Saturday, March 27, 2010

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

0 komentar

Agama islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Hal itu sudah disepakati oleh para ilmuwan. Namun, mereka belum tahu siapa yang membawa agama islam masuk ke Indonesia. Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh beberapa pakar siapa yang membawa agama islam masuk ke Indonesia. Beberapa pendapat itu diwakili oleh teori-teori di bawah ini.


1. Teori Gujarat

Teori gujarat disebut juga dengan teori India. Isi teori ini menyatakan bahwa orang-orang yang datang dan menyebarkan agama islam ke Indonesia pertama tidak langsung dari Arab tetapi dari Gujarat (India). Tokoh yang menyatakan teori ini adalah Christian Snouck Hurgronje.


Berikut ini beberapa alasan yang dikemukakan para pendukung teori Gujarat :

a. Unsur-unsur Islam di Indonesia menunjukkan persamaan dengan India.

b. Cerita-cerita tentang nabi dan pengikut-pengikutnya yang beredar di Indonesia berbeda dengan versi Arab tetapi justru sama dengan versi India.



2. Teori Arab

Teori arab dikemukakan oleh Sir John Crawfurd dari Inggris. Ia menyatakan bahwa kedatangan Islam ke Indonesia sudah terjadi sejak abad VII. Teori Arab ini berdasarkan dari berita Cina dari Dinasti Tang tentang orang-orang Ta-shih ke Ho-ling (kalingga). Sebutan Ta-shih ditafsirkan sebagai julukan orang-orang arab. Pendukung teori Arab lainnya adalah Hamka. Bukti yang dikemukakan Hamka adalah berkembangnya Mazhab Syafi'i di Indonesia yang merupakan inti mazhab di Mekah.


3. Teori Persia

Pendukung teori ini antara lain :
a. Husen Joyodiningrat.
b. Oemar Amin Hoesin.
Inti teori persia menyatakan bahwa Islam yang berkembang di Indonesia dibawa masuk oleh orang-orang Persia. Bukti yang digunakan oleh para pendukung teori ini adalah perkembangan ajaran tasawuf di daerah pesisir. Aliran ini banyak berkembang di Irak dan Iran dan termasuk Persia.


Cara-cara penyebaran agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Melalui Jalur Perdagangan

Penyebaran agama Islam pada awalnya dilakukan oleh para pedagang Islam kepada pedagang-pedagang lainnya. Pada waktu itu, para pedagang dari berbagai negara seperti Gujarat, Persia, dan Arab mendatangi tempat di Nusantara untuk berdagang. Mereka tentunya bergaul dengan penduduk setempat, baik itu penduduk biasa maupun pedagang. Dalam pergaulan itulah agama Islam tersebar ke masyarakat.


2. Melalui Jalur Perkawinan

Para pedagang Islam yang datang ke Indonesia itu sering kali tinggal di Nusantara dalam waktu yang cukup lama. Ketika menetap sementara itu, diantara mereka ada yang melakukan perkawinan dengan penduduk setempat dan biasanya para pedagang Islam tersebut mengajak pasanganya menikah secara Islam.


3. Melalui Jalur Pendidikan

Pendidikan agama Islam dilakukan melalui lembaga pesantren. Pesantren tersebut juga dengan pondok pesantren. Biasanya pesantren tersebut memiliki santri dari berbagai daerah. Setelah tamat dari pesantren mereka biasanya menjadi dai-dai yang mengajarkan agama Islam dan bahkan ada yang di antara mereka mendirikan pesantren ditempat asal daerahnya.


4. Melalui Dakwah

Penyebaran agama Islam juga banyak dilakukan oleh para guru agama yang biasanya disebut dengan Mubalig. Contohnya Wali Songo


5. Melalui Kesenian dan Budaya

Contoh media seni dan budaya yang digunakan untuk penyebaran agama Islam adalah dengan menggelar pagelaran Wayang Kulit.


6. Melalui Jalur Akulturasi

Untuk mempermudah perkembangan agama Islam, para penyebaran Islam juga melalui pengembangan dengan unsur-unsur kebudayangan yang sebelumnya di daerah tertentu. Misalnya dimasukinya doa-doa secara Islam dalam upacara-upacara adat.

7. Melalui Jalur Politik

Adanya para penyebar Islam yang menempati posisi strategis dalam suatu kerajaan memudahkan penyebaran agama islam juga.



Penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang. Adapun golongan para penerima agama Islam adalah sebagai berikut :

a. Para Pedagang Nusantara


Para pedagang Nusantara tertarik dengan agama Islam karena para pedagang Muslim memiliki sifat-sifat baik. Mereka juga merasa lebih enak kalau berdagang dengan orang yang sama agamanya.


b. Para Pedagang Muslim

Para pedagang muslim banyak melakukan hubungan dengan para penguasa daerah pantai misalnya adipati. Para penguasa itu memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan perdagangan dan pelayanan. Dengan hubungan tersebut, terbukalah kesempatan paqa penguasa itu untuk menerima pengaruh-pengaruh Islam dari para Pedagang.


c. Masyarakat

Masyarakat sangat menganut para pemimpinnya. Nah, apabila ada seorang pemimpin yang memeluk agama Islam tentunya masyarakat akan lebih mudah untuk mengikutinya.

Faktor-faktor mudahnya agama Islam ke Indonesia

1. Ajarannya sederhana
2. Syarat untuk menjadi seorang muslim sangat mudah
3. Ajaran agama Islam tidak mengenal derajat atau status sosial.
4. Ajaran agama Islam disebarkan secara damai.
5. Ajaran agama Islam dipandang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia
6. Adanya kewajiban berdakwah bagi setiap muslim.

Thursday, March 25, 2010

Bioteknologi

0 komentar
Bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap proses dari bahan biologi (mikroorganisme) untuk menghasilkan produk dan jasa.
Bioteknologi merupakan usaha terpadu dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu kimia, biokimia, rekayasa genetika, teknik kimia, mikrobiologi, biologi, untuk mengolah bahan baku oleh mikroba, sel atau komponen subselulelarnya.

Rekayasa genetika adalah aplikasi genetika dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.
Ciri utama bioteknologi :
1. Adanya agen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan.
2. Adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri.
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.

Bioteknologi berkembang juga karena ditemukannya teknik ini berkembang dengan ditemukannya enzim ligase (lem biologi) dan enzim endonuklease (gunting biologi).

Ada dua macam bioteknologi :
1. Secara konvensional, yaitu dilakukan dengan cara-cara yang masih tradisional. Contoh : Fermentasi.
2. Secara modern, yaitu dilakukan dengan menggunakan cara-cara modern seperti rekayasa genetika.


Proses bioteknologi pada kondisi tidak steril contohnya :
- Pengolahan air buangan.
- Pengomposan padatan dari sampah.
- Pembuatan etanol, asam asetat, butanol, aseton, dan berbagai asam organik.

Proses bioteknologi pada kondisi steril.
Proses ini dengan cara pengenalan teknik rekayasa yang rumit pada kultivasi massa mikroorganisme untuk menjamin bahwa proses biologi tertentu dapat berlangsung tanpa kontaminasi mikroorganisme. Contohnya :
- Pembuatan antibiotika seperti penisilin, streptomisin, tetrasiklin.
- Pembuatan asam amino, asam organik, enzim, steroid, polisakarida, dan vaksin.

Rekayasa genetika adalah manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan cara penyisipan bagian gen. Rekayasa genetika bisa juga disebut dengan pencangkokan gen atau DNA rekombinan.

Tahap-tahap dalam rekayasa genetika:
1. Memperoleh gen yang menjadi produk yang dibuat oleh pabrik mikroba.
2. Menyisipkan gen ke dalam mikroba.
3. Menginduksi mikroba untuk sintesis produk asing.
4. Mengumpulkan produk.

Unsur-unsur dalam rekayasa genetika:
1. Plasmid

Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang dapat bereplikasi sendiri, yang terdapat pada sel bakteri dan eukariota uniseluler. Fungsinya untuk memelihara sejumlah ciri-ciri yang stabil dari generasi ke generasi. Pada rekayasa genetika, plasmid berfungsi sebagai vektor atau pemindah.

2. Enzim

Enzim yang berperan penting pada rekayasa genetika adalah enzim pembatas endonuklease yang bertindak sebagai gunting biologi dan enzim ligase yag bertindak sebagai lem biologi. Dengan dua enzim tersebut maka bisa merekombinasikan gen-gen yang dikehendaki.

3. Transformasi

Untuk mengambil, memasukkan, memotong, dan menempelkan DNA ke dalam makhluk hidup lain harus diikutsertakan gen pengangkut khusus yaitu vektor (transformasi).

Kumpulan sms lucu, sms gokil, sms jayus tahun 2010

0 komentar
Postingan kali ini saya menuliskan beberapa sms lucu dan sms gokil. Sms ini saya dapat dari teman-teman yang sering berbagi sms lucu and gokil. Yah dari pada saya simpan di hp dan kalau dibaca sendiri malah garing, saya akan berbagi sms lucu and gokil lewat postingan kali ini.



