Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Friday, January 21, 2011

Macam-Macam Media Pertumbuhan

4 komentar

A. Berdasarkan sifat fisik

1. Medium padat

adalah media yang mengandung agar 15 % sehingga setengah dingin media menjadi padat.

2. Medium setengah padat

adalah media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair.

3. Medium cair

adalah media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah Nutrient Broth dan Lactose Broth.




B. Medium berdasarkan komposisi

1. Medium sintesis

adalah media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takaranya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar.

2. Medium semi sintesis

adalah media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti, misalnya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar, dekstrosa dan ekstrak kentang.

3. Medium non sintesis

adalah media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar.


C. Medium berdasarkan tujuan

1. Media untuk isolasi

adalah media yang mengandung semua senyawa esensial untuk pertumbuhan mikroba, misalnya Nutrient Broth.

2. Media selektif/ penghambat

adalah media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan.

3. Media diperkaya (enrichment)

adalah media yang mengandung komponen dasar untuk pertumbuhan mikroba dan ditambah komponen kompleks seperti darah, serum, kuning telur.

4. Media untuk peremajaan kultur

5. Media untuk menentukan kebutuhan nutrisi spesifik

Adalah media yang digunakan untuk mendiagnosis atau menganalisis metabolisme suatu mikroba.

6. Media untuk karakterisasi bakteri

7. Media diferensial

adalah media yang digunakan mengidentifikasi mikroba dari campurannya berdasar karakter spesifik yang ditunjukan pada media diferensial misalnya TSIA (Triple Sugar Iron Agar).

ARTIKEL DISARANKAN

Wednesday, December 29, 2010

Plasmophora viticola

0 komentar
Plasmophora viticola merupakan jamur yang hidup pada tumbuhan tingkat tinggi. Plasmophora viticola hidup dalam jaringan daun anggur (Vitis vinifera), dari miseliumnya keluar haustorium untuk menghisap zat-zat dari sel yang hidup. Miseliumnya dapat tumbuh keluar melalui stomata daun anggur, lalu menghasilkan sporangium bercabang-cabang yang menghasilkan zoospora. Sporangium dapat lepas dari tangkainya dan disebarkan oleh angin, lalu jatuh pada daun lain. Jika di daun tersebut ada tetes air, sporangium dapat mengeluarkan zoospora berflagel 2 yang heterokon. Dengan gerak kemotaksis spora berkumpul pada stoma, berkecambah dan memasukkan miseliumnya ke dalam jaringan daun. Oogonium terdiri atas ujung hifa yang membesar dan membulat. Anteridium berupa tonjolan-tonjolan yang berbentuk buluh. Kedua alat itu terpisah dari seluruh miselium lainnya oleh sekat. Oogonium mengandung inti di tengah dan inti-inti yang lain tersusun dalam lingkaran mengelilingi inti pusat. Anteridium lalu mengeluarkan tonjolan dan masuk ke dalam oogonium yang membuka di ujungnya. Satu inti anteridium yang masuk ke dalam oogonium bersatu dengan inti pusat oogonium. Zigot melakukan pembelahan reduksi, berkecambah, dan membentuk benang-benang miselium yang nantinya menghasilkan zoosporangium.


Klasifikasi Plasmophora viticola

Regnum : Plantae
Divisio : Thallophyta
Subdivisio : Fungi
Classis : Phycomycetes
Ordo : Oomycetales
Familia : Peronosporaceae
Genus : Plasmophora
Species : Plasmophora viticola

ARTIKEL DISARANKAN

Sunday, November 21, 2010

Vertebrata

1 komentar
Hewan-hewan yang tergolong ke dalam subfilum vertebrata memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki rangka-sumbu tubuh yang terdiri atas ruas-ruas tulang belakang.

2. Ada otak yang terlindung di dalam tengkorak kepala (kranium).

3. Tubuh terbagi atas : kepala, leher, badan dan ekor. Leher dan ekor tidak mutlak secara morfologis.

4. Tubuh terbungkus kulit yang merupakan jaringan epitel yang terstrafikasi.

5. Kulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian dalam).

6. Rangka (skelet) berada di dalam tubuh, terbentuk dari tulang atau rawan. Pada rangka melekat otot rangka yang berfungsi sebagai penggerak rangka tersebut atau bagian-bagiannya.

