Friday, November 20, 2009

PENDIDIKAN PADA MASA BANI UMMAYAH

0 komentar
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum W.Wb

Dengan nama Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang, yang telah mengutus Nabi Muhammad S.A.W sebagai pembawa risalah – risalah dakwah untuk disampaikan kepada umatnya. Sebagai suatu jalan yang harus ditempuh oleh umatnya agar selamat di dunia dan akhirat.

Dan alhamdullilah puji syukur kami ucapkankan karena kami telah dapat menyelesaikan makalah “Pendidikan Islam Pada Masa Bani Umayyah”. Kami menyadari bahwa makalah ini belum cukup sempurna sepenuhnya baik dari penulisan , maupun bahasanya. Maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca, demi tercapainya kebaikan makalah ini

Wassalamualaikum Wr.Wb





Penulis





DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I
Pendahuluan 1
BAB II
Latar Belakang Sosial Politik Pada Masa Bani Umayyah 2
Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Masa Umayyah 4
Madrasah Pada Masa Bani Umayyah 6
Tokoh Pendidikan Pada Masa Bani Umayyah
BAB III
Kesimpulan 10
Daftar Pustaka 12



BAB I
PENDAHULUAN

Dengan berakhirnya kekuasaan khalifah Ali ibnu Abi Thalib, maka lahirlah kekuasan bani Umayyah. Pada periode Ali dan Khalifah sebelumnya, pola kepemimpinan masih mengikuti keteladanan Nabi. Para khalifah dipilih melalui proses musyawarah. Ketika mereka menghadapi kesulitan-kesulitan, maka mereka mengambil kebijakan langsung melalui musyawarah dengan para pembesar yang lainnya,
Hal ini berbeda dengan masa khulafaur rasyidin atau masa dinasti-dinasti yang berkembang sesudahnya, yang dimulai pada masa dinasti bani Umayyah. Adapun bentuk pemerintahannya adalah berbentuk kerajaan, kekuasaan bersifat feudal (penguasaan tanah/daerah/wilayah, atau turun menurun). Untuk mempertahankan kekuasaan, khilafah berani bersikap otoriter, adanya unsure kekerasan, diplomasi yang diiringi dengan tipu daya, serta hilangnya musyawarah dalam pemilihan khilafah.
Umayyah berkuasa kurang lebih selama 91 tahun. Reformasi cukup banyak terjadi, terkait pada bidang pengembangan dan kemajuan pendidikan Islam. Perkembangan ilmu tidak hanya dalam bidang agama semata melainkan juga dalam aspek teknologinya. Sementara sistem pendidikan masih sama ketika Rasul dan khulafaur rasyidin, yaitu kuttab yang pelaksanaannya berpusat di masjid.







BAB II
PEMBAHASAN

A. LATAR BELAKANG SOSIAL POLITIK PADA MASA BANI UMAYYAH
Setelah pada tanggal 20 Ramadhan 40 H Ali ditikam oleh Ibnu Muljam, salah satu pengikut Khawarij, kedudukan Ali sebagai khalifah kemudian dijabat oleh anaknya (Hasan bin Ali) selama beberapa bulan. Namun, karena Hasan ternyata sangat lemah, sementara pengaruh Muawiyah semakin kuat, maka Hasan membuat perjannjian damai. Perjanjian itu dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam suatu kepemimpinan politik, di bawah Muawiyah bin Abi Sufiyan. Di sisi lain perjanjian itu menyebabkan Mu’awiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Tahun 41 H, tahun persatuan itu, dikenal dalam sejarah sebagai tahun Jama’ah (‘am al jama’ah). Dengan demikian telah berakhirlah masa Khulafa’ur Rasyidin dan dimulailah kekuasaan Bani Umayah dalam sejarah politik Islam.
Muawiyyah adalah pendiri dinasti Umayyah, ia merupakan putra dari Abu Sufyan ibn Umayyah ibn Abdu Syam ibn Abd Manaf. Ibunya adalah Hidun binti Utbah ibn Rabiah ibn Abd Syan ibn Abd Manaf. Sebagai keturunan Abd Manaf, Muawiyah mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nabi Muhammad. Ia masuk Islam pada hari penaklukkan kota Mekkah (Fathul Mekkah) bersama penduduk Mekkah lainnya. Ketika itu Muawiyyah berusia 23 tahun.
Mu’awiyah (memerintah661-680) adalah orang yang bertanggung jawab atas perubahan sistem. Sukses kepemimpinannya dari yang bersifat demokratis dengan cara pemilihan kepada yang bersifat keturunan. Bani Umayyah berhasil mengokohkan kekhilafahan di Damascus selama 90 tahun (661-750). Pemindahan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damascus menandai era baru.
Daulah Bani Umayyah mempunyai peranan penting dalam perkembangan masyarakat di bidang politik, ekonomi dan sosial. Hal ini didukung oleh pengalaman politik Mu`awiyah sebagai bapak pendiri daulah tersebut yang telah mampu mengendalikan situasi dan menepis berbagai anggapan miring tentang pemerintahannya. Muawiyah bin Abu sufyan adalah seorang politisi handal di mana pengalaman politiknya sebagai gubernur Syam pada masa khalifah Utsman bin Affan cukup mengantar dirinya mampu mengambil alih kekuasaan dari genggaman keluarga Ali bin Abi Thalib.
Dibidang ekonomi Abdul Malik ibn Marwan adalah khaifah yang pertama kali membuat mata uang dinar dan menuliskan di atasnya ayat-ayat al-Qur’an.7 Ia juga melakukan pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.
Pada masa dinasti Umayyah politik telah mengalami kamajuan dan perubahan, sehingga lebih teratur dibandingkan dengan masa sebelumnya, terutama dalam hal Khilafah (kepemimpinan), dibentuknya Al-Kitabah (Sekretariat Negara), Al-Hijabah (Ajudan), Organisasi Keuangan, Organisasi Keahakiman dan Organisasi Tata Usaha Negara.
Bani Umayyah dibantu oleh beberapa al Kuttab (sekretaris) yang meliputi :

