Tuesday, July 6, 2010

Laporan Praktikum Gerak Pada Tumbuhan (Iritabilitas)

2 komentar

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap makhluk hidup (organisme) mampu menerima dan menanggapi rangsangan yang disebut iritabilitas. Salah satu bentuk tanggapan yang umum dilakukan berupa gerak. Gerak adalah perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan.

Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan, antara lain: cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan. Pada tumbuhan, rangsangan disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.

Tumbuhan bereaksi terhadap perubahan lingkungan dengan perwujudan yang tampak antara lain pada pertumbuhannya. Respon terhadap perubahan lingkungan yang diwujudkan sebagai pertumbuhan mengakibatkan bagian tertentu lebih cepat tumbuh dibandingkan yang lainnya. Respon ini dapat menghasilkan gerak yang nyata walaupun umumnya lebih lambat dari pada gerak nasti. Di antara gerak akibat tumbuh yang dikenal adalah gerak tropisme. Arah gerak tumbuhan karena rangsang cahaya disebut fototropisme.


Fototropisme yang dilakukan tumbuhan inilah yang kemudian ingin dilihat dalam percobaan ini. Percobaan kali ini menggunakan tumbuhan yang menggunakan median air dan menempatkannya pada tempat yang mendapatkan rangsangan cahaya matahari. Kemudian melihat gerak tumbuhan yang akan dipengaruhi oleh rangsangan cahaya yang berasal dari berbagai arah. Kemudian akan dilihat gerak tumbuhan yang menjauhi atau mendekati arah rangsangan yang ada. Fototropisme yang merupakan gerak tumbuhan akibat adanya rangsangan cahaya oleh cahaya matahari inilah yang melatarbelakangi dilakukannya percobaan kali ini.

B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui arah gerak tumbuhan yang diletakkan di tempat yang gelap.

BAB II. METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu diadakan pada:

Hari/tanggal : Senin /14 Juni 2010 Sampai Senin/21 Juni 2010.

Waktu : Pukul 9.00 s.d. selesai.

Tempat : Laboratorium Tadris Biologi lantai II Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung.

B. Alat dan Bahan

Adapun dalam praktikum ini menggunakan alat berupa karet gelang, koran bekas, plastik dan bahan yang digunakan berupa biji jagung.

C. Cara Kerja

1. Membuat media untuk meletakkan biji jagung dengan cara 2 lembar koran yang sudah dibasahi diletakkan diatas plastik. Kemudian letakkan biji jagung di atas koran yang telah dibasahi.

2. Kemudian tutup lagi dengan 3 lembar koran yang sudah dibasahi.

3. Gulung seperti pipa dan pada kedua ujung diikat dengan karet.

4. Meletakkan ditempat yang gelap.

5. Mengamati selama beberapa hari.

BAB III. HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

A. Hasil praktikum

B. Pembahasan

Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia. Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak memerlukan adanya pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya). Gerak dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus).

Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan, antara lain: cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan. Pada tumbuhan, rangsangan disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.

Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu:

1. Gerak higroskopis

Gerak higroskopis adalah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya: gerak membukanya kotak spora, pecahnya buah tanaman polong.

2. Gerak etionom

Gerak etionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak etionom disebut juga gerak esionom.

Gerak etionom merupakan reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak taksis, tropisme, dan nasti. Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan maka disebut gerak tropisme. Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan maka disebut gerak taksis. Jika gerakan itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut gerak nasti (Anonim, 2008).

a. Gerak tropisme

Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsang dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang. Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropism, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme (Anonim, 2008).

Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok ke arah datangnya cahaya.

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air (hidro = air). Jika gerakan itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh bergerk menuju tempat yang banyak airnya ditanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut hidrotropisme negatif. Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.

Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannya mendekati zat kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Misalnya, gerak akar menuju zat didalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia tertentu disebut kemotropisme negatif, contohnya gerak akar menjauhi racun.

Gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan sentuhan satu sisi atau persinggungan disebut trigmotropisme. Gerakan ini tampak jelas pada gerak membelit ujung batang ataupun ujung sulur dari Cucurbitaceae dan Passiflora. Contoh tanaman yang bersulur adalah ercis, anggur, markisa, semangka, dan mentimun.

b. Gerak Nasti

Gerak Nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang artinya tidak dipengaruhi oleh rangsangan. Jenis gerak nasti dibagi menjadi(Sam Arianto, 2008).

Tigmonosti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang mekanisme berupa sentuhan atau tekanan.Contohnya : menutupnya daun putri malu.

Termonasti, gerak nasti karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh : gerak membukanya buka tulip.

Fotonasti, gerak nasti karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh : gerak mekarnya bunga pukul empat, bunga waru, dan bunga kupu – kupu.

Niktinasti, gerak menutup atau rebahnya tumbuhan karena pengaruh gelap atau menjelang malam. Contoh : gerak tidur daun lamtoro pada malam hari.

Nasti Kompleks, gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa factor sekaligus yang saling terikat. Contoh : Membuka dan menutupnya sel pada stomata.

c. Gerak Taksis

Taksis merupakan gerak perpindahan tempat sebagian atau seluruh bagian tumbuhan akibat dari adanya rangsangan (Sam Arianto, 2008).

Macam – macam taksis yaitu : Kemotaksis, gerak taksis yang disebabkan oleh zat kimia. Contohnya pergerakan sel gamet jantan pada tumbuhan lumurt bergerak menuju sel gamet betina. Fototaksis, gerak taksis yang disebabkan oleh cahaya matahari. Contohnya pergerakan ganggang hijau chlamy domonos yang langsung bergerak menuju cahaya yang intensitasnya sedang.

3. Gerak endonom

Gerak endonom yaitu gerak yang belum/tidak diketahui sebabnya. Karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang menggerakkannya gerak otonom, misalnya aliran plasma sel.

Dalam pengamatan, pada hari ke-3 sampai ke-5 biji jagung masih berkecambah. Pada hari ke-7, telah tumbuh daun dan menjadi tanaman jagung. Daun jagung yang diamati tidak berwarna hijau tetapi malah berwarna pucat kekuning-kuningan. Hal ini karena tanaman jagung tersebut disimpan/ diletakkan di tempat yang gelap sehingga tidak terkena cahaya matahari. Batang dan daun tanaman jagung yang diamati tidak tegak lurus, melainkan agak condong karena tanaman tersebut diletakkan didalam lemari, dan tempat untuk meletakkan jagung tersebut tidak terlalu gelap karena sebelah sisi dari lemari terbuat dari kaca. Sehingga cahaya masih dapat masuk ke tempat tersebut walaupun tidak secara langsung. Oleh sebab itu, batang dan daun tanaman jagung tersebut membelok ke arah datangnya cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman jagung tersebut melakukan gerak iritabilitas. Gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya disebut gerak fototropisme. Jika diamati lebih lanjut, tanaman tersebut mendekati arah datangnya cahaya matahari, dan tidak menjauhi datangnya cahaya. Oleh sebab itu, tanaman tersebut melakukan gerak fototropisme positif.

Laporan Praktikum Tentang Tekanan Darah

0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyut jantung, dan disebut tekanan sistol. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastol. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.

