Monday, May 3, 2010

SISTEM PENCERNAAN

0 komentar
A. Zat Makan dan Fungsinyas
Zat makanan merupakan bahan – bahan yang diperlukan oleh tubuh supaya dapat tetap hidup. Ada dua jenis zat makanan, yaitu zat makanan makro ( Karbohidrat, protein, lemak) dan zat makan mikro (Vitamin, dan mineral).

1. Fungsi Makanan
Makanan mempunyai berbagai fungsi, antara lain :
a. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
b. Pemeliharaan dan perbaikan sel – sel tubuh yang telah rusak atau tua.
c. Pengaturan metabolisme tubuh.
d. Penjuaga keseimbangan cairan tubuh.
e. Pertahanan tubuh terhadap penyakit.
f. sPenghasil energi.

Makanan yang baik memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Higienis, yaitu tidak mengandung kuman – kuman penyakit dan zat yang racun
yang membahayakan tubuh.
b. Bergizi, cukup mengandung kalori, karbohidrat, lemak, dan protein yang me-
ngandung 10 asam amino esensial.
c. Mudah dicerna.
d. Bervitamin dan bermineral.
e. Cukup mengandung air.




2. Zat Makanan
a. Karbohidrat
Karbohidrat atau hidrat arangt adalah senyawa yang mengandung C, H dan O dengan perbandinganH dan O= 2:1 dan dinyatakan dengan rumus umumCn(H2O)n. Secara kimiawi, karbohidrat dapat didefenisikan sebagai turunan aldehida (polihidroksi aldehid) atau turunan ,keton (polihidroksi keton) dari alkohol, atau juga karbohidrat berarti senyawa yang dapat dihidrolisis (bereaksi dengan air) menghasilkan aldehida atau keton.

Berdasarkan panjang rantai karbon, karbohidrat dibagi 3, yaitu :
1) Monosakarida
Merupakan karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana dan dibagi menjadi triosa, pentosa, heksosa, heptosa. Heksosa dalam tubuh antara lain glukosa, galaktosa, fruktosa dan manosa.
.
2) Oligosakarida
Menghasilkan 2 –6 monosakarida melalui hidrolisis. Oligosakarida yang penting dalam tubuh adalah disakarida yang menghasilkan 2 monosakarida jika di hidrolisis, contoh : sukrosa, (gula pasir), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula gandum).
Hidrolisis sukrosa menghasilkan glukosa dan fruktosa.
Hidrolisis laktosa menghasilkan galaktosa dan glukosa.
Hidrolisis maltosa menghasilkan dua moelekul glukosa.

3) Polisakarida
Menghasilkan lebih dari 6 monosakarida dan melalui hidrolisis. Contoh pati, glikogen, insulin, selulosa, dekstrin.




Sumber Karbohidrat
Sumber karbohidrat yaitu : padi – padian ( beras, gandum, jagung), umbi – umbian ( singkong, ubi, kentang), tepung, sagu.

Fungsi Karbohidrat :
1) Sebagai sumber energi utama
2) Berperan penting dalam metabolisma
3) Menjaga keseimbangan asam dan basa.
4) Pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.
5) Membantu proses pencrnaan makanan dalam salurn pencernaan misalnya
selulosa.
6) Membantu penyerapan kalsium, misalnya laktosa.
b. Lemak
Persenyawaan antara asam lemak dan gliserol disebut “lemak”, tersusun atas unsur C, H, dan O, serta terkadang P dan N.
Lemak tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik, seperti eter, kloroform, dan minyak tanah.
Lemak dibedakan menjadi 3, yaitu :
1) Lemak Sederhana
Lemak sederhana terdpat pada lemak dan minyak tanah. Tersusun dari trigli-
serida ( satu gliserol dan tiga asam lemak).
2) Lemak Campuran
Yang termasuk lemak campuran yaitu fosfolipid, fosfatid, dan lpoprotein.
3) Lemak Asli
Yang termasuk lemak asli antara lain asam lemak, sterol, kolestrol, dan pelarut
Vitamin D.

Sumber Lemak
Bahan makanan sumber lemak ada dua jenis, yaitu :
1) Lemak nabati ( asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh )
Lemak nabati umumnya mengandung asam lemak tidak jenuh, kecuali minyak
Kelapa. Contoh :minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jagung, minyak bunga
matahari, margarin dan kacang – kacangan.
2) Lewak hewani ( asam lemak jenuh)
Lemak hewani mengandung asam lemak jenuh, kecuali ikan dan kerang.
contoh : mentega, susu, keju, daging, ikan dan kuning telur.

Fungsi Lemak
1) Sumber energi.
2) Pelarut Vitamin A,D,E,K.
3) Sumber asam lemak esensial.
4) Pelindung organ tubuh.
5) Penyebab lamanya pengosongan lambung sehingga memberi rasa kenyang le-
bih lama.

c. Protein
Protein didefenisikan sebagai snyawa majemuk yang terdiri atas unsur – unsur C, H, O, N, dan kadang – kadang mengandung unsur P dan S. Protein terdiri atas senyawa – senyawa sederhana yang disebut asam amino. Jenis asam amino sangat banyak tapi dapat dibedakan menjadi asam amino esensial, dan asam amino non esensial.

Sumber Protein
Protein dapat diperoleh dari:
1) Protein hewani (dari hewa): daging, telur, susu, dan ikan.
2) Protein nabati (dari tumbuhan): kacang – kacangan terutama kedelai.


Fungsi Protein
1) Sinteza zat – zat penting tubuh, seperti hormon, enzim, dan antibodi.
2) Pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan tubuh.
3) Pelaksana metabolisme tubuh.
4) Penyeimbangan asam dan basa cairan tubuh.
5) Penyediaan sumber energi, dimana 1 gramnya terkandung 4,1 kalori.
6) Pemelihraan tekanan cairan dalam sekat rongga tubuh.

d. Air
Fungsi Air
1) Pelarut senyawa – senyawa lainnya.
2) Mengangkut zat lain dari sel ke sel atau dari jaringan kejaringan lainnya.
3) Menjaga stabilitas suhu tubuh.

e. Mineral
Mineral – mineral yang dibutuhkan dalam tubuh dikelompokkan menjadi makroelemen dan mikroelemen.

Makroelemen adalah unsur – unsur yang diperlukan dalam tubuh dalam jumlah besar. Sedangkan Mikroelemen adalah unsur – unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit namun berperan vital bagi proses metabolisme.

f. Vitamin
Senyawa organik yang terdapat dalam makanan dan dibutuhkan untuk pertumbuhan yang normal dinamakan vitamin. Menurut kelarutannya vitamin dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu:
1) Vitamin yang larut dalam air yaitu Vitamin B dan C.
2) Vitamin yang larut dalam lemak: Vitamin A,D, E,K.

B. Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
Saluran pencernaan dan kelenjar – kelenjar pencernaan dalam tubuh akan membentuk suatu sistem pencernaan. Moelekul – moelekul zat makanan yang berukuran besar akan diubah menjadi ukuran – ukauran yang lebih kecil agar dapat diserap oleh dinding usus. Proses perubahan tersbut disebut dengan sebagai pencernaan.
Alat Pencernaan Makanan :
Alat-alat pecernaan makanan berfungsi mencernakan makanan sehingga dapat diserap oleh usus halus. Saluran pencernaan meliputi antara lain :
1. Mulut
Didalam mulut terjadi pencernaan secara mekanik dan kimia. Didalam mulut terdapat :
a. Lidah
Berfungsi sebagai alat pengecap, membantu mendorong makanan dalam proses penelanan, membantu membersihkan mulut dan membantu bersuara.
b. Kelenjar ludah
Berfungsi untuk melarutkan makanan, memudahkan penelanan, dan melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam dan basa.
Kelenjar ludah ada 3 bagian, yaitu :
1) Glandula parotis, menghasilkan ludah yang berbentuk air.
2) Glamdula submaksilaris, menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.
3) Glandula sublingualis, menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.





c. Gigi
Susunan gigi manusia dapat ditukus sebagai berikut :
 Susunan Gigi Sulung
Jenis gigi P C I I C P
Rahang atas
Rahang bawah 2 1 2
2 1 2 2 1 2
2 1 2

 Susunan gigi Tetap
Jenis gigi M P C I I C P M
Rahang atas
Rahang bawah 3 2 1 2
3 2 1 2 2 1 2 3
2 1 2 3

Keterangan :
I = Insisivus = gigi seri
C = Caninus = gigi taring
P = Premolar = geraham depan
M = Molar = geraham belakang

2. Kerongkongan (Esofagus)
Didalam kerongkongan terjadi gerakan peristaltik, gerakan inilah yang membantu mendorong makanan dari rongga mulut kelambung lebih kurang selama 6 detik.

3. Lambung (Ventrikel)
Lambung tersusun atas tiga bagian, yaitu :
a) kardiak, terdapat otot sfinkter kardiak yang akan membuka jika ada makanan masuk.
b) Fundus, merupakan bagian tengah lambung dengan bentuk membulat.
c) Pilorus, bagian bawah lambung yang berdekatan dengan usus halus, di dekat pilorus terdapat sfinkter pilorus yang dapat bergerak secara peristaltik sama dengan gerak pada esofagus.

4. Usus Halus (Intestinum)
Usus halus dibagi atas 3 bagian, yaitu :
a) Duodenum (usus 12 jari) karena panjangnya sekitar 12 jari orang dewasa yang sejajar.
b) Jejenum (usus kosong) karena pada orang yang telah meninggal bagian usus tersebut kosong.
c) Ileum (usus penyerap) karena pada bagian inilah zat-zat makanan diserap oleh tubuh.
Pencernaan didalam intestinum juga dibantu oleh pankreas. Organ ini dapat berperan sebagai kelenjar endokrin dengan menghasilkan hormon insulin dan sebagai kelenjar eksokrin dengan menghasilkan getah pencernaan berupa, yaitu :
a. Insulin berfungsi untuk mempertahankan kestabilan kadar gula darah.
b. Tripsin berfungsi memecah protein menjadi pepton.
c. Amilase berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa.
d. Lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
5. Usus Besar
Didalam usus besar sisa makan akan dibusukkan oleh bakteri Escherichia coli menjadi feses. Agar sisa makanan yang masuk kedalam kolon tidak kembali ke intestinum, diperbatasan kedua usus tersebut terdapat klep bernama klep ileosekum di dalam kolon juga terjadi penyerapan air yang masih tersisa pada makanan sehingga feses terjadi padat.



Feses tersebut melalui gerak paristaltik, kolon akan terdorong sedikit demi sedikit sehingga mendekati poros usus (Rektum). Akibatnya, timbul rangsangan untuk buang air besar (Defekasi). Rangsangan ini disebut Gastrokolik. Feses terakhir dikeluarkan tubuh melalui Anus.

C. Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Memamah Biak
Beberapa struktur khusus sistem pencernaan ruminansia yang membedakan dengan hewan-hewan pemakan hewan dan pemakan segala antara lain :
1) Gigi serinya mempunyai bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan yang berupa rumput atau tumbuhan.
2) Geraham belakang besar berbentuk datar dan lebar.
3) Rahangnya bergerak menyamping untuk menggiling dan menggilas makanan.
4) Struktur lambungnya kompleks dengan empat ruangan yang berbeda, yaitu Rumen, Retikulum, Omasum, dan Abomasum.
5) Ukuran panjang ususnya, dibanding hewan Caenivora atau omnivora yang ukuran tubuhnya sama, usus ruminansia jauh lebih panjang.
6) Pada ususnya hidup koloni bakteri yang merupakan simbiosis mutualisme dengan ruminansia.

D. Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pencernaan Makanan
1. Gangguan pada mulut.
a) Parotis atau gondong, yaitu infeksi pada kelenjar parotis.
b) Xerostomia, yaitu produksi air liur yang amat sedikit.
2. Gangguan pada lambung.
a) Gastritis : radang akut pada dinding lambung karena makanan yang kotor.
b) Kolok : salah cerna akibat makanan yang masuk terlalu banyak.
3. gangguan pada usus
a) diare : injeksi kuman pada kolon yang mengakibatkan feses terlalu cepat keluar.
b) Sembelit : keadaan sulit buang air besar akibat penyerapan air khim pada ileum berlebihan.
c) Apendisitis : keadaan apendiks yang meradang.
d) Heromoroid : keadaan yang membengkaknya vena pada anus.

Gangguan pada alat pencernaan bisa pula akibat keracunan makanan. Keracunan ini umunya disebabkan oleh bakteri, seperti Salmonella yang dapat menyebabkan penyakit tifus dan Clostridium yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Bakteri Clostridium umumnya terdapat pada makanan kaleng yang kadarluwarsa.

SISTEM PERNAPASAN

0 komentar
A. Pernapasan pada Hewan
1. Pernapasan pada Hewan Bersel Satu
Hewan bersel satu belum memiliki sistem organ, pernapasannya terjadi secara langsung dari udara bebas langsung berdifusi ke dalam tubuhnya. Didalam mitokondria O2 digunakan untuk memecah senyawa oeganik, sehingga dihasilkan energi dan zat sisa berupa air dan CO2. CO2 dan O2 bergerak dengan arah yang berlawanan. O2 bergerak secara difusi dari membrane menuju ke mitokondria, sedangkan CO2 bergerak dari mitokondria di dalam sitoplasma menuju membran terus ke udara bebas.

2. Pernapasan pada Insekta
Sistem pernapasannya berupa sistem pernapasan trakea. Alat pernapasan ssserangga adalah pembuluh trakea. Pembuluh trakea merupakan pembuluh udara yang memanjang dan bercabang-cabang menjadi halus (trakeolus) sehingga dapat mencapai seluruh jaringan tubuh. Udara keluar masuk melalui lubang kecil yang disebut spirakel yang terdapat pada setiap sisi ruas tubuh serangga. Didalam trakeolus terjadi pertukaran gas dengan sel-sel tubuh.

3. Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba (Arachnida)
Alat pernapasannya berupa paru-paru buku (Arachnida hidup di darat) dan insang buku (Arachnida hidup di air).



4. Pernapasan pada Ikan
Organ pernapasan pada ikan adalah:
a. Insang dengan bentuk lembaran-lembaran merah muda dengan jumlah 5-7 lembar.
b. Setiap lembar terdiri atas sepasang filamen.
c. Pada permukaan filamen terdapat struktur yang letaknya saling sejajar yang disebut lamela.
d. Setiap lamela mengandung banyak pembuluh darah yang memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbondioksida keluar dari insang.
Pernapasan dilakukan melalui 2 tahap, yaitu:
a. Inspirasi (tahap pengambilan oksigen)
O2 dimasukkan kedalam insang melalui rongga mulut.
b. Ekspirasi(tahap pelepasan karbondioksida)
CO2 dikeluarkan melalui celah insang.

5. Pernapasan pada Katak
Alat pernapasan pada katak terdiri atas selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru.
Mekanisme pernapasan:
a. Selaput rongga mulut
Bila faring dan rongga mulut bergerak, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara masuk rongga mulut melalui selaput rongga mulut yang tipis.
b. Kulit
O2 yang masuk melalui kulit akan melewati vena kulit(vena kutanea) kemudian kejantung dan selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. CO2 dari jaringan dibawa kejantung dan selanjutnya ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru(arteri pulmo kutanea).

c. Paru-paru
Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuara kapiler darah. Pada katak inspirasi dan ekspirasi berlangsung pada saat mulut tertutup.

6. Pernapasan pada Burung
Alat pernapasan burung:
a. 2 pasang lubang hidung.
b. Celah tekak pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang menghubungkan rongga mulut dengan trakea.
c. Trakea atau batang tenggorok.
d. Sepasang paru-paru yang dihubungkan dengan kantong-kantong hawa atau pundi-pundi hawa atau sakus pneumatikus.
a. Pernapasan Saat Tidak Terbang
Inspirasi:
otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga menyebabkan rongga dada mengembang, demikian pula paru-paru ikut mengembang. Akibatnya, udara akan masuk ke dalam paru-paru. Sebagian udara diteruskan ke pundi-pundi udara.
Ekspirasi:
Rongga dada akan mengecil, sehingga tekanan paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar sehingga udara keluar dari paru-paru. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari pundi-pundi udara masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan O2 dalam pembuluh kapiler paru-paru. Dengan demikian, pengambilan O2 pada burung dilakukan baik pada tahap inspirasi maupun tahap ekspirasi.



b. Pernapasan Saat Terbang
Inspirasi:
Pada saat sayap diangkat, kantong udara antarkorakoid terjepit, sedangkan pada ketiak mengembang sehingga O2 dapat masuk ke paru-paru.
Ekspirasi:
Pada saat gerakan sayap kebawah kantong udara ketiak terjepit, sedangkan kantong udara antarkorakoid mengembang. Akibatnya, udara dari paru-paru keluar. Semakin tinggi burung terbang, semakin cepat gerak sayapnya guna memenuhi kebutuhan O2.

B.Pernapasan pada Manusia
1.Alat Pernapasan Manusia
Terdiri:
a. Rongga hidung(cavum nasales)
b. Faring
c. Trakea(batang tenggorokan)
d. Bronkus(cabang dari tenggorokan)
e. Bronkiolus(cabang dari bronkus)
f. Alveolus
g. Paru-paru






a. Rongga hidung
Merupakan tempat masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung udara akan mengalami:
1) Penyaringan, ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya debu. Benda-benda tersebut dihalangi oleh rambut-rambut yang tumbuh ke arah luar lubang hidung.
2) Penghangatan, yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.
b. Faring atau tekak
Faring merupakan tempat terjadinya persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.
Didalam faring terdapat:
1) Epiglotis bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan tersebut.
2) Dibawah faring terdapat laring(pangkal tenggorok).
3) Pada laring terdapat celah yang disebut glotis yang menuju ke batang tenggorok, di dalam laring juga terdapat pita suara.
c. Trakea
Merupakan pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapis, yaitu:
1) Lapis luar terdiri atas jaringan ikat.
2) Lapis tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan.
3) Lapis terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia yang menghasilkan banyak lendir yang berfungsi untuk menangkap dan mengembalikannya ke hulu saluran pernapasan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan.
d. Bronkus
Bronkus merupakan cabang batang tenggorok. Jumlahnya sepasang yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Dinding bronkus juga terdiri atas 3 lapis, yaitu jaringan ikat, otot polos, dan jaringan epitel, seperti pada trakea, perbedaannya adalah bahwa dinding trakea jauh lebih tebal dan cincin tulang rawan pada bronkus tidak berbentuk lingkar sempurna. Kedudukan bronkus yang ke kiri dan ke kanan berbeda. Yang ke kiri lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab paru-parun kanan lebih mudah terserang penyakit.
e. Bronkiolus
Merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus ini bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus. Sel-sel epitel bersilianya berubah menjadi sisik epitel.
f. Alveolus
Alveolus(saluran udara buntu) merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus berupa gelembung-gelembung udara. Pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran O2 dari udara bebas ke sel-sel darah , dan CO2 dari sel-sel ke udara bebas.
g. Paru-paru
Paru-paru manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Masing-masing di bungkus oleh selaput pembungkus paru-paru yang dikenal dengan pleura. Pleura ini merupakan selaput tipis rangkap dua. Diantara selaput tersebut dengan paru-paru terdapat cairan limfa, yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gerakan pada waktu mengembang dan mengempis. Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan perubahan tekanan dalam rongga dada.
2. Mekanisme Pernapasan Manusia
Berdasarkan otot yang berperan aktif, pernapasan manusia dan mamalia dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
a. Pernapasan dada
1) Inspirasi
Bila otot antar tulang rusuk berkontraksi maka tulang-tulang rusuk terangkat sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara di luar yang mempunyai tekanan lebih besar masuk ke dalam paru-paru.
2) Ekspirasi
Bila otot-otot antar tulang rusuk relaksasi maka tulang-tulang rusuk tertekan ga dada mengecil. Akibatnya, tekanan udara di paru-paru membesar sehingga udara keluar.
b. Pernapasan perut
1) Inspirasi
Bila diafragma berkontraksi sehingga mendatar, maka rongga dada membesar. Keadaan ini menyebabkan tekanan udara di paru-paru mengecil sehingga udara luar masuk.
2) Ekspirasi
Bila otot diagragma relaksasi, maka rongga dada mengecil. Akibatnya, tekanan di paru-paru membesar sehingga udara keluar.
3. Volume Udara Pernapasan
Jumlah udara yang keluar masuk paru-paru bergantung pada cara kita bernapas.
a) Udara pernapasan(tidal volume), yaitu udara yang dihirup dan dikeluarkan dalam keadaan biasa(sekitar 500 cc). Setelah menghembuskan 500 cc masih tersisa 2.500 cc lagi di paru-paru.
b) Udara komplementer, yaitu udara sebanyak 1.500 cc yang masih dapat dihirup lagi dengan cara inspirasi yang maksimum, setelah inspirasi biasa.
c) Udara cadangan, yaitu udara sebanyak 1.500 cc yang dapat diembuskan lagi pada ekspirasi maksimum dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat.
d) Udara residu(udara sisa), yaitu udara sebanyak 1.000 cc yang tidak dapat dihembuskan lagi, dan menetap pada paru-paru.