1. Katib ar Rasaail yaitu sekretaris yang bertugas menyelenggarakan administrasi dan
surat-menyurat dengan pembesar-pembesar setempat.

2. Katib al Kharraj yaitu sekretaris yang bertugas menyelenggarakan penerimaan dan
pengeluaran negara.

3. Katib al Jund yaitu sekretaris yang bertugas menyelenggarakan hal-hal yang
berkaitan dengan ketentaraan.

4. Katib asy Syurthahk yaitu sekretaris yang bertugas menyelenggarakan
pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum.
•5. Katib al-Qaadhi yaitu sekretaris yang bertugas menyelenggarakan tertib hukum
melalui bedan-badan peradilan dan hakim setempat.

Masa Bani Umayyah juga membentuk berbagai departemen baru antara lain bernamaal-Hijabah, yaitu urusan pengawalan keselamatan Khalifah. Organisasi Syurthahk(kepolisian) pada masa Bani Umayyah disempurnakan,. Pada mulanya organisasi inimenjadi bagian organisasi kehakiman, yang bertugas melaksanakan perintah hakim dankeputusan-keputusan pengadilan, dan kepalanya sebagai pelaksana al-hudud.


B. PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH
Pada masa dinasti Umayyah pola pendidikan bersifat desentrasi,. Kajian ilmu yang ada pada periode ini berpusat di Damaskus, Kufah, Mekkah, Madinah, Mesir, Cordova dan beberapa kota lainnya, seperti: Basrah dan Kuffah (Irak), Damsyik dan Palestina (Syam), Fistat (Mesir). Diantara ilmu-ilmu yang dikembangkannya, yaitu: kedokteran, filsafat, astronomi atau perbintangan, ilmu pasti, sastra, seni baik itu seni bangunan, seni rupa, amuoun seni suara.
Pada masa khalifah-khalifah Rasyidin dan Umayyah sebenarnya telah ada tingkat pengajaran, hampir sama seperti masa sekarang. Tingkat pertama ialah Kuttab, tempat anak-anak belajar menulis dan membaca, menghafal Al-Qur’an serta belajar pokok-pokok Agama Islam. Setelah tamat Al-Qur’an mereka meneruskan pelajaran ke masjid. Pelajaran di masjid itu terdiri dari tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pada tingkat menengah gurunya belumlah ulama besar, sedangkan pada tingkat tinggi gurunya ulama yang dalam ilmunya , masyhur ke’aliman dan kesalehannya.
Umumnya pelajaran diberikan guru kepada murid-murid seorang demi seorang. Baik di Kuttab atau di Masjid pada tingkat menengah. Pada tingkat tinggi pelajaran diberikan oleh guru dalam satu tempat yang dihadiri oleh pelajar bersama-sama.
Ilmu-ilmu yang diajarkan pada Kuttab pada mula-mulanya adalah dalam keadaan sederhana, yaitu:
a. Belajar membaca dan menulis.
b. Membaca Al-Qur’an dan menghafalnya.
c. Belajar pokok-pokok agama Islam, seperti cara wudhu, shalat, puasa dan sebagainya.
Ilmu-ilmu yang diajarkan pada tingkat menengah dan tinggi terdiri dari:
a. Al-Qur’an dan tafsirannya.
b. Hadis dan mengumpulkannya.
c. Fiqh (tasri’).
Pemerintah dinasti Umayyah menaruh perhatian dalam bidang pendidikan. Memberikan dorongan yang kuat terhadap dunia pendidikan dengan penyediaan sarana dan prasarana. Hal ini dilakukan agar para ilmuan, para seniman, dan para ulama mau melakukan pengembangan bidang ilmu yang dikuasainya serta mampu melakukan kaderisasi ilmu.
Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini adalah:
1. Ilmu agama, seperti: Al-Qur’an, Haist, dan Fiqh. Proses pembukuan Hadist terjadi pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat.
2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, saraf, dan lain-lain.
4. Budang filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.