Kbar gmbira thun 2010.
Uang pengambilan dana
Bank Century
akan dianggarkan untk
memprioritaskn GTT Wiyata Bhakti
sbg honor tetp, tiap blnnya 3 juta.
Dan tmbhan gaji tiap bln tuk PNS :
Gol I = 5 jt
Gol II = 7 jt
Gol III = 10 jt
Gol IV = 13 jt
uang trsbt dbrkn dlm bntk YEN, dngn ktentuan Sbgai brkt :
1. Yen ono duite
2. Yen ora lali
3. Yen ora nyalahi aturan
4. Yen sing mbayar ora waras
5. Yen ing tawang ono lintang.,hehehehehe



"PUISI"
CINTA

kentut...
Suaramu hlus dan lmbut..
Sprti suara brung perkutut..
Bila dthan bkn skit perut...
Bila dklwrkan bkn rbut,,,
kentut,..
Kau brsemayam ddlm perut...
Bau hrum sprti bangkai sifut,,
kaulah angin yG bkin smw orng jd rbuT..
Klwr dr lubng brutu yG kriput...
Klo brbunyi bruT,,bruT,,bruT,



"Penyakit Cwex"
1. Nangisuitiz
Akibt tlalu snsitf.
Gejalana bibir cmberuT, mata kdap kdip.
Efek smping na mata bngkak, saputangan bnjir,
hdung meler, bawaannya
ngurung dri atau trkna pnykit Curhatitis A.
Penykit ini diobati
dngan Tebalidol,
OBH (Obt behati hamba).

2. Curhatitis B
Bawaan na pngen nyRocos,
efek Smping rhasia orng
bisa bocor, tkna nangisuitis.
Penykt ini bs diarahkn, jika ia brcuahtitisna dngn orng yG tept.

3. Shopping Syndrome
Bawaana pngen jlan2 trus,mata mlotot.
Efk smping na ldah
ngiler, mulut nganga,
dompt tipz, jika msuk
stdium 4 (parah bnget)
dompt cwox na ikuT tipiz
,coba mnum obt hematcold atau
tablet PD (Pengendali Diri).

4. Crewetisme
LbiH parah dr Curhatitis B, tdk
mngandung titik koma,
efk smping munct, tlinga ttangga buDek,
dada cwox na rata
akibt tlalu bnyX ngelus,
lbiH cpt smbuH bila
mkan Pildengar N minum tblet bicara di perlambt.

5. Lamanian dandanitoz
Pengen na diyem ddpn kaca,
tngan kiti gatel
pngen pgang sisir, tngn kanan kram
pngen teplak teplok muka
pake bdak.
Efk smping menOr, sering Telat.




Seikat rindu hadirkan mukjizat,
seikat Cinta hdirkn keindahan,
seikat syank hdirkan
kmesraan,
seikat BAYAM,
murah lo cuma Rp 1000
ayo dipilih...Dpilih...




"Sekilas info"
50 kata akhiran ah..
Cinta adlh anugrah..
Jatuh adlh musibah..
Jejak rosul adlh sunah..
Emosi adlah mrah..
Blum msak adlh mentah,
pruT mual" pzti muntah..
Lith lesu kurng drah,
cium jauh pzti emuaah..
Cium bibir bkin gelisah..
Kalo keterusan jadi ah,ah..Aha..Ah..38 x hehehe


ada 1 kisah disebuah desa terpencil seorng anak pulang dri jakarta...
Bapaknya tiba2 kaget krna rambut anaknya lurus bnget.,
si bapak brtanya pada anaknya,.:" kenpa rmbutmu brubah nak? "
si anak pun menjawb :" ini dibonding pak..!!"
trus si bpak brtnya lgi : " apa artinya dibonding nak??"
anaknya menjawb :"artnya meluruskan pak..!!"
pas wktu mau shalat maghrib, si bapak jadi imam dimasjid...Krna saf nya tidak lurus,.Si bapak teriak : "Bondingkan saf....!!".
Semua makmum ketawa, trmasuk yG bca sms ne..Heheheg

Wednesday, March 24, 2010

MENGAPA SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN MENDUKUNG TEORI EVOLUSI?

0 komentar
Charles Darwin



Sepanjang sejarah, manusia sudah memikirkan alam semesta dan asal-muasal kehidupan ini, dan sudah mengajukan berbagai gagasan tentang hal ini. Kita dapat membagi gagasan-gagasan itu menjadi dua kelompok: yang menjelaskan alam semesta ini dari sudut pandang materialis, dan yang melihat bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dari ketiadaan, yakni, kebenaran penciptaan.