4. Energi Pernapasan
Energi hasil pernapasan merupakan energi kimia yang disebut ATP. ATP dibentuk melalui 3 tahapan yaitu, glikolisis, daur krebs, dan transfer elektron. ATP dibentuk dari pemecahan glukosa. Secara sederhana proses pemecahan glukosa sehingga dihasilkan energi adalah:
C6H12O6+ 6O2►6CO2+6H2O+38 ATP

C. Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pernapasan
1. Laringitis: radang pada daerah laring dan kanker laring yang sering menyerang laki-laki di atas usia 50 tahun
2. Asma: gangguan pernapasan dengan gejala sukar bernapas, bunyi mendesak dan batuk-batuk yang disebabkan alergi, psikis ataupun karena penyakit menurun.

SISTEM GERAK MANUSIA

0 komentar
A. Rangka
Fungsi rangka :
1. Memberi bentuk pada tubuh.
2. Sebagai alat gerak pasif.
3. Melindungi alat-alat tubuh dalam yang lemah.
4. Sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka.
5. Menunjang tegaknya tubuh.
6. Tempat pembentukan sel-sel darah.
7. Sebagai tempat penimbunan mineral.

1. Tengkorak
Tengkorak terbentuk dari tempurung otak (kranium) dan bagian wajah.
a. Kranium
Fungsi untuk melindungi otak.
Terdiri dari tulang-tulang :
1) Tulang dahi (os frontal), 2 tulang ubun-ubun (os parietal), 2 tulang kepala belakang (os occipetal).
2) Tulang baji (os sphenoidal), 2 tulang tapis (os ethmoidal), 2 tulang pelipis (os temporal).

b. Bagian wajah
Bagian wajah disusun oleh tulang-tulang : 2 tulang rahang atas (os maxillare), 2 tulang rahang bawah (os mandibulare), 2 tulang pipi (os zigomaticum), 2 tulang langit-langit ( os pallatum), 2 tulang hidung (os nasale), 2 tulang air mata (os lacrimale), 2 tulang mata bajak (os vomer), 1 tulang lidah (os hyoideus).

2. Tulang Badan
Tulang badan terdiri atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang bahu, tulang panggul.
a. Tulang belakang
Fungsi : menyangga tengkorak, tempat perlekatan tulang-tulang rusuk. Ruas-ruas tulang belakang terdiri atas 33 buah ruas tulang yang tebagi menjadi beberapa bagian, yakni 7 ruas-ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian, yakni 7 ruas-ruas tulang leher (servical), 12 tulang punggung (thoracales), 5 ruas tulang pinggang (lumbales), 5 ruas tulang kelangkang (os sakrum), pada 7 ruas tulang leher, ruas teratas atau pertama adalah tulang atlas, yang menghubungkan tulang belakang dengan tulang tengkorak. Tulang punggung terdiri atas 12 ruas, pada sisi kiri dan kananya melekat tulang-tulang rusuk.

b. Tulang dada
Tulang dada beserta tulang rusuk dan tulang punggung membentuk dinding kuat yang melindungi alat tubuh penting yang terdapat dalam rongga dada, seperti jantung dan paru-paru. Tulang dada terdiri atas bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (corvus sterni) dan taju pedang (processus xyphiodeus).

c. Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang.
Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi 3 macam :
1) Tulang rusuk sejati (7 pasang).
2) Tulang rusuk palsu (3 pasang).
3) Tulang rusuk melayang (2 pasang).



3. Tulang Anggota Gerak
a. Lengan terdiri atas : 2 tulang lengan atas (humerus), 2 tulang pengumpil (ulna), 2 batang hasta (radius), 16 tulang pergelangan tangan (os carpal), 10 tulang telapak tangan (os metacarpal), 28 ruas tulang jari tangan (phalanges), ibu jari 12 ruas.
b. Tungkai terdiri atas : 2 tulang paha (femur), 2 tulang tempurung lutut (patella), 2 tulang kering (tibia), 2 tulang betis (fibula), 14 tulang pergelangan kaki (tarsal), 10 tulang telapak kaki (metatarsal), 28 ruas tulang jari kaki (phalanges).

Tulang
Bentuk Tulang
1. Tulang pipa (tulang panjang). Contoh : tulang paha, tulang betis.
2. Tulangg pendek. Contoh : tulang telapak tangan.
3. Tulang pipih. Contoh : tulang belikat, tulang rusuk.

Macam-macam tulang:
1) Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi : tulang rawan (kartilago) dan tulang keras.
2) Berdasarkan struktur tulangnya, tulang dapat dibedakan menjadi : tulang kompak dan tulang spons.
3) Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi : tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek.

1. Tulang Keras atau Tulang Sejati (Osteon)
Tulang merupakan jaringan pengikat yang tersusun oleh sel tulang (osteoblas) yang menghasilkan matriks yang mengandung endapan zat kapur, sehingga matriksnya menjadi lebih keras dibanding dengan tulang rawan.


a. Tulang kompak
Dibagian tenga tulang terdapat saluran yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf, dan disekeliling saluran terdapat lapisan sel tulang yang tersusun konsentris. Contoh : tulang pipa.

b. Tulang spons
Matriks berongga tersusun atas anyaman trabeculae (semacam pecahan genting) yang pipih dan mengandung serabut kolagen. Rongga-rongga yang ada pada tulang spons diisi oleh jaringan.

2. Tulang Rawan (Kartilago)
Sel tulang rawan disebut kondrosit, yang dibentuk oleh kondroblas. Kartilago dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a) Kartilago hialin : matriks transparan, serabut kolagen, bersifat lentur. Contoh : pada permukaan persendian, laring, trakea, bronki, rangka janin, ujung tulang rusuk.
b) Kartilago elastis : matriks kekuningan, serabut elastis kuning bersifat elastis. Contoh : pada daun telinga membran niktitans, saluran eustachius, epiglotis dan faring.
c) Kartilago febrisa : matriks keruh dan gelap, serabut kolagen putih bersifat kokoh dan kuat. Contoh : pada tempat pertautan tendon atau ligamentum pada tulang dekat permukaan persendian, tulang di antara tulang kemaluan, dan di antara tulang belakang.