Ada dinamika tersendiri yang menjadi karakteristik pendidikan Islam pada waktu itu, yakni dibukanya wacana kalam yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Sebagaimana dipahami dari konstitusi sejarah Bani Umayyah yang bersamaan dengan kelahirannya hadir pula tentang orang yang berbuat dosa besar, wacana kalam tidak dapat dihindari dari perbincangan kesehariannya, meskipun wacana ini dilatar belakangi oleh faktor-faktor politis. Perbincangan ini kemudian telah melahirkan sejumlah kelompok yang memiliki paradigma berpikir secara mandiri.
Pola pendidikan pada periode Bani Umayyah telah berkembang jika dilihat dari aspek pengajarannya, walaupun sistemnya masih sama seperti pada masa Nabi dan khulafaur rasyidin. Pada masa ini peradaban Islam sudah bersifat internasional yang meliputi tiga benua, yaitu sebagian Eropa, sebagian Afrika dan sebagian besar Asia yang kesemuanya itu dipersatukan dengan bahasa Arab sebagai bahasa resmi Negara.
C. MADRASAH/UNIVERSITAS PADA MASA BANI UMAYYAH
Perluasan negara Islam bukanlah perluasan dengan merobohkan dan menghancurkan, bahkan perluasan dengan teratur diikuti oleh ulama-ulama dan guru-guru agama yang turut bersama-sama tentara Islam. Pusat pendidikan telah tersebar di kota-kota besar sebagai berikut: di kota Mekkah dan Madinah (HIjaz),di kota Basrah dan Kufah (Irak), di kota Damsyik dan Palestina (Syam), di kota Fistat (Mesir).
Madrasah-madrasah yang ada pada masa Bani Umayyah adalah sebagai berikut:
1) Madrasah Mekkah: Guru pertama yang mengajar di Makkah, sesudah penduduk Mekkah takluk, ialah Mu’az bin Jabal. Ialah yang mengajarkan Al Qur’an dan mana yang halal dan haram dalam Islam. Pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan Abdullah bin Abbas pergi ke Mekkah, lalu mengajar disana di Masjidil Haram. Ia mengajarkan tafsir, fiqh dan sastra. Abdullah bin Abbaslah pembangunan madrasah Mekkah, yang termasyur seluruh negeri Islam.
2) Madrasah Madinah: Madrasah Madinah lebih termasyur dan lebih dalam ilmunya, karena di sanalah tempat tinggal sahabat-sahabat nabi. Berarti disana banyak terdapat ulama-ulama terkemuka.
3) Madrasah Basrah: Ulama sahabat yang termasyur di Basrah ialah Abu Musa Al-asy’ari dan Anas bin Malik. Abu Musa Al-Asy’ari adalah ahli fiqih dan ahli hadist, serta ahli Al Qur’an. Sedangkan Abas bin Malik termasyhur dalam ilmu hadis. Al-Hasan Basry sebagai ahli fiqh, juga ahli pidato dan kisah, ahli fikir dan ahli tasawuf. Ia bukan saja mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada pelajar-pelajar, bahkan juga mengajar orang banyak dengan mengadakan kisah-kisah di masjid Basrah.
4) Madrasah Kufah: Madrasah Ibnu Mas’ud di Kufah melahirkan enam orang ulama besar, yaitu: ‘Alqamah, Al-Aswad, Masroq, ‘Ubaidah, Al-Haris bin Qais dan ‘Amr bin Syurahbil. Mereka itulah yang menggantikan Abdullah bin Mas’ud menjadi guru di Kufah. Ulama Kufah, bukan saja belajar kepada Abdullah bin Mas’ud menjadi guru di Kufah. Ulama Kufah, bukan saja belajar kepada Abdullah bin Mas’ud. Bahkan mereka pergi ke Madinah.
5) Madrasah Damsyik (Syam): Setelah negeri Syam (Syria) menjadi sebagian negara Islam dan penduduknya banyak memeluk agama Islam. Maka negeri Syam menjadi perhatian para Khilafah. Madrasah itu melahirkan imam penduduk Syam, yaitu Abdurrahman Al-Auza’iy yang sederajat ilmunya dengan Imam Malik dan Abu-Hanafiah. Mazhabnya tersebar di Syam sampai ke Magrib dan Andalusia. Tetapi kemudian mazhabnya itu lenyap, karena besar pengaruh mazhab Syafi’I dan Maliki.
6) Madrasah Fistat (Mesir): Setelah Mesir menjadi negara Islam ia menjadi pusat ilmu-ilmu agama. Ulama yang mula-mula madrasah madrasah di Mesir ialah Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘As, yaitu di Fisfat (Mesir lama). Ia ahli hadis dengan arti kata yang sebenarnya. Karena ia bukan saja menghafal hadis-hadis yang didengarnya dari Nabi S.A.W., melainkan juga dituliskannya dalam buku catatan, sehingga ia tidak lupa atau khilaf meriwayatkan hadis-hadis itu kepada murid-muridnya. Oleh karena itu banyak sahabat dan tabi’in meriwayatkan hadis-hadis dari padanya.