7. Alat saluran pencernaan lengkap, terletak di sebelah ventral vertebral column.

8. Di ujung anterior saluran pencernaan ada mulut yang bersisi lidah dan gigi. Sementara di ujung posterior badan terdapat anus.

9. Alat pernapasan berupa insang untuk yang hidup di air dan paru-paru untuk yang hidup di darat.

10. Sistem peredaran darah berkembang dengan baik, terdiri atas jantung dan pembuluh-pembuluh darah.

11. Sistem pengeluaran (ekskretori) terdiri atas sepasang ginjal.

12. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang yang meruapkan pusat sensor dan gerak.

13. Memiliki kelenjar-kelenjar buntu yang menghasilkan hormon tertentu. Hormon berfungsi sebagai pengatur proses-proses biokimia pertumbuhan dan reproduksi.

14. Organ kelamin (penghasil gamet) biasanya berpasangan, kecuali pada kelompok-kelompok tertentu terjadi modifikasi dan degradasi. Umumnya, hewan-hewan vertebrata memiliki kelamin tunggal (unisexsual), dengan pengecualian yang amat langka, ada pula yang hermaprodit.


Vertebrata terdiri atas 7 kelas yaitu

a. Kelas Agnatha

Bentuk seperti ikan tetapi belum memiliki sirip-sirip yang berpasangan. Karena mirip ikan, hewan-hewan dari kelompok ini sering disebut "fish like vertebrate". Rangka tubuh terbentuk dari tulang rawan. Celah faring ada lima atau lebih. Mulut dan lubang hidung menghadap kearah vertal tubuh. Jantung terdiri atas dua ruang, satu atrium dan satu ventrikel.


b. Kelas Chondrichthyes

Memiliki rang yang dapat digerakan. Ada insang dalam (internal gill) yang bertahan sampai dewasa. Tubuh, umunya ditutupi sisik. Ada sirip yang berpasangan. Nostril sepasang. Jantung terdiri atas satu aurikel dan satu ventrikel. Rangka dalam terbentuk dari tulang rawan. Rangka kadang mengalami kalsifikasi tetapi tanpa osifikasi. Sisik kalau ada umunnya plakoid. Sisik tersebut dinamakan dentikel, karena sama dengan gigi yang tersusun dari enamel dan dentin dan sifatnya sangat keras tetapi permukaanya halus. Tidak ada gelembung renang. Ada spirake (celah di belakang mata, merupakan modifikasi celah insang). Celah insang terletak di sisi atau di bawah badan. Pada yang jantan ada clasper yang merupakan alat reproduksi, modifikasi sirip ventral.


c. Kelas Osteichthyes

Memiliki sahang yang dapat digerakan. Ada insang dalam yang bertahan sampai dewasa. Tubuh umunya ditutupi sisik. Ada sirip yang berpasangan. Nostril sepasang. Jantung terdiri atas satu aurikel dan satu ventrikel. Tubuh ditopang oleh rangka dalam yang terbentuk dari zat tulang (bony skeleton). Mulut biasanya terletak pada posisi terminal (ujung). Ada gelembung renang. Ruang insang biasanya tertutup operkulup dari zat tulang.

d. Kelas Amphibia

Kulit lunak, lembab, tidak bersisik/berbulu, dan banyak memiliki kelenjar. Jantung terdiri atas 2 atrium dan 1 ventrikel. Tidak memiliki sistem pengatur suhu tubuh.

e. Kelas Reptilia

Kulit kering, tidak berbulu atau berambut dan biasanya terbungkus oleh sisik epidermal. Bernapas menggunakan udara bebas dengan paru-paru. Sekat antar ventrikel belum sempurna, kecuali pada bangsa Crocodilia. Memiliki tulang osipital kondil. Ada tungkai yang berkembang dengan baik. Rahang bawah tersusun atas beberapa tulang dan berhubungan dengan tengkorak lewat tulang kuadratum dan sering pula oleh tulang supertemporal, skuamosal atau keduanya. Reproduksi biasanya dengan telur yang bercangkang, tetapi ada kalanya telur tersebut tetap di dalam oviduck induknya dan anak lahir dalam keadaan hidup.