Dalam pengantar buku ini, telah kita lihat bahwa teori evolusi didirikan pada filsafat materialis. Pandangan materialis menyatakan bahwa alam semesta terdiri atas materi, dan materi adalah satu-satunya hal yang ada. Karena itu, materi ada selama-lamanya, dan tidak ada kuasa lain yang mengaturnya. Kaum materialis percaya bahwa faktor ketidaksengajaan (kebetulan) yang buta menyebabkan alam semesta membentuk diri, dan makhluk hidup muncul secara bertahap, berevolusi dari zat-zat tak-hidup. Dengan kata lain, semua makhluk hidup di dunia ini muncul sebagai akibat berbagai pengaruh alam dan ketidaksengajaan.

Filsafat materialis menggunakan teori evolusi, yang keduanya saling melengkapi, untuk menjelaskan timbulnya makhluk hidup. Kesatuan ini, yang lahir di zaman Yunani kuno, kembali disebarluaskan saat ilmu pengetahuan masih terbelakang di abad ke-19, dan, karena teori itu dianggap mendukung paham materialisme, tak perduli secara ilmiah absah atau tidak, teori ini segera dirangkul oleh kaum materialis.



Fakta penciptaan bertentangan dengan teori evolusi. Menurut pandangan kreasionis (penciptaan), materi tidaklah ada sejak dan untuk masa yang tak terhingga, dan karena itu, dikendalikan. Allah menciptakan materi dari ketiadaan dan memberinya keteraturan. Semua makhluk, hidup maupun tak-hidup, ada karena diciptakan Allah. Rancangan, perhitungan, keseimbangan, dan keteraturan yang tampak di alam semesta dan dalam makhluk hidup merupakan bukti nyata akan hal ini.

Semenjak awal, agama telah mengajarkan kebenaran penciptaan, yang dapat dipahami semua orang melalui penggunaan akal dan pengamatan pribadi. Semua agama samawi telah mengajarkan bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan berfirman "Jadilah!", dan bahwa bekerjanya alam semesta secara sempurna tanpa cela merupakan bukti daya ciptaNya yang agung. Banyak ayat Al Qur'an juga mengungkapkan kebenaran ini. Misalnya, Allah mengungkapkan bagaimana Dia secara ajaib menciptakan alam semesta dari ketiadaan:

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah, 2: 117)

Allah juga mengungkapkan yang berikut:

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An'aam, 6: 73)

Ilmu pengetahuan mutakhir membuktikan ketidak-absahan pernyataan materialis-evolusionis, dan menegaskan kebenaran penciptaan. Berlawanan dengan teori evolusi, semua bukti penciptaan yang mengelilingi kita menunjukkan bahwa faktor kebetulan tidak berperan dalam terwujudnya alam semesta. Setiap rincian yang tampak saat kita mengamati langit, bumi, dan semua makhluk hidup dimaksudkan sebagai bukti kebijaksanaan dan kekuasaan Allah yang agung.

Perbedaan mendasar antara agama dan paham ateisme adalah, yang pertama mempercayai Allah, sedangkan yang terakhir mempercayai materialisme. Ketika Allah bertanya kepada mereka yang ingkar, Dia menarik perhatian terhadap pernyataan yang mereka ajukan untuk menolak penciptaan: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? (QS. Ath Thuur, 52: 35) Sejak zaman bermula, mereka yang mengingkari penciptaan senantiasa menyatakan bahwa manusia dan alam semesta tidaklah diciptakan, dan selalu berusaha membenarkan pernyataan tak masuk akal itu. Dukungan yang terbesar bagi mereka tiba di abad ke-19, berkat teori Darwin.

Kaum muslimin tidak boleh mengadakan jalan tengah dalam masalah ini. Memang, orang boleh berpikir sesukanya, dan boleh percaya apa pun yang ingin dipercayainya. Akan tetapi, tidak ada jalan tengah bagi teori yang mengingkari Allah dan ciptaanNya, sebab hal itu berarti tawar-menawar dalam unsur dasar agama. Tentu, berbuat demikian sama sekali tak bisa diterima.

Para evolusionis, karena sadar betapa jalan tengah seperti itu akan merusak agama, mendorong orang-orang beriman agar berusaha memperolehnya.


