besar bila dibandingkan dengan Paramecium yang ditemukan dalam air rendama jerami. Hal ini mungkin karena dalam air selokan kandungan zat organiknya lebih banyak bila dibandingkan dalam air rendama jerami. Atau mungkin kedua Paramecium yang ditemukan berbeda jenis. Amoeba yang ditemukan dalam air rendama jerami dan air kol bentuk tubuhnya asimetris dan tidak tetap. Amoeba mempunyai kaki semu yang berfungsi sebagai alat gerak sekaligus untuk menangkap makanan. Euglena yang ditemukan dalan air rendaman jetami bentuk tubuhnya mirip daun, dibagian anteriornya terdapat ekor (bulu) yang disebut bulu cambuk.





DAFTAR PUSTAKA

http://didik-abd.blogspot.com
Karman, Oman.2007.Cerdas Belajar Biologi Untuk Kelas X.Bandung:Grafindo
http://e-dukasi.net






LAMPIRAN GAMBAR

Gambar hasil pengamatan
1. Sampel air kol dan air rendaman jerami









2. Sampel air selokan

Thursday, December 3, 2009

VIRUS DAN GANGGANG BIRU

0 komentar
Ilmu tentang Virus disebut Virologi. Virus (bahasa latin) = racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain. Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter).

SEJARAH PENEMUAN

D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.

Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).

STRUKTUR TUBUH

Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel, hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) di bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal virus ADN dan virus ARN. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.

(gambar kelompok virus)

BERBAGAI VIRUS YANG MERUGIKAN

1. Pada Bakteri :
1.1. Bakteriofage.

2. Pada Tumbuhan :
2.1. Virus TMV (Tabacco Mozaik Virus) penyebab mozaik pada daun
tembakau.
2.2. Virus Tungro: penyebab penyakit kerdil pada padi. Penularan virus
ini dengan perantara wereng coklat dan wereng hijau.
2.3. Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) menyerang tanaman
jeruk

3. Pada Hewan :
3.1. Virus NCD (New Castle Disease) penyebab penyakit tetelo pada
ayam dan itik.

4. Pada Manusia :
4.1. Virus Hepatitis, penyebab hepatitis (radang hati), yang paling
berbahaya adalah virus Hepatitis B.
4.2. Virus Rabies >> penyebab rabies
4.3. Virus Polio >> penyebab polio
4.4. Virus Variola dan Varicella >> penyebab cacar api dan cacar air
4.5. Virus Influenza >> penyebab influensa
4.6. Virus Dengue >> penyebab demam berdarah
4.7. Virus HIV >> penyebab AIDS

Cara pencegahan penyakit karena virus dilakukan dengan tindakan vaksinasi. Vaksin pertama yang ditemukan oleh manusia adalah vaksin cacar, ditemukan oleh Edward Jenner (1789), sedangkan vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam menanggulangi penyebab polio. Manusia secara alamiah dapat membuat zat anti virus di dalam tubuhnya, yang disebut Interferon, meskipun demikian manusia masih dapat sakit karena infeksi virus, karena kecepatan replikasi virus tidak dapat diimbangi oleh kecepatan sintesis interferon.

Di dalam klasifikasi, ganggang biru digolongkan kedalam Divisio Cyanophyta.

CIRI-CIRI UMUM:
- tipe sel: sel Prokariotik (sama dengan bakteri)
- Uniseluler dan Multiseluler
- Memiliki pigmen fikosianin
- Klorofil tidak di dalam kloroplas, tetapi tersebar di seluruh sitoplasma

HABITAT
- Perairan (terutama perairan tawar) dan tempat-tempat lembab.
- Mampu hidup pada perairan dengan suhu sampai 85 derajat C (sumber air panas) sehingga Ganggang Biru merupakan salah satu vegetasi perintis.