f. Kelas Aves

Berdarah panas dengan jantung beruang empat. Rahang bawah berartikulasi dengan tengkorak lewat tulang kuadratum. Tubuh tertutup bulu. Tidak bergigi. Reproduksi dengan cara bertelur, telur memiliki cangkang keras. Tungkai depan berubah menjadi sayap, untuk terbang.

g. Kelas Mammalia

Rahang bawah berartikulasi langsung dengan tulang squamosa. Rahang tersusun dari pasangan tulang tunggal. Memiliki tiga osikula telinga tengah : malleus, incus, dan stapes. Diafragma antara rongga abdomen dan rongga dada sepenuhnya berotot. Sel darah merah tidak berinti. Lengkung aorta kanan absen. Rambut epidermal biasanya ada, setidaknya pada masa embrio. Ada kelenjar susu pada hewan mammalia betina.

 ARTIKEL DISARANKAN

Saturday, November 20, 2010

Macam-Macam Gerak Morfogenik Pada Perkembangan Embrio Awal

0 komentar



Macam-macam gerak morfogenik pada perkembangan embrio awal.

1. Invaginasi

Yaitu penonjolan ke dalam dari suatu lapisan sel. Contoh : pembentukan arkenteron pada Amphioxus.

2. Evaginasi

Yaitu penonjolan ke luar dari suatu lapisan sel. Contoh : Eksogastrulasi.

3. Involusi

Yaitu gerakan membelok dari suatu lapisan luar yang tumbuh meluas sehingga lapisan ini masuk ke dalam dan meluas pada permukaan dalam. Contoh : perpindahan lapisan luar yang masuk melalui Blastoporus pada Aphibia.

4. Epiboli

Yaitu gerakan dari suatu lapisan sel pada suatu permukaan (ektoderm). Contoh : perluasan ektoderm amphibia menuju blastophorus.

5. Ingresi

Yaitu gerakan migrasi sel-sel secara individual dari suatu permukaan masuk ke suatu area tertentu. Contoh : Pembentukan mesenkim primer pada blastula bulu babi.

6. Delaminasi

Yaitu Pemisahan suatu lapisan sel menjadi 2 atau lebih lapisan yang terletak paralel. Contoh : Pembentukan hipoblast primer pada embrio aves.

7. Gerakan Amoeboid

Yaitu gerakan sel-sel secara individual.

Tuesday, November 16, 2010

Klasifikasi Reptil

0 komentar
Kelas Reptil dibagi menjadi 3 ordo yaitu :

1. Ordo Chelonia

Ciri khas dari anggota ordo Chelonia yaitu mempunyai cangkang. Contoh dari ordo chelonia yaitu penyu. Sistem pencernaanya dimulai dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan kloaka. Sistem ekskresi terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih dan kloaka.


2. Ordo Squalmata

Ordo Squalmata terdiri atas 2 sub ordo yaitu Lacertilia dan Ophidia.

a. Lacertilia

* Mempunyai ekor yang berfungsi untuk keseimbangan ketika berlari.
* Pada beberapa anggota lacertilia seperti cicak dapat memutuskan ekornya ketika dalam keadaan berbahaya.
* Mempunyai lidah panjang dapat dijulurkan.
* Mempunyai gigi yang berfungsi untuk menjepit mangsa.
* Sistem pencernaannya dimulai dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan kloaka.
* Sistem respirasinya terdiri atas hidung, rongga hidung, trakea, bronkus, bronkeolus, dan alveolus.
* Anggota dari lacertilia memiliki jantung yang terdiri atas 4 ruangan.
* Sistem ekskresinya terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, kloaka.
* Contoh dari Lacertilia yaitu kadal.


b. Ophidia

* Bersisik
* Tidak mempunyai kaki
* Mempunyai uertebrate yang panjang.
* Tidak mempunyai telinga, tetapi mempunyai organ jacobson.
* Tidak mempunyai tulang dada, sisik elastis, esofagus besar, rahang tidak menyatu, lambung besar, otot elastis, dan hanya memiliki satu paru-paru.
* Contoh dari Ophidia yaitu Ular.


3. Ordo Crocodile

* Ordo terdiri dari 4 ruangan.
* Ciri khas dari anggota crocodile yaitu kulitnya mengandung lempeng zat tanduk.
* Contoh dari anggota crocodile yaitu buaya.