Karena pelajar-pelajar tidak mencukupkan belajar pada seorang ulama di negeri tempat tinggalnya, melainkan mereka melawat ke kota yang lain untuk melanjutkan ilmunya. Pelajar Mesir melawat ke Madinah, pelajar Madinah melawat ke Kufah, pelajar Kufah melawat Syam, pelajar Syam melawat kian kemari dan begitulah seterusnya. Dengan demikian dunia ilmu pengetahuan tersebar seluruh kota-kota di Negara Islam.
D. TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN PADA MASA BANI UMAYYAH
Tokoh-tokoh pendidikan pada masa Bani Umayyah terdiri dari ulama-ulama yang menguasai bidangnya masing-masing seperti dalam bidang tafsir, hadist, dan Fiqh. Selain para ulama juga ada ahli bahasa/sastra.
 Ulama-ulama tabi’in ahli tafsir, yaitu: Mujahid, ‘Athak bin Abu Rabah, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Masruq bin Al-Ajda’, Qatadah.
Pada masa tabi’in tafsir Al-Qur’an bertambah luas dengan memasukkan Israiliyat dan Nasraniyat, karena banyak orang-orang Yahudi dan Nasrani memeluk agama Islam. Di antara mereka yang termasyhur: Ka’bul Ahbar, Wahab bin Munabbih, Abdullah bin Salam, Ibnu Juraij
 Ulama-ulama Hadist: Kitab bacaan satu-satunya ialah al-Qur’an. Sedangkan hadis-hadis belumlah dibukukan. Hadis-hadis hanya diriwayatkan dari mulut ke mulut. Dari mulut guru ke mulut muridnya, yaitu dari hafalan guru diberikannya kepada murid, sehingga menjadi hafalan murid pula dan begitulah seterusnya. Setengah sahabat dan pelajar-pelajar ada yang mencatat hadist-hadist itu dalam buku catatannya, tetapi belumlah berupa buku menurut istilah kita sekarang.
Ulama-ulama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ialah: Abu Hurairah (5374 hadist), ‘Aisyah (2210 hadist), Abdullah bin Umar (± 2210 hadist), Abdullah bin Abbas (± 1500 hadist), Jabir bin Abdullah (±1500 hadist), Anas bin Malik (±2210 hadist)
 Ulama-ulama ahli Fiqh: Ulama-ulama tabi’in Fiqih pada masa bani Umayyah diantaranya adalah:, Syuriah bin Al-Harits, ‘alqamah bin Qais, Masuruq Al-Ajda’,Al-Aswad bin Yazid
Kemudian diikuti oleh murid-murid mereka, yaitu: Ibrahim An-Nakh’l (wafat tahun 95 H) dan ‘Amir bin Syurahbil As Sya’by (wafat tahun 104 H). sesudah itu digantikan oleh Hammad bin Abu Sulaiman (wafat tahubn 120 H), guru dari Abu Hanafiah.
 Ahli bahasa/sastra: Seorang ahli bahasa seperti Sibawaih yang karya tulisnya Al-Kitab, menjadi pegangan dalam soal berbahasa arab. Sejalan dengan itu, perhatian pada syair Arab jahiliah pun muncul kembali sehingga bidang sastra arab mengalami kemajuan. Di zaman ini muncul penyair-penyair seperti Umar bin Abu Rabiah (w.719), Jamil al-uzri (w.701), Qys bin Mulawwah (w.699) yang dikenal dengan nama Laila Majnun, Al-Farazdaq (w.732), Jarir (w.792), dan Al akhtal (w.710). sebegitu jauh kelihatannya kemajuan yang dicapai Bani Umayyah terpusat pada bidang ekspansi wilayah, bahasa dan sastra arab, serta pembangunan fisik. Sesungguhnya dimasa ini gerakan-gerakan ilmiah telah berkembang pula, seperti dalam bidang keagamaan, sejarah dan filsafat. Dalam bidang yang pertama umpamanya dijumpai ulama-ulama seperti Hasan al-Basri, Ibnu Syihab Az-Zuhri, dan Wasil bin Ata. Pusat kegiatan ilmiah ini adalah Kufah dan Basrah di Irak. Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah (w. 79\04/709) adalah seorang orator dan penyair yang berpikir tajam. Ia adalah orang pertama yang menerjemahkan buku-buku tentang astronomi, kedokteran, dan kimia.