Gbr. Nostoc

CONTOH SPESIES

1. Alga biru uniseluler
- Chroococcus -> hidup di air/kolam yang tenang
- Gloeocapsa -> hidup pada batu atau epifit pada tumbuhan lain

2. Alga biru uniseluler berkoloni
- Polycistis
- Spirulina -> dapat diolah menjadi makanan kesehatan (food
suplement)

3. Alga biru berbentuk benang
- Oscillatoria
- Nostoc commune
- anabaena azollae dan anabaena cycadae bersimbiosis dengan Azolla
pinnata dan Cycas rumphii. Simbiosis Anabaena azollae dnegan Azolla
pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis ini dapat
meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan.

ALKALI

0 komentar
B. Pengertian Alkali
Alkali adalah unsur golongan I A, logam alkali adalah Na dan K. Adapun golongan I A yaitu : 3Li, 11Na, 19K, 37Rb, 55Cs, 87Fr.
Tidak terdapat bebas di udara melainkan sebagai senyawa, dan merupakan ion +1. Sedangkan alkali tanah adalah unsur golongan II A, terdapat senyawa karbonat sulfat, silikat. Logam-logam alkali dapat membentuk basa-basa kuat dan mudah larut dalam air.
a. Sifat-sifat Logam Alkali
1) Merupakan logam yang lunak dan sangat reaktif, mudah bereaksi dengan air sehingga logam alkali tidak ditemukan di alam dalam unsur bebas melainkan dalam bentuk senyawa.
2) Logam-logam alkali mempunyai warna yang khas.
No Unsur Warna Nyala
1 Li Merah
2 Na Kuning
3 K Ungu
4 Rb Merah
5 Cs Biru

3) Logam alkali memiliki satu elektron valensi sehingga sagat mudah melepaskan elektron. Hal ini menyebabkan unsur logam alkali merupakan reduktor kuat.
4) Kereaktifan logam alkali dari atas ke bawah cenderung semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jari-jari atom.
5) Sifat reduktor alkali dari atas ke bawah cenderung semakin bertambah.
6) Logam alkali bereaksi dengan air membentuk basa dan gas H2 menurut reaksi,
2M + 2H2O → 2MOH + H2 (M = logam alkali)

b. Unsur-unsur Golongan I A
logam alkali yang banyak dibicarakan adalah Na dan K. Logam-logam tersebut harus disimpan dalam minyak tanah atau Parafin – Alkali Na / K sebagai cairan pendingin untuk reaktor atom. Aliansi Li / Pb untuk pembungkus kabel lunak.
Na mereduksi litan (IV) Klorida menjadi Titan.
Pembuatan senyawa TEL : Pb + Na + C2H5Cl → Pb (C2H5)4 + NaCl.
NaOH : Digunakan untuk pemurnian bauksit, pulp, dan kertas.
Na2CO3 : Untuk pembuatan kaca, menghilangkan kesadahan.

Bersifat alkali adalah kemampuan air untuk menetralisis asam. pada air biasa, sifat alkali biasanya muncul dalam bentuk karbonat, dan kalsum hydroxides, magnesium dan logam sodium. Tingkat dan jenis dari alkali amat bergantung pada air. Beberapa jenis air dapat dilihat konsentrasi ion karbonatnya, dimana lebih banyak alkalinya daripada ion bikarbonatnya, sehingga air ini akan memiliki pH yang lebih tinggi. Bikarbonat berubah menjadi karbonat jika ia terpanasi sehingga air panas biasanya memiliki kadar pH yang lebih tinggi daripada air dingin.