Proses Penulangan (Osifikasi)
Rangka ini berasal dari jaringan ikat embrional atau mesenkim. Setelah kartilago terbentuk rongga yang ada ditengahnya akan segera berisi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblast. Sel-sel ini juga menempati jaringan pengikat di sekeliling rongga. Sel-sel tulang terbentuk secara konsentris, artinya pembentukannya bermula dari arah dalam terus keluar mengelilingi pusat. Diantara sel-sel tulang terdapat zat sela atau matriks yang tersusun atas senyawa protein.

Bagian-bagian Tulang Pipa
1. Epifise : bagian ujung tulang yang terdiri atas tulang rawan.
2. Diafise :bagian tengah yang memanjang dan di pusatnya terdapat rongga berisi sumsum tulang. Rongga ini terbentuk karena aktivitas osteoblas atau perombak sel-sel tulang.
3. Cakraepifise : bagian sempit di antara epifise dan diafise. Bagian ini terdiri atas tulang rawan yang kaya osteoblas. Pada orang dewasa yang tidak tumbuh meninggi lagi, bagian ini sudah menulang semua.

Hubungan Antartulang (Artikulasi)
Hubungan antara dua tulang dapat dibedakan atas 3 bentuk, yaitu :
1. Diartrosis
Hubungan 2 tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerak, dinamakan diartrosis. Berdasarkan tipe gerakannya, persendian diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
a. Sendi peluru, persendian yang memungkinkan gerak paling bebas dibanding sendi yang lain, bergerak ke segala arah, ujung tulang yang satu berbentuk bongkol, ujung tulang yang lain berbentuk cekungan.
Contoh :
1) Sendi antara tulang lengan atas dengan tulang belikat.
2) Tulang paha dengan tulang pinggul
b. Sendi luncur, persendian yang memungkinkan gerakan menggeliat, membungkuk, dan menengadah. Contoh : hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.
c. Sendi pelana, persendian yang gerakannya dua arah seperti orang naik kuda di atas pelana.
Contoh : gerak pada ibu jari, antara metacarpal dan carpal.
d. Sendi engsel, persendian yang gerakannya satu arah seperti engsel pintu. Contoh : siku, lutut, mata kaki, ruas-ruas jari.
e. Sendi putar, persendian yang menimbulkan gerakan memutar (rotasi) tulang yang satu mengitari tulang yang lain.
Contoh :
1) Hubungan antara tulang hasta dan pengumpil
2) Atara tulang atlas dan tulang pemutar
3) Pada pergelangan tangan
4) Pergelangan kaki
f. Sendi geser atau sendi kejut, persendian yang gerakannya menggeser.
Contoh : hubungan antartulang pergelangan tangan

2. Amfiartrosis
Hubungan tulang yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan kedua ujung tulang yang dihubungkan oleh tulang rawan dinamakan amfiartrosis. Contoh : hubungan antara ruas-ruas tulang belakang, dan hubungan antara tulang belakang dengan tulang iga.

3. Sinartrosis
Suatu sistem persendian pada tulang yang tidak dapat digerakkan, seperti terjadi pada persambungan tulang-tulang tengkorak dinamakan sinartrosis. Berdasarkan komponen penghubungnya, sinartrosis dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Sinartrosis sintibrosis, bila komponen penghubungnya berupa serabut-serabut jaringan ikat. Contoh : hubungan antartulang tengkorak
b. Sinartrosis sinkondrosis, bila komponen penghubungnya berupa tulang rawan. Contoh : hubungan antar ruas-ruas tulang belakang.
B. Otot
Otot merupakan alat gerak aktif. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
1. Macam-Macam Otot
a. Otot polos, bentuk seperti perahu, terletak pada organ dalam, nukleus satu di tengah, gerakannya lambat, tidak cepat, mudah lelah, tidak sadar tanpa perintah otak.
b. Otot lurik, bentuk silindris dengan garis gelap terang, melekat pada rangka, nukleus banyak di tepi, bekerja secara sadar atas perintah otak, cepat mudah lelah.
c. Otot jantung, bentuk silindris, mempunyai percabangan yang disebut sinsitium, terletak pada jantung, nukleus satu ditengah, bekerja tidak sadar tanpa perintah otak, tidak cepat mudah lelah.

2. Fungsi Otot
a. Melaksanakan kerja, misalnya : berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).
b. Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).
c. Menggerakkan jantung (otot jantung).

3. Karakteristik Otot
a. Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek (berkontrasi).
b. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang (berelaksasi).
c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran semula setelah memendek atau memanjang.

4. Jenis Gerak Otot
a. Antagonis (berlawanan)
Contoh : biseps dan triseps pada otot lengan atas.
Arah gerak otot antagonis
1) Ekstensor-fleksor : meluruskan-membengkokkan.
2) Abduktor-adduktor : menjauhkan-mendekatkan.
3) Depressor-elevator : ke bawah-ke atas.
4) Supinator-pronator : menengadah-menelungkup.

b. Sinergis (bersamaan)
Contoh : otot pronator teres dan pronator kuadratus pada lengan bawah.

5. Macam-Macam Gerakan Otot
a. Fleksi : gerakan membengkokkan, misalnya membengkokkan pada siku, lutut, jari.
b. Ekstensi : gerak meluruskan, misalnya meluruskan siku, lutut, dan ruas jari.
c. Abduksi : gerak menjauhkan, misalnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh.
d. Adduksi : gerak mendekatkan dengan sumbu tubuh, misalnya gerak mendekatkan tungkai dengan sumbu tubuh.
e. Pronasi : gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menelungkup.
f. Supinasi : gerak memutar lengan sehingga tangan menengadah.
g. Depresi : gerak menekan ke bawah atau menurunkan.
h. Elevasi : gerak mengangkat ke atas.

6. Kelelahan Otot
Kelelahan otot dapat diakibatkan karena :
a. Habisnya bahan atau zat sebagai sumber energi untuk kontraksi otot seperti glikogen dan sejenisnya.
b. Akumulasi hasil metabolisme karena kontraksi otot, seperti asam laktat.

C. Kelainan dan Gangguan pada Gerak
1. Gangguan pada Rangka
Gangguan pada rangak dapat disebabkan oleh gangguan pada tulang, persendian, kekurangan gizi, ataupun oleh penyakit.
a. Gangguan tulang
Fraktura, yaitu tulang retak atau patah.
Macamnya :
1) Faktura sederhana : jika tulang yang retak tidak sampai melukai organ lain di sekitarnya, misalnya organ otot.
2) Fraktura kompleks atau fraktura majemuk : jika tulang yang patah menyebabkan otot dan kulit terluka, bahkan ujung yang patah bisa mencuat keluar.
3) Fraktura greenstick : jika retak atau patah tulang tidak sampai memisahkan tulang menjadi dua bagian.
4) Fraktura Comminuted atau remuk : jika tulang retak menjadi beberapa bagian tetapi masih tetap tertahan di dalam otot.

b. Persendian
1) Dislokasi : gangguan pergeseran sendi dari kedudukan semula karena tulang ligamennya tertarik atau sobek.
2) Terkilir atau keseleo : tertariknya ligamen sendi yang disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba atau tidak bisa dilakukan, menimbulkan rasa sakit.
3) Ankilosis : persendian tidak dapat digerakkan lagi karena tulangnya menyatu.
4) Artritis atau infeksi sendi : gangguan sendi yang ditandai dengan terjadinya peradangan sendi yang disertai timbulnya rasa sakit dan kadang-kadang tulang sendi mengalami perubahan.