Kaum Darwinis Menganjurkan Pandangan Penciptaan-melalui-Evolusi

Para ilmuwan yang mendukung teori evolusi secara buta, kini semakin tersudut oleh berbagai kemajuan ilmiah baru, yang kian lama kian banyak dan kian terbuka bagi orang awam. Menyadari bahwa setiap penemuan baru adalah bertentangan dengan teori ini, serta menegaskan kebenaran penciptaan, maka demagogi (tindakan menghasut masyarakat) pun berperan lebih penting daripada bukti ilmiah dalam berbagai naskah evolusionis. Di sisi lain, majalah-majalah ilmiah pendukung teori evolusi yang paling terkemuka sekalipun, seperti Science, Nature, Scientific American atau New Scientist, terpaksa mengakui bahwa beberapa segi dalam teori Darwin sudah menghadapi jalan buntu. Para ilmuwan yang mendukung paham penciptaan memenangkan berbagai debat ilmiah ini, dan dengan demikian, menyingkapkan berbagai pernyataan tak berdasar yang diajukan kaum evolusionis.

Di sinilah, pandangan penciptaan lewat evolusi menjadi penolong bagi kaum materialis. Ini merupakan salah satu taktik yang digunakan kaum evolusionis untuk melunakkan sikap para pendukung paham penciptaan (atau "Rancangan Cerdas"), dan melemahkan posisi intelektual mereka dalam melawan dogma Darwinisme. Walaupun tidak mempercayai Tuhan karena telah mendewakan faktor kebetulan atau ketidaksengajaan, dan menentang habis fakta penciptaan, kaum evolusionis menganggap bahwa teori mereka akan lebih dapat diterima jika mereka berdiam diri tentang gagasan kaum beragama yang sekaligus mendukung teori evolusi, bahwa Allah menciptakan makhluk hidup lewat evolusi. Malah, mereka menganjurkan jalan tengah antara teori ini dan agama, sehingga evolusi lebih dapat diterima dan kepercayaan akan penciptaan melemah.

Melihat ini, kaum Muslimin harus mengerti bahwa adalah salah sepenuhnya apabila kita percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta, namun sekaligus mendukung teori evolusi sekalipun tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan. Lebih jauh lagi, adalah sama salahnya apabila kita menyatakan bahwa evolusi selaras dengan Al Qur'an, dengan cara mengabaikan semua peringatan dalam kitab suci itu sendiri. Kaum Muslimin yang bersikap seperti itu perlu menyadari bahwa mereka sedang mendukung sebuah gagasan yang dirancang untuk membantu filsafat materialis dan, setelah tahu hal ini, harus segera menarik kembali dukungan mereka.


Menolak Evolusi Tidak Berarti Menolak Ilmu Pengetahuan

Jumlah Muslim yang percaya bahwa semua makhluk hidup muncul melalui evolusi tidaklah boleh diremehkan. Kesalahan mereka berdasarkan pada kurangnya pengetahuan serta berbagai sudut pandang yang keliru, khususnya yang terkait dengan berbagai masalah ilmu pengetahuan. Kesalahan yang utama adalah gagasan bahwa evolusi adalah fakta ilmiah dan sudah terbukti kebenarannya.

Orang seperti mereka tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan telah mengikis habis tingkat kebenaran teori evolusi. Baik di tingkat molekuler, atau pun dalam biologi dan paleontologi, penelitian telah membuktikan ketidak-absahan pernyataan makhluk hidup muncul sebagai hasil proses evolusi. Teori Darwin mampu bertahan, sekalipun bertentangan dengan kenyataan ilmiah, hanya karena para evolusionis melakukan segala hal yang mereka bisa, termasuk sengaja menyesatkan orang, agar teori itu tetap hidup. Tulisan dan ceramah mereka dipenuhi istilah ilmiah yang tidak dimengerti orang awam. Tetapi bila kata-kata mereka ditelaah, orang tidak dapat menemukan bukti untuk mendukung teori mereka.

Pemeriksaan yang seksama atas karya tulis terbitan kaum Darwinis telah jelas mengungkapkan kenyataan ini. Uraian mereka hampir tidak pernah berdasarkan bukti ilmiah yang kukuh. Berbagai bidang mendasar, tempat teori ini runtuh, dipulas dengan beberapa patah kata, dan banyak uraian aneh ditulis tentang sejarah alam. Mereka tidak pernah memusatkan perhatian pada pertanyaan-pertanyaan utama, misalnya bagaimana pertama kali kehidupan timbul dari zat-zat yang tak-hidup, celah-celah lebar pada catatan fosil, dan sistem pada makhluk hidup yang rumit. Mereka tidak melakukannya, karena apa pun yang dapat mereka katakan atau tulis akan berlawanan dengan tujuan mereka serta mengungkapkan kekosongan teori mereka.