C. Pengertian Alkali Tanah
Alkali tanah adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan II A pada sistem periodik unsur, yaitu Berilium, Magnesium, Kalsium, Strontium, Barium, dan Radium. Logam alkali tanah juga dapat membentuk basa, tetapi lebih lemah dibandingkan dengan logam alkali. Logam alkali tanah sukar larut dalam air. Unsur-unsur golongan II A umumnya mudah ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak larut. Sehingga dinamakan logam alkali tanah. Golongan II A disebut golongan alkali tanah karena dapat membentuk basa kuat dan ditemukan di dalam tanah dalam bentuk mineral batuan pada kulit bumi.
a. Sifat-sifat Unsur Alkali Tanah
 Sifa-sifat unsur golongan alkali tanah hampir sama dengan unsur-unsur golongan alkali tetapi kurang relatif jika dibanding dengan unsur alkali.
 Memiliki jari-jari yang lebih kecil tetapi memiliki harga energi ionisasi yang lebih besar dibandingkan unsur alkali.
 Mempunyai titik didih dan titik leleh yang lebih tinggi karena memiliki ikatan logam yang lebih kuat. Hal ini disebabkan karena jumlah elektronnya lebih banyak dibandingkan dengan unsur alkali.
 Logam alkali tanah (kecuali Be) bereaksi dengan air membentuk basa dengan gas H2.
 Basa yang terbentuk dari logam alkali tanah kurang kuat dibanding dengan basa yang terbentuk dari logam alkali.
 Kelarutan senyawa-senyawa logam alkali tanah unik dan beraneka ragam.

b. Unsur-unsur Golongan II A
Terdapat sebagai senyawa karbonat, sulfat, silikat, dsb.
Be : Beril (3BeSiO3, Al3 (SiO3)3)
Mg : Magnesit MgCo3, garam inggris/garam Epson MgSO4, 7H2O dolomit MgCo3
Ca : Gamping CaCo3, gips CaSO4, 2H2O
Sr : Stromsianit BaCo3, barit BaSO4
Ra : Sebagai zat radioaktif

Kegunaan :
Be : Aliansi dengan Cu tahan terhadap air laut
Mg : Aliansi dengan Al, Zn dan Mn ringan dan lunak, dipakai konstruksi kapal terbang, mesin-mesin dan alat rumah tanggga.
Ca : Dalam tubuh untuk proses pembentukan darah dan pembentukan tulang.
Sr & Ba : Sangat jarang dipakai, karena reaktif sekali terhadao oksigen, biasanya digunakan dalam industri baja.

c. Keberadaan Unsur Alkali Tanah dan Cara Pembuatannya
Seperti halnya unsur golongan alkali, unsur alkali tanah tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas di alam, hal ini disebabkan unsur alkali mempunyai dua elektron valensi sehingga sangat mudah bereaksi dengan unsur lain.
No Unsur Sumber
1 Be Beril (3BeSiO3, Al3 (SiO3)3)
2 Mg Magnesit (MgCo3), Kiserit (MgSO4), dan Dolomit (CaCo3)
3 Ca Batu kapur, Gips (CaSoO4, 2H2O), Air Sadah
4 Sr Bijih Stonstianit (SrCo3), Selestit (SrSO4)
5 Ba Bijih Barit (BaSO4), Witerit (BaCo3)
6 Ra Bijih Pitcblenda

Logam-logam golongan alkali tanah dapat diperoleh melalui elektrolisis lelehan garam-garam terutama garam Klorida.
d. Kegunaan Golongan Alkali Tanah
No Unsur Senyawa Kegunaan
1 Be - Untuk bahan pegas, kunci pas, obeng, pada reaktor nuklir dipakai sebagai moderator neutron.
2 Mg - Magnalium sebagai bahan bodi pesawat terbang. Untuk lampu kilat fotografi. Untuk pencegahan korosi besi.
3 Ca MgO (Magnesia)
Mg (OH)2
Mg SO4
CaO
CaSO4 (Gips)
CaOCl2
Ca (OCl) Bata tahan panas
Antasid untuk obat mag
Garam Inggris untuk obat cuci perut
Kapur tohor untuk pengering
Penyambung tulang
Untuk membuat gas karbit
Kapur klor untuk pengelantang
4 Sr Sr (NO3)2
BaSO4
BaCl2 Batu gamping, marmer untuk bahan bangunan
Bahan cat
Untuk warna merah pada kembang api
Ba BaCO3 Bahan cat