Macam Artritis :
1) Artritis eksudatif : radang getah dalam sendi.
2) Artritis sika : kekurangan cairan sinovial.
3) Gout artritis : gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam urat. Asam urat yang berlebihan akan diangkut oleh darah dan disimpan di dalam sendi kecil, seperti sendi ruas-ruas jari. Tanda sendi yang mengalami kelebihan asam urat adalah membesarkan sendi.
4) Rheumatik : penyakit kronis pada sendi sehingga sendi membengkak.
5) Osteoartritis : kemunduran sendi karena kartilago menipis dan degenerasi sehigga merangsang pembentukan tulang pada sendi.

c. Gangguan pada ruas-ruas tulang belakang
1) Skoliosis : tulang belakang bengkok ke samping.
2) Kifosis : tulang belakang bengkok ke belakang.
3) Lordosis : tulang belakang bengkok ke depan.

d. Defisiensi dan gangguan fisioloi
1) Rakitis : tulang kaki membengkok seperti huruf X atau O. Disebabkan karena kekurangan vitamin D.
2) Mikrosefalus : ukuran kepala lebih kecil dibanding ukuran normal. Disebabkan kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang-tulang ttengkorak masa bayi.
3) Osteoporosis : tulang-tulang belakang kurang keras sehingga tulang manusia menjadi rapuh dan mudah patah disebabkan kekurangan hormon estorgen pada masa menopause.
4) Kelainan lainnya antara lain karena penyakit TBC tulang, tumor yang mempengaruhi tekanan fisik dan fisiologik tulang serta peradangan pada jaringan pengikat dan tendon.

2. Gangguan pada Otot
a. Atrofi
Yaitu keadaan dimana otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuannya untuk berkontraksi. Atrofi dapat terjadi karena penyakit poliomielitis dan keadaan tertentu misalnya sakit, sehingga seseorang harus istirahat di tempat tidur dalam jangka waktu lama. Poliomielitis adalah penyakit karena virus yang merusakkan ssaraf yang mengoordinasi otot ke anggota gerak bawah.
b. Hipertrofi
Yaitu keadaan otot menjadi lebih besar dan kuat sehingga dilatih secara berlebihan
c. Kejang otot
Yaitu gangguan otot yang terjadi karena melakukan kativitas terus menerus yang pada suatu ketika tak mampu lagi melakukan kontraksi alias kejang, karena telah kehabisan energi atau sering dikenal dengan kram.
d. Kaku leher atau stiff
Yaitu keadaan leher terasa kaku dan sakit jika digerakkan.
e. Tetanus
Yaitu kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh baksil tetonis
f. Miatema gravis
Yaitu keadaan dimana otot berangsur-angsur menjadi lemah dan menyebabkan kelumpuhan.
g. Distrofi otot
Yaitu penyakit otot kronis sejak kanak-kanak.
h. Hernia Abdominalis
Yaitu sobeknya dinding perut yang lemah, yang mengakibatkan usus melorot kebawah masuk kerongga perut.

HISTOLOGI HEWAN

0 komentar
A. Jaringan Hewan
Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan.
1. Jaringan Embrional
Jaringan embrional merupakan jaringan muda yang sel-selnya selalu mengadakan pembelahan. Merupakan hasil pembelahan sel zigot.

Berdasarkan jumlah lapisan embrionya, hewan dibagi menjadi :
a. Hewan diploblastik
Contoh : Coelenterata
b. Hewan triploblastik
Contoh : cacing tanah, siput, Arthropoda, dan Chordata.
Lapisannya, yaitu : ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan entoderm (lapisan dalam).

2. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan.

Macam-macam jaringan epitel
a. Berdasarkan fungsi
1. Epitel pelindung, untuk melindungi jaringan yang terdapat dibawahnya.
2. Epitel kelenjar, untuk sekresi.
a) Kelenjar eksokrin.
b) Kelenjar endokrin
3. Epitel penyerap, untuk penyerapan.
4. Epitel indra, untuk menerima rangsangan dari luar.
b. Berdasarkan bentuk dan susunan
1. Epitel pipih selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk pipih.
2. Epitel pipih berlapis banyak, terdiri atas banyak sel dan lapisan bagian luarnya dibentuk oleh sel-sel berbentuk pipih.
3. Epitel kubus selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus.
4. Epitel silindris selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris.

3. Jaringan Otot
Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif.
Pada Vertebrata dikenal 3 macam jaringan otot, yaitu :
a. Otot polos
Mempunyai miofibril yang homogen, merupakan otot tidak sadar, terdapat pada dinding saluran pencernaan dan dinding pembuluh darah.

b. Otot lurik
Mempunyai miofibril yang heterogen, merupakan otot sadar berinti lebih dari satu yang terletak di bagian pinggir, terdapat pada rangka.

c. Otot jantung
Mempunyai miofibril yang heterogen, tetapi tergolong dalam otak tak sadar, serabut-serabut ototnya dapat becabang-cabang, intinya satu terletak di tengah-tengah.

4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Jaringan saraf berfungsi untuk mengatur dan mengoordinasi segala aktifitas tubuh. Ada tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf motorik, sel saraf sensorik, dan sel saraf penghubung. Jaringan saraf terdapat diotak, sum-sum tulang belakan, dan di urat saraf.

Neuron terdiri atas :
a. Dendrit, yaitu juluran sitoplasma yang relatif pendek dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
b. Badan sel, yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti (nukleus) dengan nukleolus di tengahnya.
c. Neurit (akson), yaitu juluran sitoplasma yang panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.
Neuron memiliki selubung yang terdiri dari selubung myelin dan selubung neurilema.
1. Selubung myelin merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
2. Selubung neurilema (selubung Schwann) terdiri dari sel-sel schwann yang menghasilkan myelin. Berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.
5. Jaringan Penyokong
Sering disebut jaringan ikat, jaringan penguat atau jaringan penunjang.
Fungsi jaringan penyokong adalah :
a. Mengikat atau menghubungkan antara satu jaringan dengan jaringan lain.
b. Menyokong fungsi organ-organ tertentu.
c. Memberi kekuatan bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh.
Ada bermacam-macam jaringan ikat antara lain :
a. Jaringan ikat kendur atau longgar.
b. Jaringan ikat padat.
c. Jaringan lemak (adiposum).
d. Jaringan tulang rawan.
e. Jaringan tulang.
f. Jaringan darah.
g. Jaringan limfa dan getah bening.

B. Organ Hewan
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerja sama melaksanakan fungsi tertentu.
Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Organ luar : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga, mata.
2. Organ dalam : hati, ginjal, usus, jantung, paru-paru.
Adanya berbagai jaringan yang berkumpul membentuk suatu organ tertentu, memungkinkan suatu organ mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi hidup yang beranekaragam.