B. Tujuan Praktikum

Adapun diadakannya praktikum ini adalah untuk mengukur tekanan darah systole dan diastole.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian. Bahan yang menjadi penyusun darah adalah plasma beserta sel darah sebagai unsur padatnya. Plasma darah terdiri atas: Air : 91,0 %, Protein: 8,0 % (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen), Mineral: 0,9 % (Natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan besi) Volume darah dalam pada orang yang sehat adalah konstan dan mencapai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotik pembuluh darah.
Pada sistem sirkulasi, penyebaran dari darah diatur oleh suatu organ yang memiliki peran khusus sebagai pemompa darah, yaitu jantung. Jantung merupakan organ berotot dan berongga dengan ukuran sebesar kepalan tangan yang berfungsi sebagai pompa yang mampu menimbulkan tekanan terhadap darah yang menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan.
Terdapat istilah untuk jantung dalam mekanisme siklus jantung, yaitu jantung berkontraksi untuk mengosongkan isi dan berelaksasi untuk mengisi. Maksud dari pernyataan tersebut adalah periode yang terjadi pada saat siklus jantung. Ada dua periode dalam siklus jantung yaitu, sistol (kontarksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian). Pada saat diatol, darah dari vena yang masuk ke dalam atrium membuat tekanan pada atrium sedikit lebih besar daripada tekanan yang ada pada ventrikel. Akibat dari perbedaan tekanan tersebut maka katup yang berada diantara atrium dan ventrikel mulai membuka dan darah sedikit demi sedikit mulai mengalir dari atrium ke ventrikel. Hal tersebut mengakibatkan volume ventrikel perlahan-lahan meningkat. Terjadi pula depolarisasi atrium, yaitu kontraksi atrim yang memeras lebih banyak darah ke dalam ventrikel. Pada saat tekanan ventrikel melibihi tekanan aorta katup aorta dipaksa untuk membuka kemudian darah mulai menyemprot. Tekanan aorta meningkat ketika darah dipaksa untuk berpindah dari ventrikel ke aorta.
Sebagian besar pengisian ventrikel harus terjadi pada awal diastol pada saat pengisian cepat. Ketika kecepatan denyut jantung meningkat maka durasi diastol berkurang jauh lebih besar daripada penurunan lama sistol.
Menurut L. Sherwood, tekanan darah adalah gaya yag ditimbulkan terhadap dinding pembuluh dan bergantung pada volume darah yang terkandung di dalam pembuluh dan daya regang. Sedangkan dalam buku lainnya dinyatakan bahwa tekanan darah arterial (tekanan darah) adalah kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah dan tekanan ini berubah-ubah pada setiap tahapan siklus jantung. Laju aliran darah melintasi suatu pembuluh (yaitu, volume darah yang lewat per satuan waktu) berbanding lurus dengan tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi vaskuler. Gradien tekanan adalah perbedaan antara tekanan permulaan dan akhir suatu pembuluh. Faktor lain yang mempengaruhi laju aliran melalui suatu pembuluh darah adalah resistensi yaitu ukuran hambatan terhadap aliran darah. Apabila resistensi meningkat maka gradien tekanan harus meningkat dengan setara agar laju aliran tidak berubah.
Adapula faktor-faktor yang mempertahankan tekanan darah, adalah Kekuatan memompa jantung, Banyaknya darah yang beredar, Elastisitas pembuluh darah,Tahapan tepi.
Jantung memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan O2 dan nutrisi. Aliran darah yang dipompa oleh jantung memberi tekanan pada didnding pembuluh darah. Tekanan ini disebut dengan tekanan darah. Tekanan darah terdiri dari tekanan sistolik, diastolik dan nadi. Tekanan darah sistolik adalah tekanan maksimum yang dikeluarkan pada aorta, yang terjadi saat ventrikel kiri jantung mengalamikontraksi. Tekanan darah diastolik adalah tekanan minimal yang dikeluarkan pada aorta, yang terjadi pada saat ventrikel kiri mengalami relaksasi. Tekanan nadi adalah perbedaan tekanan antara tekanan sistolik dengan tekanan diastolik. Tekanan sistolik normal pada orang dewasa adalah 90-130 mmhg sedangkankan tekanan diastolik normal adalah 60-90 mmHg. Rata-rata tekanan darah pada orang dewasa adalah 120/80 mmHg.
Tekanan darah menggambarkan hubungan antara curah jantung, tahanan pembuluh darah perifer, volume darah dan viskositas darah. Tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, keadaan emosional ( stress ), obesitas, obat-obatan, aktivitas, dll. Apabila terjadi peningkatan aktivitas maka yang akan terjadi adalah terjadi peningkatan curah jantung, tetapi karena vasodilatasi yang berada di otot rangka dan jantung maka persentase darah yang dialirkan ke organ-organ ini meningkat untuk menunjang aktivitas metabolik keduanya. Akibat adanya vasodilatasi pada otot jantung dan otot rangka dan vasokontriksi arteriol pada organ-organ tersebut dan menyebabkan aliran darah ke saluran pencernaan dan ginjal berkurang.
Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, diantaranya lengan atas, lengan bawah, kaki dan paha dengan menggunakan dua metode yaitu metode pengukuran langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan cara memasukkan kateter kedalam arteri radialis, brankhialis atau femoralis dan hasil pengukuran dapat terlihat pada monitor oscilloskop sebagai gelombang. Sedeangkan metode tidak langsung dilakukan dengan auskultasi atau dengan palpasi. Metode auskultasi dilakukan dengan menggunakan stetoskop dan spigmomanometer hingga terdengar bunyi yang mengikuti lima fase korotkoff, yaitu:
Fase 1: bunyi terdengar seperti ketukan yang kuat dan menghentak (tekanan sistolik)
Fase2: bunyi mulai melemah dan terdengar lembut
Fase 3: bunyi berubah menjadi seperti suara bisikan
Fase 4: bunyi melemah seperti tiupan angin dan hyampir tak terdengar
Fase 5: bunyi hilang (tekanan diastolik)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 5 11 Juni 2010 pukul 08.00-09.30 WIB, bertempat di Laboratorium Tadris Biologi Lantai II Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung.
B. Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah manometer
Stetoskop.