BABIII
KESIMPULAN

Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufiyan. Yang kemudian berkembang jadi pesat dalam berbagai bidang. Ilmu-ilmu yang diajarkan pada Kuttab pada mula-mulanya adalah dalam keadaan sederhana, yaitu:
a. Belajar membaca dan menulis.
b. Membaca Al-Qur’an dan menghafalnya.
c. Belajar pokok-pokok agama Islam, seperti cara wudhu, shalat, puasa dan sebagainya.
Ilmu-ilmu yang diajarkan pada tingkat menengah dan tinggi terdiri dari:
a. Al-Qur’an dan tafsirannya.
b. Hadis dan mengumpulkannya.
c. Fiqh (tasri’).
Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini adalah:
1. Ilmu agama,
2. Ilmu sejarah dan geografi,
3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa,
4. Budang filsafat,
Madrasah-madrasah yang ada pada masa Bani Umayyah adalah sebagai berikut:
1. Madrasah Mekkah
2. Madrasah Madinah
3. Madrasah Basrah]
4. Madrasah Kufah
5. Madrasah Damsyik
6. Madrasah Fistat (Mesir)
Tokoh-Tokoh pendidikan pada masa bani umayyah yaitu:
1. Ulama-ulama tabi’in ahli tafsir, yaitu: Mujahid, ‘Athak bin Abu Rabah, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Masruq bin Al-Ajda’, Qatadah.
2. Ulama-ulama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ialah: Abu Hurairah (5374 hadist), ‘Aisyah (2210 hadist), Abdullah bin Umar (± 2210 hadist), Abdullah bin Abbas (± 1500 hadist), Jabir bin Abdullah (±1500 hadist), Anas bin Malik (±2210 hadist)
3. Ulama-ulama ahli Fiqh: Ulama-ulama tabi’in Fiqih pada masa bani Umayyah diantaranya adalah:, Syuriah bin Al-Harits, ‘alqamah bin Qais, Masuruq Al-Ajda’,Al-Aswad bin Yazid
4. Ahli bahasa/sastra: Umar bin Abu Rabiah (w.719), Jamil al-uzri (w.701), Qys bin Mulawwah (w.699) yang dikenal dengan nama Laila Majnun, Al-Farazdaq (w.732), Jarir (w.792), dan Al akhtal (w.710).



DAFTAR PUSTAKA
http://jackbana.blogspot.com/2009/10/pendidikan-islam-pada-masa-bani-umayyah.html

http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL211aGxpcy5maWxlcy53b3JkcHJlc3MuY29tLzIwMDcvMDgvaXNsYW0tbWFzYS11bWF5eWFoLnBkZg==

http://zahratuljannah.blogdetik.com/2009/04/21/jejak-kegemilangan-umat-islam-dalam-pentas-sejarah-dunia/

http://kammikomsatugm.wordpress.com/2009/10/31/analisis-sejarah-khilafah-bani-umayyah/

SISTEM TULANG

0 komentar
SISTEM TULANG

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum W.Wb

Dengan nama Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang, yang telah mengutus Nabi Muhammad S.A.W sebagai pembawa risalah – risalah dakwah untuk disampaikan kepada umatnya. Sebagai suatu jalan yang harus ditempuh oleh umatnya agar selamat di dunia dan akhirat.

Dan alhamdullilah puji syukur kami ucapkankan karena kami telah dapat menyelesaikan makalah “Sistem Rangka”. Kami menyadari bahwa makalah ini belum cukup sempurna sepenuhnya baik dari penulisan , maupun bahasanya. Maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca, demi tercapainya kebaikan makalah ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb





Penulis








DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
Rangka 2
Fungsi Rangka 2
Macam-macam Rangka 2
Rangka Aksial 2
Rangka Apendikuler 4
Jenis Tulang 6
Bentuk Tulang 7
Persendian 8
Daftar Pustaka 11

BAB I
PENDAHULUAN

Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pada manusia, kemampuan bergerak disebabkan oleh adanya suatu kerja sama antara system rangka dan system otot. Rangka tidak dapat bergerak sendiri apabila tidak digerakkan oleh otot. Otot menempel dan menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain atau menghubungkan tulang dengan kulit. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang atau kulit dengan mekanisme tertentu. Dalam system gerak, rangka digolongkan sebagai alat gerak pasif, sedangkan otot ianggap sebagai alat gerak aktif.