HISTOLOGI TUMBUHAN

0 komentar
A.Jaringan Tumbuhan
Gabus yang menyusun kulit kayu dan akar tumbuh-tumbuhan yang banyak batang dan kayunya adalah sebuah jaringan. Ia melindungi jlapisan dalam terhadap cedera dan ia menghalangi penguapan yang berlebiihan.
Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi 2, yaitu jaringan meristem, dan jaringan permanen.
1. Jaringan Meristem
Padatumbuhan terdapat jaringan yang selalu membelah yaitu jaringan meristem. Berdasarkan cara terbentuknya,jaringan meristem di bedakan menjadi 3, yaitu:
a. Promeristem, sudah ada waktu tumbhan pada masaembrional.
b. Meristem primer, masih bersifat membelah diri, terdapat padatumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar, ijung kuncup.
c. Meristem sekunder, berasl dari meristemprimer.
Menurut letaknya meristem dibedakan menjadi:
a. Meristem apical.
b. Meristem lateral, yaitu cambium vaskuler dan felogen.
c. Meristem interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil.
2. Jaringan Permanen
Sel-sel meristem , baik permann maupun sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanent. Jarngan permanent tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.
Menurut fungsinya jaringan pemanen dibedakan menjadi:
a. Jaringan epidermis ( jaringan pelindung )



Jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan biji dinamakan jaringhan epidermis.
Ciri-ciri jaringan epidermis:
Bentuk sel seperti balok , biasaniya terdiri dari satu lapisan terletak pada lapisan yang paling luar, tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga ( guard sell ) stomata.
Fungsi epidermis yaitu untuk melindungi jaringan yang lainnya.

b. Jaringan parenkim ( jaringan dasar )




Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dsar.
Ciri-ciri parenkim:
Susunan sel tidak rapat, tidak selalu berkloroflas, trdiri dri sel-sel hidup, banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak rongga-rongga antar sel.
Menurut fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
1. Parenkim fotositesis,yaitu
2. Parenkim palisade ( jaringan tiang ) dan parenkim bunga karang ) jaringan spons .
3. Parenkim penyimpan bahan makanan.
4. Parenkim penyimpan air
5. Parenki penyimpan udara.
6. Parenkin transportasi.
Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak.
2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang.
3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan.
4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
5. c. Jaringan penyokong ( jarinan penunjang )
6. Untuk penunjang tanaman agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut jaringan penyokong.

7. Jaringan penyokong terdiri dari:

1). Jaringan kolenkim



Merupakan jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pectin trutama dibagian sudut-sudutnya. Ini banyak trdapat pada tumbuhan yang masih muda, yang belum berkayu, merupakan sel hidup.

2) Jaringan skerenkim



Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan dari lignin ( zat kayu ), sel-selnya sudah mati. Menurut bentuknnnnnya, skerenkimdibedakan menjadi 2 macam yaitu:
• Skelereid (sel batu) yaitu selnya mati,bentuknya bulat, dan bedinding keras sehingga tahan tekanan. Contoh sel-sel tempurung kenari dan tempurung kelapa.
• Seabut-serabut skerenkim (serat) yaitu selnya dengan bentuk panjang, umumnya trdapat pada permukaan batang.
• Jaringan pengangkut
Untuk mengangkut hasil fotosinesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam-garam mineral dai akarke daun, tumbuhan menggunakn jaringan pengangkut. Jaringan ikn terdiri dari:
 Xilem (pembuluh kayu)
Xilem disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xylem (pembuluh kayu), parenkim kayu, dan skerenkim kayu,. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral daridalam tanah menuju daun.
 Floem (pembuluh tapis)
Floem disusun oleh ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel pengiring,selparenkim,kulit kaya,dan serabut kulit kayu (sel skerenkim). Floem berfungsiuntuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh. Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut..
1. Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersbelahan didalam suatu jari-jari ( xylem dik dlam dan floem di luar).
a. Kolateraltrbuka, antara xylem dan floem terdapat cambium, misal: pada batang tumbuhan dikotil.
b. Kolatral tertutup, antara xylem dan floem tidak terdapat cambium. Misalnya pada tumbuhan monokotil.

2. Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem terletak paa radius yang sama.
3. Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada pada jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
4. Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem berbentuk cincin silindris.
a) Amfikribal, letak xylem di tengah dan dikelilingi oleh floem.
b) Amfipasal, letak flem di tengah dan dikelilingi oleh xylem.

B. Organ Tumbuhan
Organ pada tumbuhan terdi dari, akar, batang, daun, bunga dan buah termasuk biji.
1. Akar
a. Fungsi Akar
 Menyerap air dan har atanah.
 Memperkukuh berdirinya batang.
 Menyimpan cadang makanan.
 Alat perkembang biakan vegetatif.
 Tempat melekatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau subtract tempatnya.
b. Sistem Perakaran
 Sistem perakaran tunggang, terdiri atas sebuah akar, besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
 Sistem perakaran serabut, terdiri dari sejumlah akat kecil, ramping yang kesemuaannya memiliki ukuran yang sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer, membentuk cabang sebanyak-banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer mengecil,tipe perakaran terdapat pada tanaman monokotil.
 Sisitem perakaran adfentif, merupakan akar yang tumbuh disetiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Contoh akar yang keluar dari akar umbi batang, akar yang keluar dai batang (cangkokan).


C. Struktur Akar
Struktur dari luar ke dalam:
1. Epidermis
Terdiri dari selapis sel dan tersusun rapat tanpa rongga antar sel. Sel ini berdinding tipis. Sel- sel epidermis yang sdekat ujung akarmempunyai beberapa bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan. Epidermis berfungsi untuk pelindung dan penerus air kebagian dalam akar.
2. KorteksTerdiri atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan tidak banyak ruangantarsel yang berguna untuk pertukaran zat, juga sebagaitempat cadang makana.
3. Endodermis, yaitu terdiri atas selapis sel, kebanyakan sel-sel ini berdinding tebaldengan berlapiskan zat gabus. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan ked an dari akar.
4. Stele (silinder pusat), yaitu terdiri dari perisikel, xylem, floem. Stele terletak di sebelah dalam endodermis. Pada akar monokotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, pada akar dikotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, dan letaknya berselang-seling menurut arah jari-jari. Lapisan paling tepi dari silinder paling pusat disebut perisikel atau perikambium.
Golongan tumbuhan Ciri khas
 Bryophyta (lumut)
 Pterhydaphyta (paku)
 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (berbiji tertutup)
a. Monokotill (berkeping satu)
b. Dikotil (berkeping dua)  Akar berupa rizoid
 Akarnya serabut, xylem dan floem bertipe konsertris (xylem berada di tengah dikelilingi oleh floem)
 Akarnya tunnggang
a. Akarnya serabut,
b. mempunyai perisikel dan endodermis, tapi tidak
berkambium
c. Akarnya tunggang
Mempunyai endodermis,
perisikel, dan cambium.

d. Batang
1. Fungsi Batang
a. Alat transportasi zat makana dariakar ke daun, dan hasil asimilasi dsri daun keseluruh bagian tubuh.
b. Alat perkembang biakan vegetatif.
c. Menyimpan cadangan makanan.
d. Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
2. Struktur Batang
1. Epidermis
Terdiri atas slapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Yang bagian luar dilapisi kutikula. Pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lpisan gabusyang sering pecah pula membentuk lentise.