Wednesday, November 25, 2009

PENDIDIKAN PADA MASA ABBASIYAH

1 komentar
I. PENDAHULUAN
Kekuasaan dinasti Bani Abbasiyah merupakan khalifah yang melanjutkan kekuasaan dinasti Ummayah. Dinasti Abbasiyah merupakan kekuasaan yang didirikan oleh keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Yaitu Abdullah Al-Saffan Ibn Muhammad Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Al-Abbas. Pada dinasti Abbasiyah mencapai masa keemasan islam. Pada masa itu islam mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban, dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, di tambah lagi dengan banyaknya penerjemah buku-buku bahasa asing ke bahasa arab, dan melahirkan tokoh-tokoh intelektual muslim.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Masa keemasan Bani Abbasiyah.
B. Faktor-faktor pendukung masa keemasan.
C. Lahirnya tokoh-tokoh intelektual muslim.
III. PEMBAHASAN
A. Masa keemasan Bani Abbasiyah.
Dari perjalanan dan rentang sejarah, ternyata bani abbas dalam sejarah lebih banyak berbuat dari pada bani Ummayah. Pergantian dinasti Ummayah kepada dinasti Abbasiyah tidak hanya sebagai pergantian kepemimpinan, lebih dari itu telah mengubah, menoreh wajah duniaislam dalam refleksi kegiatan ilmiah. Pengembangan ilmu pengetahuan pada bani Abbasiyah merupakan pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.
Kontribusi ilmu terlihat pada upaya Harun Al-Rasyid (786-809 M) dan putranya Al-Ma’mun (813-833 M) ketika mendirikan sebuah akademi pertama dilengkapi pusat peneropongan bintang. Perpustakaan terbesardan dilengkapi pula dengan lembaga untuk penerjemahan.
a. Khalifah Harun Al-Rasyid (786-809 M)
Khalifah ini dilahirkan di Raiyi pada tahun 145 H, beliau adalah seorang putra dari Al-Mahdi dan Khai Zuran, beliau diangkat sebagai khalifah secara resmi pada tahun 170 H. ketika Harun Al-Rasyid memerintah, negara dalam keadaan makmur, kekayaan melimpah, keamanan terjamin walaupun adajuga pemberontakan. Luas wilayahnya mulai dari afrika utara hingga ,ke India. Pada masanya hidup pula para filosof, punjaga, ahli baca Al-Qur’an,dan para ulama dibidang agama. Didirikan pula perpustakaan yang di beri nama Baitul Hikmah, didalamnya orang-orang dapat membaca, menulis dan berdiskusi.
Keagungan Pemerintah Di Zaman Harun Al-Rasyid.
Pemerintah khalifah Harun Al-Rasyid merupakan pemerintahan yang baik dan terhormat, bersih dan penuh kebijakan serta paling luas daerah pemerintahannya. Beliau adalah seseorang sastrawan pencipta cerita-cerita lama dan syair-syair. Di zaman pemerintahannya itu baitul mal di tugaskan menanggung nara pidana dengan memberikan makanan pada setiap orang.
Penyebab kekhalifahan Harun Al-Rasyid menjadi masyhur adalah naungannya ke atas ilmu pengetahuan, dan mendirikan Baitul Hikmah yang merupakan sebuah institusi kebudayaan dan pikiran cemerlang ketika itu, dan merintis jalan ke arah kebangkitan eropa.
Dan yang paling utama adalah buku “Seribu Satu Malam” yang telah menduduki tempat paling atas dibidang kesusastraan dunia.
b. Al-Ma’mun (813-833
Khalifah Al-Ma’mun lahir pada tahun 170 H / 786 M. bertepatan dengan di angkatnya bapaknya yaitu Harun Al-Rasyid menjadi khalifah Bani Abbasiyahyang ke enam.