Ketika Charles Darwin (1809-1882), pendiri teori ini, menelaah salah satu sistem rumit yang terdapat pada makhluk hidup, yakni mata, ia menyadari bahaya yang mengancam teorinya, dan ia bahkan mengakui bahwa memikirkan mata membuat sekujur tubuhnya menggigil. Seperti Darwin, para ilmuwan evolusionis masa kini tahu bahwa teori mereka tidak memiliki penjelasan tentang sistem rumit serupa itu. Namun, bukannya mengakui hal ini, mereka justru mencoba menutupi tiadanya bukti ilmiah, dengan cara menulis berbagai uraian khayal serta mencekokkan teori ini kepada masyarakat dengan memberinya sebuah topeng ilmiah.

Cara-cara ini tampak jelas dalam debat tatap muka antara kaum evolusionis dengan mereka yang meyakini penciptaan, maupun dalam tulisan dan film dokumenter evolusionis. Sebenarnya, kaum evolusionis tidak peduli pada hal-hal seperti kebenaran ilmiah atau akal sehat, karena sasaran tunggalnya adalah membuat orang yakin bahwa evolusi adalah kenyataan ilmiah.

Dengan cara demikian, kaum Muslimin pendukung evolusi termakan oleh citra teori ini yang katanya "ilmiah". Khususnya, mereka tertusuk oleh semboyan Darwinis, seperti: "Siapa pun yang tidak mempercayai teori evolusi artinya bersikap taklid (meyakini sesuatu secara buta) atau tidak ilmiah," dan karena itu memberikan ruang dalam keyakinan mereka yang sebenarnya. Karena terpengaruh keterangan usang atau tulisan dan pendapat evolusionis, mereka percaya bahwa hanya evolusi yang dapat menerangkan peristiwa munculnya kehidupan. Lalu mereka mencoba menyelaraskan agama dan evolusi, karena tidak mengetahui perkembangan ilmiah mutakhir maupun pertentangan dalam teori itu sendiri, serta tingkat keyakinan terhadap kebenaran teori tersebut yang telah lenyap.

Akan tetapi, menimbang bahwa evolusi bertentangan 180 derajat dengan penciptaan, membuktikan kebenaran yang satu akan berarti menggugurkan yang lainnya. Dengan kata lain, menggugurkan evolusi berarti membuktikan penciptaan.

Karena alasan-alasan ini, kaum materialis memandang debat tentang evolusi sebagai sejenis medan perang, semacam perang terbuka antar paham pemikiran, dan bukan sebagai masalah ilmiah. Jadi, kaum materialis melakukan semua cara yang mungkin untuk menghalangi mereka yang meyakini paham penciptaan.

Misalnya, evolusionis Lerry Flank menyarankan agar kebenaran penciptaan dilawan dengan cara-cara berikut:

Para pengawas terhadap kaum kreasionis harus ketat mengawasi susunan anggota dewan pendidikan negara bagian. Sebaiknya, mereka yang berminat kepada pendidikan yang bermutu serta kepada pencegahan langkah kaum fundamentalis yang hendak memakai sekolah negeri untuk berkhotbah, menjadi mayoritas anggota dewan-dewan ini … Jika ini gagal, dan buku-buku pelajaran berpaham kreasionis benar-benar dipakai dan disetujui, maka tindakan hukum menjadi perlu diambil. 1

Jelaslah dari kata-kata ini bahwa kita bukan sedang bicara tentang suatu debat ilmiah, melainkan tentang sebuah perang gagasan, yang dicanangkan oleh kaum evolusionis dalam kerangka kerja siasat tertentu.

Kaum Muslimin yang mempertahankan evolusi harus menyadari hal ini. Darwinisme bukan sebuah pandangan ilmiah; melainkan sebuah sistem berpikir yang dirancang untuk menggiring orang mengingkari Allah. Karena teori ini tidak berlandasan ilmiah, seorang Muslim tidak boleh membiarkan diri disesatkan oleh berbagai pendapat dalam teori ini, dan lalu memberikan dukungan, setulus apa pun niatnya.