ARTIKEL DISARANKAN

Monday, November 15, 2010

Macam-Macam Bentuk Bakteri

0 komentar
Menurut Mclaren dan Rotundo (1990: 242) berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu bulat (coccus), batang (bacillus), dan spiral (spirillum).


A. Bentuk bulat (Coccus)

1. Diplococcus, yaitu bakteri tergabung secara berpasangan dua-dua.

2. Staphylococcus, yaitu bakteri berkelompok membentuk seperti buah anggur.

3. Streptococcus, yaitu bakteri yang membentuk rantai.

4. Sarcina, yaitu bakteri berkelompok membentuk kubus.


A. Bentuk batang (Bacillus)

1. Diplobacillus, yaitu bakteri tergabung secara berpasangan.

2. Streptobacillus, yaitu bakteri tergabung membentuk pita yang panjang.


C. Bentuk Spiral (Spirillum)

1. Spirillum, yaitu bakteri tunggal dengan flagela.

2. Spirochete, yaitu bakteri tunggal tanpa flagela.

Nah itulah macam-macam bentuk bakteri menurut Mclaren dan Rotundo.

Saturday, November 13, 2010

Bagian-Bagian Bunga Majemuk

1 komentar
A. Bagian yang sifatnya seperti batang atau cabang.

1. Ibu tangkai bunga (pedunculus).

Merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk. Ibu tangkai ini dapat bercabang, dan cabang-cabangnya bercabang lagi, dapat pula sama sekali tidak bercabang.

2. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.

3. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga, yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.


B. Bagian bunga yang bersifat seperti daun.

1. Daun-daun pelindung (bractea), yaitu bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.

2. Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.

3. Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar.

4. Daun-daun pembalut (bractea involucralis, involucrum), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran.

5. Kelopak tambahan (epicalyx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau, tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak.

6. Daun-daun kelopak (sepalae).

7. Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae).

8. Daun-daun tenda bunga (tepalae), jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya.

9. Benang-benang sari (stamina).

10. Daun-daun buah (carpella).


ARTIKEL DISARANKAN

Thursday, November 11, 2010

Klasifikasi Amphibi

1 komentar
Klasifikasi Amphibi
Kelas Amphibi dibedakan menjadi 3 ordo, yaitu:

a. Ordo Anura

Anura berasal dari kata An yang berarti tidak dan Ura yang berarti ekor, jadi Anura adalah kelompok amphibi yang anggotanya tidak mempunyai ekor. Biasanya tubuhnya terdiri atas kepala yang langsung menyatu dengan badan, tanpa memiliki ekor. Contohnya yaitu katak.

b. Ordo Apoda

Apoda berasal dari kata A yang berarti tidak dan Poda yang berarti Kaki, jadi Apoda adalah kelompok amphibi yang anggotanya tidak memiliki kaki. Tubuh terdiri atas kepala + badan + ekor.

c. Ordo Urodela

Urodela berasal dari kata Uro yang berarti ekor dan Dela yang berarti panjang/jelas, jadi Urodela adalah kelompok amphibi yang anggotanya memiliki ekor yang panjang. Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan ekor. Contohnya Salamender.

ARTIKEL DISARANKAN

Sunday, October 31, 2010

Macam-Macam Bakal Buah

0 komentar
Hayo siapa yang tahu apa itu bakal buah..??

Yupz..Bener banget. Bakal buah atau yang sering disebut ovarium adalah bagian putik yang membesar, dan biasanya terdapat di tengah-tengah dasar bunga. Di dalam bakal buah terdapat calon biji atau bakal biji (ovulum), yang bakal biji itu teratur pada tempat-tempat tertentu dalam bakal buah tadi.

Berdasarkan jumlah ruang yang terdapat dalam suatu bakal biji, bakal buah dapat dibedakan dalam :

a. Bakal buah beruang satu (unilocularis).

b. Bakal buah beruang dua (bilocularis).

c. Bakal buah beruang tiga (trilocularis).

d. Bakal buah beruang banyak (multilocularis).


Berdasarkan letaknya terhadap dasar bunga, bakal buah dibedakan menjadi :

a. Bakal buah menumpang (superus).

b. Bakal buah setengah tenggelam (hemi inferus).

c. Bakal buah tenggelam (inferus).


Nah itulah macam-macam bakal buah berdasarkan jumlah ruang dan letaknya.

ARTIKEL DISARANKAN

PATNER

Blogs Directory

Followers