2. Korteks
Sel-selnya tidak tersusun rapat, banyak ruang antar sel yang penting untuk pertukaran gas.
3. Endodermis
Tersusun atas selapis sel mempunyai bentuk khasdan angiuspermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang disebut saring tepung.
4. Stele (selinder pusat)
Di dalam stele terdapatjaringan partikel empelur, dan pembuluh angkut.ssss
Ciri khas akar pada berbagai golongan tumbuhan
Golongan tumbuhan Ciri khas
 Bryophyta (lumut)
 Pterydophyta (paku)
 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (berbiji tertutup)
a. Monokotil (berkeping satu)
b. Dikotil (berkeping dua)  Tidak memiliki xylem dan floem
 Umumnya tidak mempunyai endodermis
 Berkambiu dan dan tidak mempunyai endodermis
a. Tidak bekambium mempunyai endodermis dan perisikel
b. Berkambium dan mempunyai endodermis perikel

B. Daun
3. Fungsi Daun
1. Tempat berlangsungnya fotosintesis.
2. Tempat menyimpan bahan makana.
3. Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegeatif.
4. Alat evaporasi (penguapan).
5. Respirasi melalui (stomata).
6. Menyerap energi matahari.
4. Struktur Daun
Struktur anatomi daun adalah sebagai berikut:
1. Epidermis dau tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi ntuk mencegah terjadinya penguaan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata berfungsi untuk pertukaran gas.
2. Msofel terdiri dari jaringan palisade yang mempuyai banyak kloroflas dan jaringan bunga karang
3. Ikatan pembuluh daun membentuk tulang daun, yang terdiri atas xylem dan floem. Ikatan pembuluh akan berakhir di ujung daun berupa celah kecil yang disebut hidatoda.
Golongan tumbuhan Ciri khusus
 Brophyta (lumut)
 Pterydophyta (paku




 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (Berbiji tertutup)
a. Monokotil (berkeping satu)
b. Dikotil (berkeping satu)  Berkloroflas
 Ada 4 jenis daun, yaitu:
1. Mikrofil= baun berukuran kecil
2. Makrofil= daun berukuran besar
3. Tropofil= daun untuk fotosintsis
4. Sporofil= daun penghasil spora
 Daun lancip seperti jarum dan berukuran kecil-kecil
a. Berbentuk vita, dengan susunan tulang-tulang daun sejajar.
b. Susunan tulang-tulang daun menyirip atau menjari
Ciri khas daun pada berbagai golongan tumbuhan

4. Bunga
a. Fungsi Bunga
Yaitu sebagai alat pembetuk sel kelamin dan hisan.
b. Pembagian bunga
1. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki perhiasan bunga dan alat pembiak.
a. Perhiasan bunga terdiri dari: Periantum yang terdiri dari : calyx (kelopak bunga), corolla (mahkota bunga). Perigonium yaitu bunga yang memiliki calyx dan corolladengan warna yang sama.
b. Alat pembiakan , terdiri dari:
 Pistilim (putik) alat pembiak betina, kaena membentuk ovum.
 Stamen (benang sari) alat pembiak jantan, karena menghasilkan sperma.
2. Bunga tidak lenkap adalah bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga atau pembiakan, dibedakan menjdi:
a. Bunga telanjang yaitu bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga.
b. Bunga mandul yaitu bunga yang tidak memiliki alat pembiakan.
Berdasarka kelengkapan alat pembiakan, bunga dibagi menjadi:
1. Bunga biseksua: bunga hermafrodit/bunga sempurna:bunga yang memiliki benang sari dan putik.
2. Bunga unuseksual: bunga yang mempunyai benang sari saja atau mempunyai putik saja.
Dibagi menjadi:
a. Brumah satu (monoesius) bunga jantan dan bunga betinatrdapat pada satu tumbuhan.
b. Berumah dua (dioesius) bunga jantan dan bunga betina tidak terdapat dalam satu tumbuhan.
3. Bunga jantan: bunga yang hanya mempunyai benang sari saja.
4. Bunga betina:bunga yang hanya mempunyai putik saja.

5. Buah
Melekatnya serbuk sari dari atas kepala putik, penyerbukan Pembuhan, bakal buah dan biji berkembang menjadi buah. Biji yang mengandung embrio/ lembaga berfungsi sebagai alatperkembangbiakan bagi tumbuhan.
Macam-macam buah adalah:
a. Buah tunggal:buah yang hanya dibentuk hanya satu bakal buah, contoh buah mangga dan papaya.
b. Buah agregat: bah yang dibentuk oleh banyak bakal buahdari satu bunga, contoh:buah murbai.Buah majmuk (buah brganda): buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah oleh banyak bunga, contoh:buah nanas, nangka dan keluih.
C. Teknlologi Kultur Jaringan
1. Sifat Totipotensi pada Tumbuhan
Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan pada lingkungan yang sesuai. Kemampuann semacam itu dinamakan totipotensi. Dengan ini dikembangkan sebagai dasar dalam pengembangan tumbuhan secara invitro atau kultur jaringan.
Menurut Suryowinoto (1991) kultur berarti budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama karma itu kultur jaringan berartimembudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat yang sama seperti induknya.Sedangkan budidaya tanaman yang diletakkan dalam suatu wadah (container) atau botol-botol dengan media khusus dan alat-alat serba steri dinamakan invitro. Tanaman rekayasa reproduksi melalui kultur jaringan umumnyatanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti anggerek, karet, cooklat, dan kopi.

2. Beberapa Teknik Kultur Jaringan
a. Meristem cultur, bidi daya dengan jaringan menggunakan eksperiman dari jaringan muda atau meristem.
b. Pollen culturelanther culture,menggunaikan eksplan dari pollen atau benang sari.
c. Protoplas culture, menggunkan eksplan dari protoplasma.
d. Cloroplascultur, menggunakan kloroplas untuk keperluan diiusprotolas.
e. Somatic cross, bilangan protoplas/fusi protoplas), menyilangkan dua macam protoplas, kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman kecil mempunyai sifat baru.
3. Manfaaat teknik Kultur Jaringan
a. Untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan kualitas sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari virus dan penyakit.
c. Menciptakan varietas baru, yaitu dengan cara menggabungkan plasma dari sel-sel yang berbeda dalam satu species lalu menumbuhkannya melalui kultur jaringan.
d. Melestarikan tanaman yang hamper punah.
e. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.

PATNER

Blogs Directory

Followers