Akibat Jika Kaum Evolusionis Menjadi Mayoritas

Prof. Arda Denkel

Muslihat terpenting kaum evolusionis agar teori Darwin diterima secara luas adalah dengan menandaskan bahwa teori itu diterima luas di kalangan masyarakat ilmiah. Pendeknya, mereka menyatakan keabsahan teori ini didasarkan atas anggapan bahwa penganutnya merupakan mayoritas (berjumlah terbanyak), dan anggapan bahwa pandangan mayoritas adalah benar dalam setiap masalah. Dengan menggunakan jalan pikiran itu, serta pernyataan bahwa kebenaran evolusi kian terbukti oleh penerimaan yang luas di berbagai perguruan tinggi, mereka mencoba memakai tekanan kejiwaan pada setiap orang, termasuk yang percaya kepada Allah, untuk menerimanya.

Arda Denkel, seorang evolusionis guru besar ilmu filsafat di Universitas Bosphorus, mungkin yang paling tersohor di Turki, bahkan mengakui kelirunya cara ini:

Apakah dengan banyaknya orang, organisasi atau lembaga terhormat yang mempercayainya, teori evolusi terbukti benar? Bisakah teori itu dibuktikan dengan keputusan pengadilan? Apakah jika orang terhormat atau berkuasa mempercayai sesuatu, maka sesuatu itu akan menjadi benar? Saya ingin mengenang sebuah kenyataan sejarah. Bukankah Galileo berdiri di hadapan semua orang, pengacara, dan khususnya ilmuwan terhormat zamannya, dan secara sendirian mengatakan kebenaran, tanpa dukungan satu orang pun? Tidakkah berbagai sidang dewan Inkuisisi mengungkapkan suasana serupa? Memperoleh dukungan dari kelompok terhormat dan berpengaruh tidak menciptakan kebenaran, dan tidak berkaitan dengan kenyataan ilmiah. 2

Seperti pendapat Denkel, penerimaan luas terhadap sebuah teori tidak membuktikan kebenarannya. Nyatanya, sejarah ilmu pengetahuan dipenuhi berbagai contoh teori, yang awalnya diterima oleh sedikit orang (golongan minoritas) saja, dan baru kemudian diterima kebenarannya secara mayoritas.



















Banyak ilmuwan masa kini yang menolak evolusi dan menerima bahwa Allah, Tuhan Pemilik Segala Kekuatan dan Kecerdasan Tak Terbatas telah menciptakan alam semesta ini. Beberapa ilmuwan yang menerima kebenaran penciptaan ini adalah, dari kiri ke kanan, Owen Gingerich, profesor astronomi dan sejarah ilmu pengetahuan pada Harvard University; Carl Friedrich von Weizsacker, profesor fisika pada Germany's Max-Planck-Gasellschaft University; Donald Chittick, profesor kimia pada Oregon State University; Robert Matthews, professor fisika pada Oxford University; Michael J. Behe, profesor biologi pada Lehigh University; David Menton, profesor anatomi pada Washington University, S. Jocelyn Bell Burnell, profesor fisika pada Universitas Terbuka di Inggris; dan William Dembski, profesor rekanan dalam dasar pandangan ilmu pengetahuan pada Baylor University.

Lebih lagi, evolusi tidaklah diterima oleh seluruh masyarakat ilmiah, seperti yang diupayakan oleh para pendukungnya agar diyakini orang. Selama 20-30 tahun terakhir, jumlah ilmuwan yang menolaknya telah meningkat secara luar biasa. Kebanyakan dari mereka meninggalkan kepercayaan buta kepada Darwinisme, sesudah melihat rancangan yang tanpa cacat di alam semesta dan dalam makhluk hidup. Mereka telah menerbitkan karya tulis yang tak terhitung jumlahnya, yang membuktikan ketidak-absahan teori itu. Lebih penting lagi, mereka merupakan anggota berbagai perguruan tinggi terkemuka di seantero dunia, khususnya Amerika Serikat dan Eropa, dan pakar serta peneliti karir dalam bidang biologi, biokimia, mikrobiologi, anatomi, paleontologi, dan bidang ilmu lainnya.3 Karena itu, sangat keliru berkata bahwa jumlah terbanyak dalam masyarakat ilmiah mempercayai evolusi.