Abdullah Al-Makmun diangkat menjadi khalifah Bani Abbasiyah yang ke delapan setelah saudaranya yaitu Al-Amin meninggal dunia. Beliau di lantik oleh khalifah Harun Al-Rasyid, Al-Ma’mun menyandang gelar khalifah pada tahun 198 H. di zaman Al-Ma’mun itu bermulalah kerajaan Tahiriyah, hasil dari pelantikan terhadap Thahir bin Al-Husain sebagai Amir atau pemerintah bagi wilayah Khurrosan pada tahun 205 H. kerajaan Tahiriyah ini berkelanjutan hingga tahun 259 H. di zaman itujuga bermula kerajaan Ziyadiyah hasil pelantikan terhadap muhammad bin Ibrahim As-Ziadi, sebagai Amir di negeri Yaman dan Tihamah pada tahun 203 H untuk menumpaskan golongan Syiah di sana.
Al-Ma’mun merupakan salah seorang tokoh khalifah Abbasiyah yang paling terkemuka, intelektualnya dan kecintaan kepada ilmu pengetahuan serta jasa-jasanya dibidang tersebut yang telah meletakkan dirinya di puncak daftar khalifah-khalifah Abbasiyah. Di Baitul Hikmah beliau mengumpulkan berbagai ilmu pengetahuan asing,dan memerintahkan supaya dibeli dan dikumpulkan untuknya buku-buku karya beberapa bangsa asing, dan memerintahkan supaya diterjemahkan kedalam bahasa arab. Pada zaman itulah muncul filsafat arab yang agung, yaitu Al-kindi yang menulis mengenai beberapa ilmu pengetahuan. Al-Hajaj bin Yusuf bin Matr telah menerjemahkan untuk Al-Ma’mun beberapa buah buku karya Euclidesdan buku Ptolemy.
Di masa kehalifahaan Al-Ma’mun terdapat dua blok kekuatan utama di kerajaan tersebut. Salah satunya adalah lingkungan aristokrasi di istanadan yang lain adalah blok egalitarian dan “Konstitu-Sionalis” yang berdasarkan syari’ah.
Faham yang dianut oleh khalifah Abdullah Al-Ma’mun adalah faham Mu’tazilah, yang mana faham tersebut dijadikan sebagai faham resmi negara. Beliau mengemukakan faham Mu’tazilah sebagai faham resmi negara pada tahun 827 M.
Ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbasiyah yang tidak terdapat di zaman Ummayah antara lain :
1) Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad, pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi jauh dari pengaruh arab. Sedangkan dinasti Bani Ummayah sangat berorientasi kepada arab.
2) Dalam penyelenggaraan negara, kepada masa Bani Abbas ada jabatan wazir, yang membawahi kepala departemen.
3) Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas.
Lembaga-lembaga yang menjalani perkembangan pada masa pemerintahan Bani Abbas diantaranya :
a) Maktab / kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan, dan tulisan dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqh, dan bahasa.
b) Perpustakaan dan akademi, perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis, dan berdiskusi.
B. Faktor-faktor pendukung masa keemasan.
Melihat perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal tersebut sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa arab, baik sebagai bahsa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Ummayah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Di samping itu, kemajuan itu paling tidak, juga terdapat faktor-faktor pendukung antara lain, yaitu :
a. Terjadinya asimilasi antara bangsa arab dengan bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Pengaruh Persia sangat kuat dibidang pemerintahan, selain itu juga berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, matematika, dan astronomi. Sedangkan pengaruh yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.
b. Gerakan terjemah yang berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, pada masa khalifah Al-Mansyur hingga Harun Al-Rasyid, dalam menerjemah karya-karya di bidang astronomi dan mantiq. Fase kedua, berlangsung mulai masa khalifah Al-Ma’mun hingga tahun 300 H. buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas.