Rangka merupakan sekumpulan tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia dan hewan. Rangka pada manusia merupakan endoskeleton (rangka dalam) yang tersusun atas beberapa jenis tulang. Diantara tulang-tulang tersebut membentuk suatu artikulasi (persendian).
Pada tubuh manusia, tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh dikelompokkan menjadi tulang-tulang tengkorak, tulang-tulang badan dan tulang-tulang anggota badan. Berdasarkan pada bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Berdasarkan pada zat penyusun dan strukturnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Didalam perkembangannya, bentuk tulang dan rangka tubuh yang disusunnya dapat mengalami kelainan. Kelainan pada system rangka dapat dikarenakan gangguan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, factor makanan, dan posisi tubuh yang salah.



BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM RANGKA


Rangka
Rangka merupakan sekumpulan tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia dan hewan.


1. Fungsi rangka :

A. Memberi bentuk tubuh
B. Menyokong berdiri tegaknya tubuh
C. Tempat melekatnya otot atau daging
D. Melindungi alat-alat tubuh yang lunak
E. Melakukan fungsi gerak
F. Tempat pembentukan sel-sel darah
G. Tempat penyimpanan mineral dan lemak

2. Macam-macam rangka
Pada umumnya, rangka tubuh manusia dibedakan atas dua kelompok utama, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular.

Rangka Aksial
Rangka aksial merupakan rangka tubuh yang berperan untuk menjaga organ-organ utama tubuh, misalnya otak, sum-sum punggung, jantung, dan paru-paru. Rangka aksial meliputi tengkorak, tulang punggung, tulang iga, dan tulang dada.

1. Tengkorak
Tengkorak atau tulang kepala merupakan sekumpulan tulang-tulang pipih yang tersusun secara rapat sehingga tidak dapat digerakkan, kecuali hanya tulang rahang bawah. Tengkorak berfungsi melindungi otak, mata dan telinga dalam. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dapat dibedakan atas dua kelompok, yaitu tulang tempurung kepala dan tulang pembentuk wajah.




a. Tulang tempurung kepala
Tulang tempurung kepala atau kranium merupakan bagian atas dari tengkorak yang berperan untuk melindungi otak. Adapun yang termasuk tulang tempurung kepala antara lain adalah tulang dahi (frontal), tulang ubun-ubun (parietal), tulang pelipis (temporal), tulang baji (sfenoid), tulang tapis (etmoid), dan tulang kepala belakang (oksipital).

b. Tulang pembentuk wajah
Tulang pembentuk wajah terdapat pada bagian depan dari tengkorak. Sesuai dengan namanya, susunan tulang-tulang tersebut dapat memberi bentuk wajah seseorang. Selain itu, tulang-tulang pembentuk wajah berperan juga untuk membentuk rongga mata (melindungi mata), rongga hidung, dan langit-langit. Tulang pembentuk wajah meliputi tulang pipi (zigomatik), tulang hidung (nasal), tulang rahang atas (maksila), tulang rahang bawah (mandibula), tulang air mata (lakrimal), dan tulang langit-langit (palatum)

2. Tulang punggung
Tulang punggung memeliki struktur yang kuat sehingga dapat menopang berdiri tegaknya tubuh dan menyangga tengkorak. Selain itu, tulang punggung juga berperan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk. Tulang punggung dengan kelenturan yang dimilikinya, memungkinkan seseorang untuk dapat membungkuk atau meliukkan tubuhnya.


Tulang punggung terdiri atas 26 ruas. Ruas-ruas tulang tersebut meliputi 7 ruas tulang leher (servikalis), 12 ruas tulang punggung (torakalis), 5 ruas tulang pinggang (lumbalis), 1 ruas tulang kemaluan (sakrum), dan 1 ruas tulang ekor (koksik).

3. Tulang dada
Tulang dada dibangun oleh ruas tulang punggung (torakalis), tulang-tulang rusuk, dan tulang dada. Ketiga komponen tulang tersebut membentuk struktur berbentuk bangunan kurungan atau sangkar. Didalam bangunan tersebut terletak dengan aman organ jantung dan paru-paru. Sebanyak 12 pasang tulang rusuk melekat pada ruas tulang belakang, kemudian membentang ke kiri dan kanan. Tulang rusuk dibedakan atas tulang rusk sejati (kosta vera), tulang rusuk palsu (kosta spuria), dan tulang rusuk melayang (kosta fluktuantes). Sebanyak 7 pasang tulang rusuk sejati masing-masing ujung depannya melekat pada tulang dada. Sebaliknya, 5 pasang ujung depan tulang rusuk palsu tidak melekat pada tulang dada, melainkan menempel pada tulang rusuk sejati diatasnya. Sementara itu, 2 pasang ujung depan tulang rusuk melayang tidak melekat pada tulang dada dan tulang rusuk lainnya.