C. Cara Kerja

1. Duduklah dengan tenang, letakkan lwengan kiri anda seolah-olah sejajar dengan jantung.
2. Biatlah manset pada lengan atas (kanan atau kiri) yang mengandung arteri brachialis kira-kira 2,5 cm di atas dari sikut anda.
3. Pompalah manset dengan memijit-mijit karet pemompa sehingga manometer air raksa mencatat tekanan kurang lebih 200 mmhg.
4. Tempelkan Stethoscope di atas arteri brachialis dan tekanan darah manset dikurangi perlahan-lahan sampai terdengar adanya suara timbul. Suara pertama kali timbul ini menunjukkan tekanan sistol. Untuk itu perhatikan skala pada manometer sehingga didapatkan nilai tekanan systole.
5. Tekanan manset terus diturunkan, akhirnya suara yang terdengar akan hilang, saat dimana suara hilang menunjukkan tekanan diastole. Perhatikan skla padsa manometer swehingga didapatkan nilai tekanan diastole tersebut.
6. Lakukan pengukuran tekanan darah setelah anda melekukan gerakkan fisik, bandingkan hasilnya dengan keadaan tanpa melekukan gerakan fisik sebelumya.
7. Ulangi sekali lagi pengukuran tersebut sehingga didapatkan tekanan darah rata-rata.

Laporan Praktikum Tentang Uji amonia dan Glukosa dalam Urine

1 komentar
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem ekskresi merupakan sistem yang berperan dalam proses pembuangan zat-zat yang sudah tidak diperlukan (zat sisa) ataupun zat-zat yang membahayakan bagi tubuh dalam bentuk larutan. Ekresi terutama berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran senyawa-senyawa nitrogen. Selama proses pencernaan makanan, protein dicernakan menjadi asam amino dan diabsorpsi oleh darah, kemudian diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk membentuk protein-protein baru. Mamalia memiliki sepasang ginjal yang terletak dibagian pinggang (lumbar) dibawah peritonium. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan mengalir melewati saluran ureter menuju kantung kemih yang terletak midventral dibawah rektum. Dinding kantung kemih akan berkontraksi secara volunter mendorong urine keluar melalui uretra.
Sekarang ini tidak asing lagi dengan kata diabetes melitus. Penyakit ini terjadi karena kadar glukosa dalam urine terlalu tinggi. Dan setiap hari orang harus mengeluarkan berbagai zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui keringat atau urine. Tapi terkadang urine yang dikeluarkan menimbulkan bau yang tak sedap. Oleh sebab itu, dalam praktikum ini menguji kadar glukosa dan amoniak yang terkandung dalam urine.