C. Lahirnya tokoh-tokoh intelektual muslim.
Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa Harun Al-Rasyid. Dan ada juga gerakan penerjemah sehingga melahirkan tokoh-tokoh islam sesuai dengan keahliannya.
1. Perkembangan Ilmu Naqli
Ilmu Naqli adalah ilmu yang bersumber dari Naqli (Al-Qur’an dan Hadits), yaitu ilmu yang berhubungan dengan agama islam. Ilmu-ilmu itu diantaranya :
a. Ilmu tafsir
Al-Qur’an adalah sumber utama dari agama islam. Oleh karena itu semua prilaku ummat islam harus berdasarkan kepadanya, hanya saja tidak semua bangsa arab memahami arti yang terkandung didalamnya. Maka bangunlah para sahabat untuk menafsirkan.
Ada dua cara penafsiran
1) Tafsir Bil Ma’tsur, yaitu memikirkan Al-Qur’an dengan hadits Nabi.
Mufassir yang masyur dari golongan ini adalah :
- Ibnu Jair At-Thabary dengan tafsirnya sebanyak 30 juta.
- Ibnu Athiyah Al-Andalusi (abu muhammad ibnu Athiyah) 481-546 H.
- As-Suda yang mendasarkan penafsirannya pada ibnu abbas, ibnu mas’ud dan para sahabat yang blain (W. 127 H)
2) Tafsir Bir-Ra’yi, yaitu penafsiran Al-Qur’an dengan mempergunakan akal dengan memperluas pemahaman yang terkandung didalamnya.
Mufassirnya antara lain :
- Abu bakar asma (mu’tazilah) wafat 240 H.
- Abu muslim muhammad bin nashar al-isfahni (mu’tazilah) wafat 322 H.
b. Ilmu Kalam
Yang berjasa dalam menciptakan ilmu kalam adalah kaum mu’tazilah, karena mereka adalah pembela gigih terhadap islam dari serangan yahudi, nasrani dan wasani. Diantara pelopor dan ahli ilmu kalam yang terbesar adalah
- Washil ibn Atho
- Abu Hasan Al-Asyari
- Imam Ghazali
- Abu Husain Al-Allaf
c. Ilmu Tasawuf
Ilmu tasawuf adalah salah satu ilmu yang tumbuh dan matang pada zaman Abbasiyah. Bersamaan dengan lahirnya ilmu Tasawuf muncul pula ahli-ahli dan ulama-ulamanya, antara lain adalah :
- Al-Qusyairy (W 465 H) kitab beliau yang terkenal adalah Al-Rissalatul Qusy Airiyah.
- Syahabuddari, yaitu Abu Hafas Umar Ibn Muhammad Syahabuddari Sahrowardy, (W. 632 H) kitab karangannya adalah Awariffu Ma’arif
- Imam Ghazali (W. 502 H) kitab karangannya antara lain : Al-Basith, Maqasidul, Falsafah, Al-Manqizu Minad Dholal, Ihya Ulumuddari, Bidajatul Hidayah, Jawahirul Qur’an, dan lain-lain.
d. Ilmu bahasa
Pada masa Bani Abbasiyah, ilmu bahsa tumbuh dan berkembang dengan suburnya, karena bahasa arab semakin dewasa dan menjadi bahasa internasional. Ilmu bahasa memerlukan suatu ilmu yang menyeluruh, yang di maksud ilmu bahasa adalah Nahwu, Sharafi, Ma’ani, Bayan, Bad’arudh, Qamus, dan Insya.
Diantara ulama-ulama yang termasyhur adalah :
- Sibawaihi (W. 153 H)
- Muaz Al-Harro (W. 187 H) mula-mula membuat Tashrif.
- Al-Kasai (W. 190 H) pengarang kitab tata bahasa.
- Abu Usman Al-Maziny (W. 249 H), karangannya banyak tentang Nahwu.
e. Ilmu Fiqh
Zaman Abbasiyah yang merupakan zaman keemasan tamadun islam telah melahirkan ahli-ahli hukum (Fuqoha) yang tersohor dalam sejarah islam dengan kitab-kitab fiqh (hukum).
- Ahli hadits adalah aliran yaitu : aliran hadits dan ra’yi pemuka dari aliran ini adalah imam Malik dengan pengikutnya, pengikut imam Syafi’i, pengikut Sufyan, dan pengikut imam Hambali.
- Ahli ra’yi adalah aliran yang mempergunakan akal dan fikiran dan menggali hukum. Pemuka aliran ini adalah Abu Hanifah dan teman-temannya fuqaha dari irak.