Rangka Apendikular

Rangka apendikular merupakan rangka tubuh yang berhubungan dengan pergerakan. Rangka apendikular meliputi gelang bahu beserta anggota gerak atas dan gelang panggul anggota gerak bawah.

1. Gelang bahu dan anggota gerak atas
Gelang bahu atau pektoralis terdapat pada bagian kiri dan kanan tubuh. Setiap gelang bahu terdiri atas tulang selangka (klavikula) dan tulang belikat (skapula). Tulang selangka membentang kedepan menghubungkan ujung tulang belikat dengan bagian hulu tulang dada. Pada tulang belikat terdapat cekungan tempat melekatnya tulang anggota gerak atas.





Tulang anggota gerak atas terdiri atas tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (uluna), dan tulang pengumpil (radius). Tulang hasta dan tulang pengumpil disebut juga tulang lengan bawah. Selanjutnya, bagian ujung bawah dari kedua tulang lengan bawah berhubungan dengan delapan tulang pergelangan tangan (karpal), lima tulang telapak tangan (metakarpal), dan empat belas tulang jari-jari tangan (falang).

2. Gelang panggul dan anggota gerak bawah
Gelang panggul atau pelvis, seperti halnya gelang bahu terdapat pada bagian kiri dan kanan tubuh. Setiap gelang panggul dibangun oleh tiga tulang yang terpisah. Ketiga tulang tersebut adalah tulang usus (ilium), tulang duduk (isium), dan tulang kemaluan (pubis). Tulang-tulang gelang panggul berperan dalam menahan berat tubuh, melindungi organ-organ didalam rongga gelang panggul, dan tempat melekatnya kaki (tulang paha).



Gelang panggul perempuan berbeda dengan gelang panggul laki-laki. Pada perempuan, tulang-tulang iliumnya melebar dan rongga panggul sedikit dangkal sehingga ruang yang dibentuk lebih lebar dibanding struktur gelang panggul laki-laki. Struktur gelang panggul demikian merupakan suatu bentuk penyesuaian untuk memudahkan bayi lahir dalam proses persalinan.

Pada gelang panggul terdapat lekukan yang disebut asetabulum, yaitu tempat melekatnya tulang paha atau tulang anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak bawah terdiri atas tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula). Tulang paha berhubungan dengan tulang kering pada daerah lutut. Didaerah tersebut terdapat tulang tempurung lutut (patela). Selanjutnya, tulang kering dan tulang betis berhubungan dengan tujuh tulang pergelangan kaki (tarsal), lima tulang telapak kaki (metatarsal), dan empat belas tulang jari-jari kaki (falang).

3. Tulang
Tulang merupakan komponen pembentuk rangka tubuh.

a. .Jenis tulang
Ada dua macam tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisiknya, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (tulang keras).

1. Tulang Rawan
Tulang rawan atau kartilago tidaklah sekuat struktur tulang, tetapi mereka dikenal bersifat lentur. Tulang rawan menjadi lentur karna matriksnya mengandung serabut-serabut kolagen dan elastik. Kartilago disusun oleh sel-sel tulang rawan atau kondrosit. Setiap kondrosit dibentuk oleh kondroblas, yaitu semacam sel induk dari kondrosit. Kondrosit terdapat didalam rongga-rongga matriks yang biasa disebut lakuna.

Ada 3 type kartilago:
→ Kartilago hialin, merupakan tipe kartilago yang bersifat keras dan sedikit fleksibel. Kartilago hialin ditemukan pada ujung tulang panjang, puncak hidung, ujung tulang-tulang rusuk, laring, dan trakea.

→ Kartilago fibrosa, merupakan tipe kartilago yang bersifat lebih kuat dibandingkan kartilago hialin. Kartilago fibrosa dikenal tahan terhadap tekanan dan ketegangan, ditemukan diantara tulang-tulang vertebrata dan daerah lutut.

→ Kartilago elastik, merupakan tipe kartilago yang lebih fleksibel dibandingkan dengan kartilago hialin. Kartilago elastik antara lain ditemukan pada daun telinga.