Karena itu, tidak akan bermakna apa-apa, sekalipun jika kaum evolusionis sungguh menjadi jumlah terbanyak. Tidak ada pandangan mayoritas yang sepenuhnya benar hanya karena itu pandangan mayoritas. Kaum Muslimin yang mempercayai evolusi perlu tahu bahwa Al Qur'an membahas masalah ini ketika menceritakan nasib banyak masyarakat zaman dahulu, yang berpandangan serupa, dan akhirnya mengingkari Allah dan agamaNya dengan cara membiarkan diri tersesat dari jalan yang lurus. Allah memperingatkan kaum mukmin agar tidak mengikuti orang-orang yang penuh tipu-daya demikian, dan mengabarkan kepada umat manusia bahwa berjalan bersama jumlah terbanyak, atau mayoritas, bisa mengakibatkan manusia tergiring ke arah kesalahan yang mengerikan:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al An'aam, 6: 116)

sumber : http://www.harunyahya.com/indo/buku/darwinisme01.htm

Tuesday, March 23, 2010

Petunjuk Tentang Adanya Evolusi

0 komentar


1. Anatomi perbandingan

Dari studi anatomi perbandingan dapat kita ketahui bahwa alat fungsional pada pelbagai binatang dapat menjadi 2, yaitu :
- Homologi sistem organ
- Analogi sistem organ

Homologi sistem organ artinya organ yang mempunyai asal sama dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda.
Contoh homologi sistem organ yaitu
* Tangan manusia dengan sayap kelelawar,
* Tangan manusia dengan kaki depan kuda.

Adanya organ homolog menunjukkan bahwa adanya hubungan kekerabatan antara hewan yang satu dengan yang lain. Jadi menunjukkan adanya evolusi.

Analogi sistem organ artinya organ yang mempunyai fungsi yang sama, tanpa memperhatikan asalnya.
Contohnya :
* Sayap serangga dengan sayap burung.
* Sayap kelelawar dengan sayap kupu-kupu.

Jadi analogi sistem organ tidak dapat menunjukkan hubungan kekerabatan makhluk hidup atau bukan merupakan parameter evolusi.

2. Adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan

Terdapat berbagai variasi pada individu dari satu spesies, misalnya perbedaan warna, ukuran, panjang, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Menurut Darwin perbedaan tersebut terjadi karena pengaruh faktor luar, seperti :suhu, tanah, makanan, dan lain-lain. Variasi pada lingkungan yang berbeda memperlihatkan perkembangan yang berbeda pula.

2. Pengaruh penyebaran geografis

Suatu makhluk hidup cenderung untuk menyebar ke tempat-tempat lain, penyebaran organisme dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Penyebaran aktif
b. Penyebaran pasif

Penyebaran aktif yaitu penyebaran yang didorong oleh faktor-faktor kemampuan dari dalam individu sendiri. Contohnya : burung pelikan terbang dari Australia pindah ke Bali (Indonesia).

Sedangkan penyebaran pasif yaitu penyebaran yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor dari luar individu tersebut. Contohnya buah kelapa yang menyebar karena terbawa arus air.

Penyebaran aktif dan pasif ini tidak selalu berakibat pada perluasan daerah. Hal ini disebabkan oleh adanya rintangan-rintangan yang sulit ditembus (isolasi geografi) atau adanya lingkungan baru yang tidak memenuhi persyaratan untuk hidup dan berkembang biak.

Penemuan fosil terjadi secara kebetulan dan jarang ditemukan dalam keadaan utuh, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Terjadinya lipatan batuan bumi.
b. Pengaruh air, angin dan bakteri pembusuk.
c. Hewan pemakan bangkai.
d. Jenis organisme.
e. Keadaan sekeliling yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh menjadi fosil.

4. Embriologi perbandingan

Perkembangbiakan vertebrata selalu mengalami tahap-tahap perkembangan mulai dari zigot-> morula-> blastula-> gastrula-> embrio. Semua vertebrata menunjukkan adanya persamaan bentuk pada perkembangan yaitu mulai dari zigot sampai dengan gastrula. Setelah fase embrio, fase perkembangannya mengalami perbedaan. Adanya persamaan perkembangan pada semua golongan hewan vertebrata tersebut, menunjukkan adanya kekerabatan.

Ternyata bentuk-bentuk perkembangan embrio vertebrata juga berhubungan dengan sejarah perkembangan filum. Bila diperhatikan, maka zigot setara dengan Protozoa yaitu satu sel, morula setara dengan Porifera yaitu bersel banyak namun belum mengalami diferensiasi, blastula setara dengan Coelenterata yaitu sudah mempunyai rongga, gastrula setara dengan vermes yang sudah tersusun atas tiga lapisan dan seterusnya.

Oleh karena itu Earnest Haeckel menyebutkan dengan istilah rekapitulasi (ulangan ringkas), yaitu ontogeni (perkembangan individu mulai dari sel terur yang dibuahi hingga individu tersebut mati) merupakan ulangan rinkas dari filogeni (sejarah perkembangan organisme dari filum yang paling sederhana hingga paling sempurna).

Contoh adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yaog dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.

PATNER

Blogs Directory

Followers