2. Perkembangan Ilmu Aqli
Ilmu Aqli adalah ilmu yang didasarkan kepada rasio, ilmu yang tergabung ilmu ini kebanyakan di kenal ummat islam berasal dari terjemahan asing.
a. Ilmu kedokteran
Ilmu ini mulai mendapatkan perhatian ketika khalifah Al-Mansyur dari bani Abbas menderita sakit pada tahun 765 M, orang-orang yang terkenal sebagai dokter islam antara lain.
- Al-Razi (865-925 M) yang terkenal di dunia barat dengan sebutan Rozes. Salah satu karangannya yang termasyhur adalah “campak dan cacar” dan bukunya yang termasyhur lainnya “Al-Hawi”.
- Ibnu Sina
Beliau menulis ensiklopedinya tentang ilmu kedokteran yang kemudian terkenal dengan nama Al-Qanun Fi Al-Thif, dan bukunya “Al-Qanun Fi Al thif” dianggap sebagai himpunan perbendaraan ilmu kedokteran. Penulis barat menjuluki Ibnu Sina sebagai “Bapak dokter’
b. Ilmu Filsafat
? Al-Kandi
Al Kandi terkenal dengan sebutan ‘Filosuf Arab”. Beliau menganut aliran mu’tazilah dan kemudian belajar filsafat.
Al-Nadim dan Al-Dafthi menyebutkan karangan Al-Kandi sebanyak 238 buah yangb berisi filsafat, logika, ilmu hitung, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, optik, ilmu matematika, dan lain sebagainya.
? Al-Farabi
Karangan Al-Farabi hanya berupa risalah (karangan pendek) jadi banyak karangannya tapi banyak juga yang tidak di kenal. Karangannya adalah :
a) Aghradh Ma Ba’da Al-Thabi’ah
b) Al-Jam’u Baina Ra’yi Al-Hakimin
c) Tahsil Al Sa’adah
d) Uyun Al-Masail
e) Ara’u Ahli Al-Madariyah Al-Fadhilah
f) Insha’u Al-Alum
? Al-Ghazali
Ia mengarang buku “Maqasid Al-Falasifah” yang menjelaskan pemikiran-pemikiran filsafat, terutama menurut Ibnu Sina, kemudian ia mengeritik dan menghancurkannya dengan bukunya “Tahaf’ut Al-Falsifah” (kekacauan para filosof). Karangannya yang lain adalah Ihya Ulumuddin.
? Ibnu Rusyd
Dalam bidangan kedokteran terdapat 16 jilid buku yang bernama “Kulliyat Fi Al-Thif” (aturan umum kedokteran) dalam ilmu hukum beliau mengarang Bidyat Al-Mujtahid.
D. KESIMPULAN
Dari beberapa permasalahan yang diuraikan diatas dapat kita simpulkan bahwa Bani Abbasiyah merupakan penerus Bani Ummayah peda masa ini, islam mencapai puncak keemasan dan mengalami kejayaan di berbagai bidang, baik intelektual, ekonomi, dan kekuasaan yang telah melahirkan berbagai ahli ilmu pengetahuan.
Keberhasilan tersebut tentunya terdapat faktor-faktor yang menyebabkannya keberhasilan tersebut.
E. PENUTUP
Demikian makalah yang disusun oleh penulis dengan judul “Masa Keemasan Islam Bani Abbasiyah” guna mencapai tugas mata kuliah SEJARAH PERADABAN ISLAM I yang diampu oleh Bapak Rikza Chamami, M.Si. penulis sadar akan kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu demi kesempurnaan makalah ini, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga makalah yang disusun penulis dapat bermanfaat bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri. Amin…
DAFTAR PUSTAKA
Thohir Ajid, Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam, Jakarta : Raja Garafindo Persada, 2004.
Mufrodi Ali, Islam Di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997.
Yatim Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003.
Armstrong Karen, Islam : ASHORT HISTORY Sepinta Sejarah Islam, Yogyakarta : Ikon Teralitera, 2002.
Sunanto Musyrifah, Sejarah Islam Klasik, Jakarta : Prenanda Media, 2003.
Syalabi, Sejarah Dan Kebudayaan Islam 3, Jakarta : Al-Husna Zikra, 1997.

PATNER

Blogs Directory

Followers