B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk memeriksa ada kadar glukosa dalam urine dan untuk mengenal bau amonia dari hasil penguraian urea dalam urine.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Sistem Ekskresi
Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat. Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi :
- defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makana yang disebut feses. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidakl diserap usus sel epitel, usus yang rusak dan mikroba usus.
- ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh.
- sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim.
- eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh, baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus).
Sistem ekresi merupakan sistem yang berperan dalam proses pembuangan zat-zat yang sudah tidak diperlukan (zat sisa) ataupun zat-zat yang membahayakan bagi tubuh dalam bentuk larutan. Ekresi terutama berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran senyawa-senyawa nitrogen. Selama proses pencernaan makanan, protein dicernakan menjadi asam amino dan diabsorpsi oleh darah, kemudian diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk membentuk protein-protein baru. Mamalia memiliki sepasang ginjal yang terletak dibagian pinggang (lumbar) dibawah peritonium. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan mengalir melewati saluran ureter menuju kantung kemih yang terletak midventral dibawah rektum. Dinding kantung kemih akan berkontraksi secara volunter mendorong urine keluar melalui uretra. (Tuti kurniati, 2009).
Didalam tubuh vertebrata, asam amino yang berlebihan akan dirombak menjadi amonia dan disekresikan lewat ginjal sebagai senyawa-senyawa ammonium sulfat, ammonium fosfat, urea asam urat atau trimethylamine. Dimana fungsi utama organ eksretori adalah Mempertahankan bahan terlarut yanng sesuai bagi kebutuhan, mepertahankan volume tubuh (kandungan cairan), membuang hasil akhir metabolisme, membuang bahan-bahan asing atau produk metabolisme bahan tersebut.Sebetulnya semua hewan memiliki organ ekskretori. Organ ekskretori dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu: organ ekskretoti umum dan organ ekskretorii khusus. Organ ekskretori umum termasuk yang memiliki struktuur yang menyerupai vakuola denyut (contractil vakuola) dan berbagai tipe dan struktur bersaluran seperti organ nefridia, saluran malpighi dan netron. Organ ekskretori yang khusus termasuk kelenjar garam (pada insang dan kelenjar rektum), insang dan hati pada hewan vertebrata. (Darmadi Goenarso, 2005)
B. Pengertian Ginjal

Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, diantaranya sebagai penyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter ‘sampah’ dan ekstra (kelebihan) air. Sampah dan esktra air ini akan menjadi urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih ini sebelum dikeluarkan pada saat Anda berkemih.
Ginjal merupakan organ yang menyelenggarakan Homeostasis yang terdiri atas bagian Korteks yang berisi Nefron (terdiri dari Glomerulus dan Kapsula Bowman) dan bagian Medula yang berisi Tubulus Ginjal.Ren (ginjal) ada sepasangn dan menempel pada dinding dorsal rongga perut didaerah pinggang. Ginjal terjadi dari metanephros. Dari ren berjalan ureter yang bermuara kedalam vesica urinaria. Vesica urinaria terdapat didalam cavum pelvis. Dari vesica urinaria berjalan satu uerthra yang bermuara keluar, pada orang lelaki pada ujung penis, pada orang perempuan pada dasar vestibulus vaginae. (Radiopoetro, 1996)
Fungsi utama ginjal adalah mengekresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya ammonia. Ammonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam, melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus. Selain itu, ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya vitamin yang larut dalam air; mempertahankan cairan ekstraseluler dengan jalan mengelluarkan air bila berlebihan; serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Sekresi dari ginjal berupa urine.
Hewan yang menekresikan ammoniak dalam bentuk utuh disebut sebagai amonotelik. Ammoniak tidak boleh menumpuk didalam seekor hewan karena senyawa ini sangat toksik. Metabolisme karbohidrat dan lemak yang merupakan dua komponen nutrisi utama pada hewan, akan menghasilkan CO2 dan air sebagai produk “buangan”. CO¬2 dikeluarkan pada saat ekshalasi (menghembuskan nafas) dari paru-paru; sedangkan air dikeluarkan oleh organ ekskretori. Dalam berbagai kejadian, metabolisme menghasilkan air sebagai senyawa berharga, disamping anggapan sebagai bahan buangan. Sebaliknya, metabolisme yang mengandung nitrogen terutama protein dan asam inti hanya sedikit.
Hal ini merupakan sesuatu tantangan bagi hewan karena hewan tidak bisa menyimpan kelebihan asam amino. Asam amino akan diubah menjadi suatu senyawa yang kemudian melalui proses metabolisme menjadi glukosa. (Darmadi Goenarso, 2005)
Metabolisme ini lebih tepat dikatakan sebagai reaksi de-aminasi, yang akan menghasilkan amoniak (NH3). Reaksi deaminasi dapat terjadi langsung atau dapat pula melalui reaksi trans-de-aminasi, dimana satu asam amino diubah menjadi asam amino lain yang kemudian di deaminasi menjadi amoniak.
Serupa dengan hal yang diatas maka bila asam inti (purin atau pirimidin) dipecah, pasti akan dihasilkan amoniak. Karenanya hewan harus menghadapi amoniak (senyawa toksik) yang berbentuk inti. Hewan menanggulangi amoniak dengan salah satu dari tiga cara, yaitu : dengan mengekresikannya secara utuh (tidak diubah); atau dengan mengubahnya keasam urat sebelum diekresikannya. (Darmadi Goenarso, 2005)
Bentuk ginjal seperti kacang merah, jumlahnya sepasang yang terletak dirongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang. Ginjal kan lebih rendah daripada ginjal yang sebelah kiri, karena diatas ginjal sebelah kanan terdapat hati, ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Fungsi ginjal yang utama adalah Mengekresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan obat-obatan, Mengekresikan kelebihan gula dalam darah, Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler, Menngatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam dan basa darah.

C. Pengertian Urine

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Jumlah Urine dipengaruhi oleh: Jumlah cairan yang diminum (Balans cairan), Jumlah garam yang masuk, hormon Antidiuretika (ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis ..postenor. Defisisensi hormon akan menyebabkan penyakit Diabetes ..Insipidus --> jumlah urine yang keluar terlalu banyak
Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat, Ca dan Mg), hormone, zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah kristal kapur).
Terdapat tiga proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine, yaitu:
1. Filtrasi (Penyaringan)
Kapsula bowmen dari dalam malphigi menyaring darah dalam glomelurus yang mengandung air, garam, gula, urea, dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomelurus (Urine Primer). Didalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, misalnya glukosa, asam amino, dan garam-garam.
2. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)
Dalam tubulus kontortus proksimal dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorpsi yang dihasilkan oleh filtrat tubulus (Urine Sekunder) dengan kadar urea yang tinggi.
3. Eksresi (Pengeluaran)
Dalam tubulus kontortus distal, pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak dipergunakan dan terjadi reabsorpsi aktif ion NA+ dan Cl- dan sekresi H+ dan K+. Ditempat ini sudah terbentuk urine yang sesungguhnya yang tidak terdapat glukosa dan protein lagi, selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis.
Dari kedua ginjal, urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (Vesica Urinaria) kemudian melalui uretra, urine dikeluarkan dari tubuh. Hewan yang menghasilkan zat sisa dalam bentuk amonia, urea, dan asam urat, berturut-turut disebut amonotelik, ureotelik, dan urikotelik. (Wiwi Isnaeni, 2006).


BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 18 Juni 2010 pukul 08.00-09.30 WIB, bertempat di Laboratorium Tadris Biologi Lantai II Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung.

B. Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah tabung reaksi, lampu spritus, penjepit dan pipet tetes.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah urine manusia, dan larutan Benedicts.

C. Cara Kerja
Kegiatan 1 : Glukosa Dalam Urine.
1. Didihkan 5 ml benedict's dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan 8 tetes urine dalam larutan tadi dan panaskan lagi selama 1-2 menit, kemudian biarkan sampai dingin.
3. Amati adanya perubahan warna (endapan) yang terjadi, dengan indikator sebagai berikut:
Hijau : Kadar gula 1 %
Merah : Kadar gula 1,5%
Orange : Kadar gula 2%
Kuning : Kadar gula 5%.
Kegiatan 2 : Amonia Dalam Urine.
1. Masukkan 1 ml Urine ke dalam tabung reaksi.
2. Panaskan dengan lampu spritus.
3. Ciumlah bagaimana baunya?

BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Praktikum

Kegiatan 1 : Glukosa Dalam Urine.




Endapan urine berwarna orange setelah dipanaskan.


Kegiatan 2 : Amonia Dalam Urine.




Urine pada saat dipanaskan.

Sunday, July 4, 2010

Sistem Kepartaian dan Pemilihan Umum

0 komentar
Partai adalah sarana yang diperlukan dalam negara demokrasi. Pemilihan umum adalah wahana dalam pelaksanaan demokrasi itu sendiri.

1. Sistem Kepartaian

Berdasarkan pengumuman Presiden Soekarno tanggal 23 Agustus 1945 kepartaian yang dianut adalah sistem satu partai atau partai tunggal. Hal ini nampak bahwa dibentuknya Partai Nasional Indonesia maka pemerintah menekankan bahwa satu-satunya partai yang diakui adalah PNI. Sistem ini kurang mendukung perlaksanaan demokrasi, karena disamping rakyat tidak memiliki jalan lain untuk menyalurkan aspirasinya, sistem ini akan mendorong timbulnya pemerintahan yang diktator atau absolut. Menyadari dampak yang mungkin akan timbul maka pada tanggal 3 November 1945 pemerintah mengeluarkan maklumat tentang pembentukan partai-partai politik, dan sistem kepartaian yang dianut adalah sistem multi partai. Isi maklumat tersebut yaitu :

- Pemerintah setuju adanya partai-partai politik.Karena melalui partai-partai politik semua aliran atau paham yang berkembang dapat diarahkan ke jalan yang teratur.

- Partai-partai politik hendaknya dapat disusun sebelum dilangsungkan pemilihan anggota Badan-Badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1945.

Macam-Macam Bakteri

0 komentar
Berdasarkan jumlah dan letak flagelnya, bakteri dibedakan menjadi :

1. Monotrik, yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel disalah satu ujungnya.

2. Lopotrik, yaitu bakteri yang di salah satu ujungnya memiliki lebih dari satu buah flagel.

3. Amfitrik, yaitu bakteri yang di kedua ujunnya terdapat satu buah flagel atau lebih.

4. Peritrik, yaitu bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.


Berdasarkan cara memperoleh nutrisi, bakteri dikelompokkan menjadi :

1. Bakteri Heterotrof, yaitu bakteri yang membutuhkan sumber karbon dari senyawa organik atau bakteri yang tidak mampu membuat makananya sendiri. Bakteri heterotrof dibedakan menjadi :
a). Bakteri parasit, yaitu bakteri yang bersifat merugikan karena mengambil nutrisi langsung dari inangnya.

b). Bakteri saprofit yaitu bakteri yang memperoleh nutrisi berupa zat organik dari organisme mati atau organisme yang telah mengalami penguraian.

c). Bakteri pantogen yaitu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

2. Bakteri Autotrof, yaitu bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.

PATNER

Blogs Directory

Followers