2. Tulang Sejati
Tulang sejati dapat menjadi kuat karna adanya garam-garam mineral dan serabut-serabut protein didalam matriks tulang. Berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Berdasarkan strukturnya, tulang sejati (tulang keras selanjutnya akan disebut tulang saja) dapat dibedakan atas tulang kompak dan tulang spons.

→Tulang Kompak
Tulang kompak merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun rapat dan padat, misalnya pada tulang panjang.

→Tulang Spons
Tulang spons merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun longgar atau berongga-rongga seperti struktur sarang lebah. Susunan matriks demikian disebut trabekula.

b. Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan atas tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang sesamoid, dan tulang tidak beraturan.

1. Tulang pipa
Tulang pipa atau tulang panjang merupakan tulang yang berbentuk seperti pipa dengan kedua ujung membulat berbentuk bonggol. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah disebut diafisis, kedua ujung disebut epifisis, dan antara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis.

2.Tulang pipih
Tulang pipih merupakan tulang yang berbentuk seperti lempengan. Tulang pipih berperan untuk melindungi organ-organ dibawahnya dan tempat melekatnya otot. Contoh tulang pipih antara lain tulang tengkorak, tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat.



3.Tulang Pendek
Tulang pendek merupakan tulang yang strukturnya berukuran pendek dan berbentuk bulat atau kubus. Tulang pendek berperan dalam meredam pengaruh goncangan yang keras dan terdapat pada persendian yang kompleks. Contoh tulang pendek adalah tulang telapak tangan dan telapak kaki.


4.Tulang Sesamoid
Tulang sesamoid merupakan tulang kecil berbentuk biji. Tulang sesamoid terdapat didalam tendon yang menghubungkan tulang-tulang ke otot. Contoh tulang sesamoid adalah tulang palela.



5.Tulang tidak beraturan
Tulang tidak beraturan merupakan tulang-tulang dengan bentuk tidak menentu. Contoh tulang ini adalah tulang vertebrata, tulang rahang, tulang wajah, dan tulang panggul.


C.Persendian
Hubungan antara dua tulang atau lebih disebut persendian atau artikulasa. Persendian ada yang bersifat erat sehingga tidak dapat menimbulkan gerak dan ada juga yang bersifat longgar dan masih memungkinkan terjadinya gerak. Pada umumnya, beberapa bentuk persendian pada rangka tubuh dapat dibedakan atas tiga kelompok, yaitu sinartosis, amfiartrosis, dan diartrosis.

1. Sinartosis
Sinartosis merupakan bentuk persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerak. Persendian sinartosis dapat dibedakan atas sinartosis sinfibrosis dan sinartosis sinkon drosis.

Sinartosis sinfibrosis merupakan bentuk persendian dengan jaringan ikat serabut (fibrosa) sebagai penghubung antar tulang. Contohnya, hubungan antar tulang pada tengkorak. Sinartosis sinkondrosis merupakan bentuk persendian dengan jaringan kartilago sebagai penghubung antar tulang. Contohnya, hubungan antara tulang rusuk dan tulang dada.

2.Amfiartosis
Amfiartosis merupakan bentuk persendian yang masih memungkinkan terjadinya gerak. Contohnya, hubungan antara tulang rusuk dan ruas-ruas tulang belakang. Pada amfiartosis, tulang-tulang dihubungkan oleh jaringan kartilago.

3. Diartosis
Diartosis merupakan bentuk persendian yang memungkinkan terjadinya gerak secara bebas. Persendian diartosis dapat dibedakan atas sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi peluru, dan sendi luncur.

a. Sendi engsel
Sendi engsel merupakan persendian yang hanya memungkinkan gerakan ke satu arah, seperti engsel pintu. Misalkan persendian pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari.



b. Sendi putar
Sendi putar merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan berputar (rotasi). Misalnya, persendian pada tulang tengkorak dan tulang lengan atas dengan tulang bawah.



c. Sendi pelana
Sendi pelana merupakan persendian yang memungkinkan gerakan kearah samping kanan dan kiri serta gerakan kearah atas dan bawah. Misalnya, persendian pada ibu jari.



d. Sendi peluru
Sendi peluru merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Misalnya, persendian pada tulang lengan atas dengan tulang belikat; dan tulang paha dengan tulang panggul.



e. Sendi luncur
Sendi luncur merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan rotasi pada satu bidang datar saja. Misalnya, persendian pada pergelangan kaki dan persendian antara dasar tengkorak dengan ruas pertama tulang punggung.



DAFTAR PUSTAKA


Sudjadi, Bagod.Laila,Siti.Biologi SMA 2. Jakarta :PT Yudhistira
M, Akhyar, Salman. Biologi SMA 2 Jilid II A. Bandung : Grafindo Media Pratama

PATNER

Blogs Directory

Followers